Studi Deskriptif Mengenai Penyesuaian Perkawinan pada Pasangan Remaja Yang Menikah Dini di Desa ”X” Kabupaten Bandung Barat

Aprista Garini Marhen, Endang Supraptiningsih

Abstract


Abstract. Marriage that occurs in adolescents is not in accordance with the task of development, it should be done in adulthood. The reason for the teenager getting married was because of his own desire and got pregnant outside of marriage. The teenage couple is required to be able to adjust to various situations and conditions that should not have been their job. After marriage, teenage couples have to face various conflicts that occur in their marriage. Among them there is no clear division of duties and responsibilities, no agreement between husband and wife, unstable economic conditions. For this reason, marital adjustment is needed, according to Spanier (Hammachi, 2005) is a process that must go through various stages such as effective communication, the process of dealing with conflicts that occur, and satisfaction in various relationships with partners. The purpose of this study was to determine the description of marriage adjustment in teenage couples in X Village, Cihampelas District, West Bandung Regency. The design of this research is descriptive quantitative. This research provides a more detailed description of an event based on existing data, presents data and analyzes. The subjects of this study were 25 young married couples aged 15 to 19 years. The measuring instrument used was questionnaire items totaling 48 items derived from the aspect of marriage adjustment according to Spanier (Hammachi, 2005). The results showed 18 (72%) teenage couples had low marital adjustment and 7 (28%) teenage couples had high marital adjustment.

Keywords: Marital Adjustment, Teenager

Abstrak. Perkawinan yang terjadi pada remaja tidak sesuai dengan tugas perkembangannya, seharusnya hal tersebut dilakukan pada masa dewasa. Alasan remaja tersebut menikah pun dikarenakan keinginan sendiri serta hamil di luar nikah. Pasangan remaja tersebut dituntut untuk dapat menyesuaikan diri di berbagai situasi dan kondisi yang seharusnya belum menjadi tugasnya. Setelah menikah pasangan remaja harus menghadapi berbagai konflik yang terjadi dalam perkawinannya. Diantaranya belum terdapat pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas, belum adanya kesepakatan antara suami dan isteri, kondisi ekonomi yang belum stabil.  Untuk itu diperlukannya penyesuaian perkawinan, penyesuaian perkawinan menurut Spanier (hammachi,2005) merupakan merupakan suatu proses yang harus melalui berbagai tahap seperti komunikasi yang efektif, proses menangani konflik-konflik yang terjadi, dan kepuasan dalam berbagai hubungan dengan pasangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penyesuaian perawinan pada pasangan remaja di Desa X Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat. Desain penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif penelitian ini memberikan gambaran lebih mendetail mengenai suatu peristiwa berdasarkan dengan data yang ada, menyajikan data dan menganalisis. Subjek dari penelitian ini adalah 25 pasangan remaja menikah dini dengan rentang usia 15 sampai 19 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah item-item kuesioner sebanyak 48 item yang di diturunkan dari aspek penyesuaian perkawinan menurut Spanier (Hammachi, 2005). Hasil menunjukan 18 (72%) pasangan remaja memiliki penyesuaian perkawinan yang rendah dan 7 (28%) pasangan remaja memiliki penyesuaian perkawinan yang tinggi.

Kata kunci: Penyesuaian Perkawinan, Remaja


Keywords


Penyesuaian Perkawinan, Remaja

Full Text:

PDF

References


Anjani, C. & Suryanto. (2006). Pola Penyesuaian Perkawinan Pada Periode Awal. Insan, Jurnal Psikologi Universitas Airlangga. Vol, 08. No. 03, Hal. 198-210.

Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Anggraini, Rahma. (2019). “Penyesuaian Pernikahan Pada Remaja Yang Menikah Dini”.

Fikroti, Apriastiana. (2017). “Penyesuaian Perkawinan Perempuan Muda yang Telah Menikah Dini”.

Hamamchi, Zeynep. (2005). Dysfungtional Relationship Beliefs In Marital Satisfaction And Adjustment.

Noor, Hasanuddin. (2012). Psikometri; Aplikasi Dalam Penyusunan Instrumen.

Spainer, G.B. (1976).Measuring Dyadic Adjusment: New Scale For Assessing TheQuality




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v6i2.22453

Flag Counter