Studi Deskriptif Mengenai Resiliensi Istri sebagai Caregiver pada Penderita Diabetes Melitus (DM) Tipe II di RSUD Sejiran Setason

Rahmi Dilpha Safira Anizar, Endang Pudjiastuti

Abstract


Abstract. Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease. Based on the measurement of blood sugar, the province of Bangka Belitung is one of 13 Provinces with the prevalence of DM above national prevalence. One of the hospitals that care for patients of DM in Bangka Belitung is a PROVINCIAL HOSPITAL Sejiran Setason residing in Muntok. When the individual terdiagnosa DM certainly appear some changes physically and psychologically. The psychic impact is not only experienced by patients but their families and couples who became caregiver also experienced a similar psychic impact. For treating patients DM an awful lot of pressure and a feeling of negativ faced caregiver not uncommon caregiver be derailed and stress to the situation, so it can't be his role well, it also had an impact on healing in patients, for it required resiliensi in a caregiver. Resilience according to Wagnild and Young 1993 is a factor in themselves to be able to adapt in the face of difficult conditions experienced by the individual. The purpose of this research is to gain an overview of resiliensi's wife as a caregiver in people with DM at the PROVINCIAL HOSPITAL Sejiran Setason. The methods used in this research is descriptive method with the subject as much as 7orang. Data collection is done using a 14 item Resilience Scale from Wagnild and Young. With the results of the 14th 0.737 reliability and gauge the items were declared valid. From the results of the measurements, there are two subjects that are at a high level of resilience and the 5 subject is at the level of the resilence medium.

 

Abstrak. Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis. Berdasarkan pengukuran gula darah, Provinsi Bangka Belitung merupakan salah satu dari 13 Provinsi dengan prevalensi DM diatas prevalensi nasional.Salah satu Rumah Sakit yang merawat pasien DM di Bangka Belitung ialah RSUD Sejiran Setason yang berada di Kecamatan Muntok. Ketika individu terdiagnosa DM tentu muncul beberapa perubahan secara fisik maupun psikologis. Dampak psikis ini tidak hanya dialami oleh pasien tapi keluarga dan pasangan yang menjadi caregiver juga mengalami dampak psikis yang serupa.Selama merawat pasien DM banyak sekali tekanan dan perasaan negativ yang dihadapi caregiver tidak jarang caregiver menjadi terpuruk dan stress dengan keadaan, sehingga tidak dapat menjelankan perannya dengan baik,hal ini juga berdampak pada penyembuhan pada pasien, untuk itu dibutuhkan resiliensi dalam diri seorang caregiver. Resiliensi menurut Wagnild dan Young 1993 adalah suatu faktor dalam diri untuk dapat beradaptasi dalam menghadapi kondisi sulit yang dialami individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran resiliensi istri sebagai caregiver pada penderita DM di RSUD Sejiran Setason. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 7orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan adalah 14 item Resilience Scale dari Wagnild dan Young. Dengan hasil reliabilitas 0,737 dan ke 14 item alat ukur tersebut dinyatakan valid. Dari hasil pengukuran terdapat 2 subjek yang berada pada tingkat resiliensi tinggi dan 5 subjek berada pada tingkat resilensi sedang. 


Keywords


Resilience, Caregiver, Diabetes Mellitus

References


American Psychological Association.2015. Family Caregiving. Dikutip pada tanggal 21 Desember 2016

Amir, S.M.J., Wungouw, H., & Pangemanan, D. (2015). Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Bahu Kota Manado. Jurnal e-Biomedik (eBm), 3(1), 32-40.

Arikunto,Suharsini.2009.Manajemen Penelitian.Jakarta:PT.Rineka Cipta

Arskey, H., & Hirst, M. (2005). Unpaid Carers’ Access to and Use of Primary Care Services. Primary Health Care Research and Development, 2(6), 110-116.

