Studi Deskriptif Mengenai Dimensi Religiusitas pada Mahasiswa yang Melakukan Kohabitasi di Tempat Kost X Bandung

Nurhanjani Nurhanjani, Hedi Wahyudi

Abstract


Abstract. Based on the survey of BKKBN, Bandung City included into one of five cities with the highest free sex level (54%) compared with other cities. One of the example of the premarital sex are living together and doing sex just like married couples which is called as cohabitation. In this study, cohabitors at X boarding house have the Islamic boarding school background before. Even they do cohabitation, they have belief and behavior that lead to the religiousity dimensions. As said by Glock and Stark, five religiousity dimensions are belief, ritualistic practice, experiences, knowledge, and consequences. The high social influence make the changes in cohabitors’ religiousity. The aim of this study is to get the empirical data about the depiction of religiousity dimensions of the college students who do cohabitation at X boarding house in Bandung. The method that is used in this study is descriptive study method with 18 people as the subjects. The data collection use the questionnaire based on Religiousity theory of Glock and Stark. The measuring instrument has 57 items which is valid based on Alpha Chronbach norm. The result of study based on the data processing using the descriptive analysis with percentage statistic and frequency distribution, got the data that the highest dimension on the confidence as many as 16 students (88.9%) and has the lowest religious experiences as many as 11 people (61.1%). That’s mean college students who do cohabitation have the high belief dimension, but their experience dimension is low.

Keyword : Religiousity, Collage Student, Islamic Boarding School, Cohabitation

Abstrak. Berdasarkan survey BKKBN, Kota Bandung termasuk ke dalam salah satu dari lima kota dengan urutan tingkat pergaulan bebas yang tertinggi (54%) dibandingkan dengan kota lainnya. Salah satu bentuk hubungan seks pranikah yang dimaksud adalah tinggal bersama dan melakukan hubungan seksual layaknya pasangan yang menikah yang disebut kohabitasi (kumpul kebo) di kalangan remaja dan pelajar/mahasiswa. Dalam penelitian ini, kohabitor di tempat Kost X memiliki latar belakang pesantren sebelumnya. Meskipun melakukan kohabitasi, mereka memiliki keyakinan dan perilaku yang mengarah pada dimensi-dimensi religiusitas. Menurut Glock dan Stark, lima dimensi religiusitas meliputi, keyakinan, praktik keagamaan, penghayatan, pengetahuan, dan konsekuensi. Pengaruh sosial yang tinggi membuat perubahan dalam religiusitas yang dimiliki kohabitor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data empiris mengenai gambaran dimensi-dimensi religiusitas pada mahasiswa yang melakukan kohabitasi di tempat kos X Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan jumlah subjek sejumlah 18 orang. Pengumpulan data menggunakan alat ukur kuesioner berdasarkan teori Religiusitas dari Glock dan Stark. Alat ukur memiliki 57 item yang valid berdasarkan norma Alpha Chronbach. Hasil penelitian berdasarkan pengolahan data menggunakan analisis deskriptif dengan statistik presentase dan distribusi frekuensi, diperoleh data bahwa dimensi tertinggi pada keyakinan sebanyak 16 mahasiswa (88,9%) dan memiliki penghayatan agama terendah sebanyak 11 orang (61,1%). Hal tersebut menggambarkan mahasiswa yang melakukan kohabitasi memiliki dimensi keyakinan yang tinggi namun dimensi penghayatan mereka rendah.

Kata kunci : Religiusitas, Mahasiswa, Pesantren, Kohabitasi


Keywords


Religiusitas, Mahasiswa, Pesantren, Kohabitasi

Full Text:

PDF

References


Andisti, M.A. & Ritandiyono. (2008). Religiusitas dan Perilaku Seks Bebas Pada Dewasa Awal. Depok: Universitas Gunadarma

Arliani, S.T. (2013). Fenomena Hubungan Seksual Pranikah pad Kalangan Mahasiswa Anak Kost di Gegerkalong Bandung. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia

Arnett, Jeffrey Jensen. (2004). Emerging Adulthood: The Winding Road From the Late Teens Through the Twenties. 1st edition. New York: Oxford University Press.

