Hubungan Work-Family Conflict dengan Subjective Well-Being Perawat Rumah Sakit Muhammadiyyah

Azka Aulia, Anna Rozanna

Abstract


Abstract. Nowadays, a married woman does not only have the role of being a housewife, but she can add to the role of a career woman. Like the respondents in this study, namely women who are married, have children, and work as nurses. It is equally important to fulfill both roles. When these demands are not balanced, it will cause conflict. In this case the Work-Family Conflict. This conflict will cause stress, the stress felt by the working mother will affect her psychological well-being. Whereas welfare is one of the keys in optimizing the role. This study aims to see the relationship between work-family conflict with subjective well-being on nurses at the Muhammadiyyah Hospital Bandung. This study uses a work-family conflict scale measuring tool from Carlson, Kacmar, & William (2000) which has been adapted and translated by Indah Soca Kuntari, M, Psi, Psikolog (2015). Measuring subjective well-being consists of two measuring tools, namely SWLS compiled by Diener, Emmons, Larsen & Griffin (1985) and SPANE compiled by Ed Diener (2009), both of which have been adapted and translated by Ratri (2019). The results of data analysis using SSPS with Spearman's Rho -0.012 correlation test means that there is no relationship between work-family conflict and subjective well-being.

Keywords: Work-Family Conflict, Subjective Well-Being, Nurse, Muhammadiyyah Hospital.

Abstrak. Saat ini, wanita yang sudah menikah tidak hanya mempunyai peran sebagai ibu rumah tangga saja, tetapi ia bisa menambah peran sebagai wanita karir. Seperti responden dalam penelitian ini, yaitu wanita yang telah menikah, memiliki anak, dan bekerja sebagai perawat. Memenuhi kedua tuntutan peran tersebut adalah sama pentingnya. Ketika tuntutan tersebut tidak seimbang maka akan menimbulkan konflik. Dalam hal ini adalah Work-Family Conflict. Konflik tadi akan menimbulkan stress, stress yang dirasakan oleh ibu yang bekerja akan mempengaruhi kesejahteraan psikologisnya. Padahal kesejahteraan adalah salah satu kunci dalam optimalisasi peran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara work-family conflict dengan subjective well-being pada perawat Rumah Sakit Muhammadiyyah Bandung. Penelitian ini menggunakan alat ukur work-family conflict scale dari Carlson, Kacmar, & William (2000) yang telah diadaptasi dan diterjemahkan oleh Indah Soca Kuntari, M,Psi, Psikolog (2015). Alat ukur subjective well-being terdiri dari dua alat ukur yaitu SWLS yang disusun oleh Diener, Emmons, Larsen & Griffin (1985) dan SPANE yang di susun oleh Ed Diener (2009) keduanya telah diadaptasi dan diterjemahkan oleh Ratri (2019). Hasil analisa data menggunakan SSPS dengan uji korelasi Spearman’s Rho -0,012 artinya bahwa tidak terdapat hubungan antara work-family conflict dengan subjective well-being.

Kata Kunci: Work-Family Conflict, Subjective Well-Being, Perawat, Rumah Sakit Muhammadiyyah.

Keywords


Work-Family Conflict, Subjective Well-Being, Perawat, Rumah Sakit Muhammadiyyah

Full Text:

PDF

References


Allen , T., Hersch, Sutton, M., & Bruck, C. (2000). Consequencess Associated With Wok to Family Conflict : A Review and Agenda for Future Research. Journal of Ocupational Health Psychology, Vol 5, (278-308).

Calrson, D., & Kacmar, K. (2000). Work-Family Conflict in The Organization: Do Life Role Values Make a Difference. Journal of Management Vol 26, 1031-1054.

Diener, E., Oishi, S., & Lucas, R. (2005). Subjective Well-Being : The Science of Happiness and Life Satisfaction. New York: Oxford University Press.

Greenhaus, J., & Beutell, N. (1985). Source of Conflict Between Work and Family Spouse at Work. The Academy of Management Review Vol 10.

Matthew, R., Wayne, J., & Ford, M. (2014). A Work Family Conflict/Subjective Well-Being a Test of Competing Theories of Longitudinal Effects. Journal of Applied Psychology, 1173-1187.

Musradinur. (July 2018). Stress dan Cara Mengatasi Dalam Perspektif Psikologi. Jurnal Edukasi Vol 2. Nomor 2, 183 - 186.

Wahyuningtyas, P. (2011, May 11). Hubungan Antara Konflik Peran Ganda Ibu Bekerja Dengan Sikap Terhadap Pemberian ASI Eksklusif Di Lembaga Pemerintah Kota Magelang. Retrieved from lib.unnes.ac.id: https://lib.unnes.ac.id

Yan, K., & Christy, S. (April 2020). Work-Family Conflict dan Subjective Well-Being pada Polisi Wanita. Jurnal Humanitas Vol. 4. No. 1, 7 dan 11.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v6i2.23630

Flag Counter    Â