Ashardianto, S, 2012. Hubungan antara Resiliensi dan Psychological Well-Being: Suatu Studi Pada Mahasiswa Relawan Bencana di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Universitas Islam Indonesia

Bennett & Gill W. (2012). Caring relationship: How to resilience in challenging times. The social ecology of resilience : ahand book of theory and practice, springerscience+businessmedia,LLC 2012

Chakraborty Hamblin B.(2007). Resiliency factors : predictors of quality of life in family caregivers of patients with amyotrophic lateral sclerosis (PCOM). A disseration psycology.

Family Caregiver Alliance.2006.Caregiver Helath. Dikutip pada 21Desember 2016.

Fatimah, R.N. (2015). Diabetes Melitus Tipe 2. J Majority, 4(5), 93-101.

Given A. Barbara, Charles & Paula (2012). Family and Caregiver needs over the course of the cancer trajectory.Journaloncology.10(2),2012.

Gorthberg E (2004). Children and caregivers : the role of resilience. Jinan (2004). China: International council of psychologists (ICP) convention.

Lin Fang-Yi,Jiin-Ru Rong,&ztuzu-Ying Lee(2013). Resiliece among caregivers of children with chronic condition: aconcept analysis. Journal of multidiciplinary Healthcare.6,323-333

Menz Cassandra.(2012). Discovering resilience in children who witnessed caregiving with cancer. These social work:aretrospective study.

Nasution,S M. 2011. Resiliensi, Daya Pegas Menghadapi Trauma Kehidupan. Medan : USU Press.

Nazir, Moh 2009. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesi

Noor, Hasanuddin. 2009. Psikometri. Aplikasi Dalam Penyusunan Instrumen Pengukuran Perilaku. Bandung : Jauhar Mandiri

Paramita,F,P 2012, Hubungan Natara Resiliendi dan Coping pada Remaja Akhir yang Memiliki Orangtua Penderita Penyakit Kronis, Depok, Fakultas Psikologi Indonesia.

Pierce, L.L., Thompson, T.L., Govoni, A.L., & Steiner, V. (2012). Caregivers' incongruence: Emotional strain in Caring for Persons with Stroke. Rehabilitation Nursing Journal, 37(5).

Procedia – Social and Behavioral Sciences 165 (2015) 260-266

Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007, Laporan Nasional 2007, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Departemen Kesehatan, Republik Indonesi. Desember 2008

Rosyani,C R, 2012, Hubungan antara Resiliensi dan Coping pada pasien kanker dewasa, Fakultas Psikologi Program Sarjana Reguler Depok, Universitas Indonesia. Hubungan antara..., Clarissa Rizky Rosyani, F.Psikologi UI,2012.

Rudy, B dan Richard D. 2014 Buku pegangan diabetes edisi ke 4. Jakarta : Bumi Medika.

Shaly, R D V, 2013, Resiliensi pada penderita kanker Serviks Stadium Lanjut, Fakultas Psikologi Universitas Muhamadiyah Surakarta.

Siebert, Al. (2005). The resiliency advantange: master chamge, thrive under pressure, and bounce back from setbacks: San Fransisco: Berrett-Koehler publishers.inc.

Sihombing,O,2011,Hubungan antara resiliensi dan mindset pada mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin di fakultas X Universitas Y, Depok, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&G. Bandung Alfabeta

Sukmarini,Natalingrum.2009. Optimalisasi Peran Caregiver dalam Penatalaksanaan Skizofrenia.Bandung: Majalah Psikiatri XLII(I)

Tantono,Siregar H.,Siregar IMP,Hassan Z.2006. Beban Caregiver Lanjut Usia.Suatu Survey Terhadap Caregiver Lanjut Usia Di Beberapa Tempat Sekitar Kota Bandung: Majalah Psikiatri XL(4).

Wagnild,G.2009. The resilience scale user’s guide for the US English version of the resilience scale and the 14 item resilence scale (RS-14). Worden, MT: The Resilience Center.

Wagnild,G.M 2009. A Review of resilience scale. Journal of Nursing Measurement,17.2.

Wagnild,G.M. 2010. Discovering Your Resilience Core.

Wagnild,G.M., & Young,H,M 1993. Development and Psychometric Evaluation of the Resilience Scale. Journal of Nursing Measurement,1,2.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.5722

Flag Counter