Arikunto, Suharsimi. (2009) Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara

Aulia Rahma, Sani. (2017). Hubungan Religiusitas dengan Kenakalan Remaja Kategori Status Offense pada Santri Kelas II Aliyah Putra di Pondok Pesantern “X”Garut. Bandung: Universitas Islam Bandung

Crooks, dkk. (1991). Science, Behavior, and Life. Florida: Holt, Rinehart, and Winston, inc.

Dariyo, A. (2003). Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. Jakarta: PT

Fincham, D. F & Cui Ming. (2010). Romantic Relationships in Emerging Adulthood. New York: Cambridge University Press.

Grasindo. Enggarpratiwi Darmawan, Ayu. (2017). Hubungan Antara Religiusitas dan Perilaku Misdemeanors pada Siswa Kelas XI SMA Plus Assalam Bandung. Bandung: Universitas Islam Bandung

Howe, T. R. (2012). Marriages & Families In the 21st Century : A Bioecological Approach. Oxford : Wiley-Blackwell.

Howe, T. R, (2012).Marriage & family. In The 21st Century: a biological approach: Publishing. Willey-Blckwell

June, Patricia. L.(2014). Cohabitation: Effects of Cohabitation on the Men and Women Involved Part 1 of 2 : American College of Pediatricia (2015). Diakses di https://www.acpeds.org/the-college-speaks/position-statements/societal-issues/cohabitation-part-1-of-2

Kuperberg A. Age at Coresidence, Premarital Cohabitation, and Marriage Dissolution: 1985–2009. J Marriage and Family 76:352-369

Lewis, C. S. (2011). Cohabitating: Should we move in together?

Lisdia, Febriana. (2014). Perilaku Menyimpang di Kalangan Mahasiswa Migran. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia

Noor, H. (2009). Psikometri Aplikasi dalam Penyusunan Instrumen Pengukuran Perilaku. Bandung: Jauhar Mandiri.

Noor, H. (2012). Psikometri Aplikasi dalam Penyusunan Instrumen Pengukuran Perilaku (Cetakan Kedua). Bandung: Jauhar Mandiri.

Olson, David H., DeFrain, John, & Skogrand, Linda. (2011). Mariages and Families: Intimacy, Diversity, and Strengths, Seventh Edition. New York : McGraw Hill.

Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2007). Human Development. Edisi ke – 10. New York : McGraw-Hill

Rahmawati, Fika Dewi dan Sri Hartati RS. (2007). Penyesuaian Sosial Remaja Dalam Menjalin Hubungan Persahabatan. Gifted Review Journal-UI.Vol 01, No (01)

Rifqi, (2011). Hubungan Antara Tingkat Religiusitas Dengan Sikap Terhadap Pornoaksi pada Mahasiswa. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah

Siswoyo, Dwi dkk. (2007). Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press

Smock, P. J., & Gupta, S. (2002). Cohabitation in contemporary North America. In A.Booth&A. C.Crouter (Eds.), Just living together (pp. 53–84).Mahwah, NJ: Erlbaum.

Stuart dan Sundeen. (1998). Buku Saku Keperawatan Jiwa Edisi 3 alih bahasa Achir Yani. S. Jakarta: EGC

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta

Taufik dan Anganthi, Nisa Rachmah Nur.(2005). Seksualitas Remaja: Perbedaan Seksualitas Antara Remaja yang Tidak Melakukan Hubungan Seksual dan Remaja yang Melakukan Hubungan Seksual. Jurnal Penelitian Humaniora, Vol. 6, No. 2,: 115-129. Surakarta: Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.9445

Flag Counter