Gambaran Hardiness Istri yang Merawat Suami Penderita DM di Puskesmas Mandirancan Indramayu

Dona Silvia Ningrum, Endang Pudjiastuti

Abstract


Abstract. Husband and wife would undergo the obligations of the household according to their respective portions, but when one spouse suffering from the disease, there will be additional tasks on one partner. Wife duties are guarding husband treasure, taking care and educating children and all of those associated with the household. When the husband ill, the wife is obliged to take care of him. Based on interviews conducted by researcher, wife who takes care of husband with diabetes mellitus in Puskesmas Mandirancan Indramayu, obtained data that wife admitted their feelings of anxiety, sadness and worry about the condition of her husband. The problem can be dealt better if individuals become more powerful, resistant and stable in the face of stress and reduce the negative effects encountered, it is called hardiness (Kobasa, 1979). This study aims to describe hardiness on wife who taking care for husband with diabetes mellitus based on the three aspects of hardiness, that are control, commitment and challenge. This research method using descriptive study with a descriptive analysis of the data onto the form of a percentage. The number of respondents in this study is 15 people. The instrument used was a questionnaire. The results showed that nine (60%) of respondents has high level of hardiness with percentage on control aspect is 66,7%, commitment aspect is 60% and challenge aspects id 86,7 %, while six (40%) of respondents had low level of hardiness.

 

Abstrak. Pasangan suami istri akan menjalani kewajiban-kewajiban dalam rumah tangga sesuai dengan porsinya masing-masing, akan tetapi ketika salah satu pasangan menderita penyakit maka akan terjadi penambahan tugas pada salah satu pasangan. Adapun tugas istri dalam rumah tangga adalah menjaga harta suami, mengurus dan mendidik anak dan semua yang berhubungan dengan rumah tangga. Apabila suami sakit, maka istri wajib untuk merawatnya. Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti kepada istri yang merawat suami penderita diabetes mellitus di Puskesmas Mandirancan Indramayu, didapatkan data bahwa istri mengakui adanya perasaan tertekan,sedih dan khawatir terhadap kondisi suami. Masalah tersebut dapat dihadapi dengan baik jika individu menjadi lebih kuat, tahan, dan stabil dalam menghadapi stres dan mengurangi efek negatif yang dihadapi, hal inilah yang disebut dengan hardiness (Kobasa,1979).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hardiness pada istri yang merawat suami penderita diabetes mellitus berdasarkan ketiga aspek dari hardiness yaitu kontrol, komitmen dan tantangan. Metode penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan analisis data berupa deskriptif persentase. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 15 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan 9 (60%)  responden memiliki hardiness tinggi dengan persentase aspek kontrol 66,7% , aspek komitmen 60% dan aspek tantangan sebesar 86,7%, sedangkan 6 responden lainnya (40%) memiliki kepribadian hardiness dengan kategori rendah.


Keywords


Hardiness, Wife, Diabetes Mellitus

References


Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan dan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Badawi, H. (2009). Melawan Dan Mencegah Diabetes: Panduan Hidup Sehat Tanpa Diabetes. Yogyakarta: Araska Printika.

Bartone, P. T. (1999). Hardiness protects against war-related stress in army reserve foces. Counseling Psychology Journal, 51, 72-82.

Bryer, M. (2012). 100 Tanya-Jawab Mengenai Diabetes. Jakarta: PT Indeks.

Contrada, R.J. 1989. Type A Behavior, Personality Hardiness and Cardiovascular Response to Stress. Journal of Personality and Social Psychology. 57/5: 895-903.

Elsari, Langgersari N. 2007. Penerimaan Diri Istri Yang Mempunyai Suami Penderita Diabetes Mellitus. Skripsi Psikologi Universitas Islam Negeri Surabaya. Surabaya: Tidak diterbitkan.

Hasan, Ali M . 2006. Pedoman Hidup Berumah Tangga dalam Islam. Jakarta:Siraja.

Kartono, K (1992). Psikologi Wanita: Mengenal Wanita Sebagai Ibu dan Nenek. Jilid 2. Bandung: Mandarmaju.

Kobasa, S.C., S.R. Maddi, S. Khan. 1982. Hardiness and Health: A Prospective Study. Journal of Personality and Social Psychology. 421/1: 168-177.

Maddi, S.R. & Kobasa, S, C. 2005. The Story Of Hardinees: Twenty Years Of Theorizing, Research, And Practice, Counseling Psych⅓⅓⅓ology Journal (Practice And Research, 54 (3). 175-185.

Noor, Hasanuddin. 2012. Psikometri: Aplikasi Dalam Penyusunan Instrumen Pengukuran Perilaku. Bandung: Penerbit Jauhar Mandiri.

Novita, Sari R. (2012). Diabetes Mellitus. Yogyakarta: Nuha Medika.

Rizky D, Isnanto R, Hidayatno A. KLASIFIKASI PENYAKIT DIABETES MELLITUS BERDASAR CITRA RETINA MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS DENGAN JARINGAN SARAF TIRUAN. Jurnal TRANSIENT Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang. 2 (3). 2013.

Sihotang, Fitriana Nursinta. 2011. Hubungan antara Hardiness dan Emotional Intelligence dengan Stres pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Rumah Sakit Ambarawa. Skripsi Psikologi Universitas Negeri Semarang. Semarang: Tidak diterbitkan.

Sudjana, N & Ibrahim. (2004). Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Susetya, W. (2008). Merajut Benang Cinta Perkawinan. Jakarta: Penerbit Republika.

Tandra, H. 2008. Segala Sesuatu Yang Harus Anda Ketahui Tentang Diabetes. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Wicaksono. DIABETES MELLITUS TIPE II PADA IBU RUMAH TANGGA DENGAN PENGETAHUAN YANG KURANG TENTANG DIABETES DAN AKTIVITAS FISIK TERATUR. Jurnal Medula Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. 1 (1). 2013.

Wiebe, D.J. 1991. Hardiness and Stres Moderation: A Test of Proposed Mechanisms. Journal of Personality and Social Psychology. 60/1: 89-99.




Flag Counter