Pengaruh Kematangan Emosi terhadap Kematangan Karier Siswa SMKN Kelas XII di Bandung

Shindy Julieta Dwi Puspita, Dewi Sartika

Abstract


Abstract. Vocational High School (SMK) is one of the school institutions that prepares students to become skilled and productive workers in the world of work and is also able to create jobs. However, based on data from the Central Statistics Agency, one of the biggest contributors to the Open Unemployment Rate in West Java based on education level graduates comes from vocational students. The unemployment rate that occurs is caused by the low career maturity of students. Emotional maturity is one of the causes for the low career maturity of vocational students. This type of research is a causality research with a quantitative approach. The measuring instruments used are the Emotional Maturity Scale from Ananda (2017) and the Career Maturity Scale constructed by Dewi Sartika (2003) referring to the Super theory concept. The research subjects were students of SMKN class XII in Bandung, totaling 395 respondents. Data analysis using Simple Regression Test technique. The results obtained show the coefficient of determination of 0.446. Thus, the emotional maturity variable has an effect of 44.6% on the career maturity variable. In addition, the results obtained from the value of tcount > ttable it is 3.311> 0.05 with a significance value of 0.000 <0.05. This means that there is a significant influence between emotional maturity on career maturity.

Keywords: Career Maturity, Emotional Maturity, Vocational School Students

Abstrak. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu institusi sekolah yang mempersiapkan siswanya menjadi tenaga kerja yang terampil dan produktif di dunia kerja dan juga mampu untuk menciptakan lapangan kerja. Namun, berdasarkan data di Badan Pusat Statistik (BPS) salah satu penyumbang terbesar Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Barat berdasarkan tamatan tingkat Pendidikan berasal dari siswa SMK. Angka pengangguran yang terjadi disebabkan oleh rendahnya kematangan karier yang dimiliki siswa. Kematangan emosi merupakan salah satu penyebab rendahnya kematangan karier yang dimiliki oleh siswa SMK. Jenis penelitian ini adalah penelitian kausalitas dengan pendekatan kuantitatif. Alat ukur yang digunakan yaitu Skala Kematangan Emosi dari Ananda (2017) dan Skala Kematangan Karier yang dikonstruksi oleh Dewi Sartika (2003) mengacu pada konsep teori Super. Subjek penelitian adalah siswa SMKN kelas XII di Bandung yang berjumlah 395 responden. Analisis data menggunakan teknik Uji Regresi Sederhana. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai koefisien determinasi sebesar 0,446. Sehingga, variabel kematangan emosi berpengaruh sebesar 44,6% terhadap variabel kematangan karier. Selain itu, didapatkan hasil nilai thitung > ttabel yaitu 3.311 > 0,05 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara kematangan emosi terhadap kematangan karier.

Kata Kunci: Kematangan Emosi, Kematangan Karier, Siswa SMK


Keywords


Kematangan Emosi, Kematangan Karier, Siswa SMK

Full Text:

PDF

References


Ananda, Y. R. (2017). Hubungan Kematangan Emosi Dengan Pengambilan Keputusan Karier Pada Siswa Kelas XII SMA. Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application, 46-51.

Azwar, S. (2007). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Badan Pusat Statistik Jawa Barat. (2019). Indikator Statistik Terkini Provinsi Jawa Barat Edisi September 2019. Jawa Barat: Badan Pusat Statistik Jawa Barat.

Badan Pusat Statistik Jawa Barat. (2019). Laporan Eksekutif Keadaan Angkatan Kerja Provinsi Jawa Barat Februari 2019. Jawa Barat: Badan Pusat Statistik Jawa Barat.

Cirebon Real Time News. (2019, Agustus 30). radarcirebon.com. Retrieved from https://radarcirebon.com/resmi-reposisi-kurikulum-smk-solusi-menanggulangi-pengangguran-lulusan-kejuruan.html

Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung. (2019). Tingkat Pencari Kerja Berdasarkan Tamatan Pendidikan. Retrieved from https://disnaker.bandung.go.id/dashboard

Hami, A, E., Hinduan, Z., & Sulastiana, M. (2016). Gambaran Kematangan Karier Pada Para Calon Sarjana di Lingkungan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. 1-38.

Peilouw, F. J., & Nursalim, M. (2013). Hubungan Antara Kematangan Emosi dengan Self-Efficacy. Character, Volume 01, Nomor 02, Tahun 2013, 1-6.

Peraturan Pemerintah Indonesia. (2019). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 1990 Tentang Pendidikan Menengah. Retrieved from http://www.bphn.go.id/data/documents/90pp029.pdf

Prahesty, I. D., & Mulyana, O. P. (2013). Perbedaan Kematangan Karier Siswa Ditinjau Dari Jenis Sekolah. Character, Volume 02 Nomor 01 Tahun 2013, 1-7.

Puspasari, D. (2016). Hubungan Antara Kematangan Emosi Dengan Pengambilan Keputusan Pada Remaja di SMAN 2 Sukoharjo. 1-15.

Ratnaningsih, I. Z., Kustanti, E. R., Prasetyo, A. R., & Fauziah, N. (2016). Kematangan Karier Siswa SMK Ditinjau Dari Jenis Kelamin dan Jurusan . Humanitas Vol. I3 No.2, 112-121.

Sartika, Dewi. (2003). Hubungan antara Kematangan Karier dan Self Esteem pada Sarjana Baru UNISBA angkatan ke-3. Thesis (tidak diterbitkan). Fakultas Psikologi: Universitas Padjadjaran

Sharf, R. S. (2010). Applying Career Developmental Theory to Counseling Fifth Edition. United States of America: Cengange Learning.

Silalahi, Ulber. (2017). Metode Penelitian Sosial. Bandung: PT Refika Aditama

Slameto. (2013). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta

Walgito, Bimo. (2004). Bimbingan dan Konseling Perkawinan. Yogyakarta: Andi.

Wibowo, A. (2016). Adversity Quetient, Self Efficacy dan Kesiapan kerja Siswa Kelas XII Program Keahlian Multimedia SMKN 1 Kabupaten Jombang. Persona, Jurnal Psikologi Indonesia, 174-180.

Yuliara, I Made. (2016). Modul Regresi Linier Sederhana. Retrieved from https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_pendidikan_1_dir/3218126438990fa0771ddb555f70be42.pdf




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v6i2.23055

Flag Counter