Hubungan Antara Self-Disclosure dan Penyesuaian Pernikahan pada Periode Awal Pernikahan

Kania Hidayah, Muhammad Ilmi Hatta

Abstract


Abstract. The divorce rate in Tasikmalaya city is increasing every year. Many divorce occurs in couples with a marriage age of 1-5 years long, with range of age 20-40 years. The continuous quarrel becomes a dominating cause in the divorce phenomenon. Divorce can be occurs because the couples experiencing obstacles in communication and pose disputes. Self-Disclosure is a modality of communication. Self-Disclosure has a role in getting to know deeper and understanding between the couple who influence the marital adjustment. A good marital adjustment is one of the reason of successful marriage. The purpose of this research is to determine the relationship between self-disclosure and marital adjustment during the initial period of marriage. The subject of this research is 55 couples aged 20-40 years with a maximum age of wedding 5 years, doing a courtship before marriage, and domiciled in Kawalu district in Tasikmalaya. The data was collected using the MSDQ (Marital Self-Disclosure Questionnaire) (Waring, 1998) and DAS (Dyadic Adjustment Scale) (Spanier, 1976), questionnaires were modified by the authors. The analytical techniques used are spearman and are computed using the help of SPSS software version 23 for Windows. The results showed a significant correlation between the self-disclosure and the marital adjustment in the initial period of marriage with a correlation coefficient (r) 0.459.

Keywords: Self-disclosure, Penyesuaian Pernikahan, Periode Awal Pernikahan

Abstrak. Angka perceraian di Kota Tasikmalaya setiap tahun semakin meningkat. Perceraian banyak terjadi pada pasangan dengan usia pernikahan 1-5 tahun dengan rentang usia dari 20-40 tahun. Pertengkaran terus menerus menjadi penyebab yang mendominasi dalam fenomena perceraian. Perceraian terjadi karena pasangan mengalami kendala dalam komunikasi dan menimbulkan perselisihan. Self-disclosure merupakan modalitas dari komunikasi.  Self-disclosure memiliki peran dalam mengenal lebih dalam dan memahami pasangan yang berpengaruh terhadap penyesuaian pernikahan. Penyesuaian pernikahan yang baik menjadi salah satu penentu keberhasilan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-disclosure dan penyesuaian pernikahan pada periode awal pernikahan. Subjek penelitian ini adalah 55 pasangan menikah berusia 20-40 tahun dengan usia pernikahan maksimal 5 tahun, melakukan masa pacaran sebelum menikah, dan berdomisili di kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Pengumpulan data menggunakan kuesioner MSDQ (Marital Self-Disclosure Questionnaire) (Waring, 1998) dan DAS (Dyadic Adjustment Scale) (Spanier, 1976) yang dimodifikasi oleh penulis. Teknik analisis yang digunakan adalah spearman dan dihitung menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS versi 23 for windows. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara self-disclosure dan penyesuaian pernikahan pada periode awal pernikahan dengan koefisien korelasi (r) 0,459.

Kata Kunci: Self-disclosure, Penyesuaian Pernikahan, Periode Awal Pernikahan.


Keywords


Self-disclosure, Penyesuaian Pernikahan, Periode Awal Pernikahan

Full Text:

PDF

References


Anjani, C. (2006). pada Periode Awal. INSAN, 8(3), 198–210.

Arrasuli, A. N. (2015). Hubungan Pengungkapan Diri Dengan Kepuasan Perkawinan (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau).

Astasari, Ni Putu Widya Dharma & Lestari, M. D. (2016). Hubungan Penyesuaian Pernikahan Pada Wanita Bali Yang Menjalani Pernikahan Ngerob Di Denpasar. Ni Putu Widya Dharma Astasari dan Made Diah Lestari. Psikologi Udayana, 3(3), 407–416.

Billeter, C. B. (2002). An Exploration of Eight Dimensions of Self-Disclosure with Relationship Satisfaction By.

Birditt, K. S., Brown, E., Orbuch, T. L., & McIlvane, J. M. (2010). Marital Conflict Behaviors and Implications for Divorce Over 16 Years. Journal of Marriage and Family, 72(5), 1188–1204. https://doi.org/10.1111/j.1741-3737.2010.00758.x

Dewi, Putu Yunita Trisna & Wilani, N. M. A. (2016). Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dan Penyesuaian Pernikahan Pada Pria Dewasa Awal Di Denpasar. Psikologi Udayana, 3(2), 292–300.

Dora, R. E. (2017). Self Disclosure Muslimah Berhijab di Media Sosial Instagram (Studi Deskriptif Kepada Anggota Komunitas Hijabers Malang). (1981), 8–30.

Duffy, K. G., & Atwater, E. (2014). Psychology for Living: Adjustment, Growth, and Behavior Today. Boston: Pearson

Hurlock. (2002). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Iswantiningtyas, V., & Pascarini, A. (2012). Penyesuaian Perkawinan, Subjective Well Being dan Konflik Perkawinan. Jurnal Psikologi Tabularasa, 7(1).

Luthfi, M. (2017). Komunikasi Interpersonal Suami dan Istri Dalam Mencegah Perceraian di Ponorogo. ETTISAL Journal of Communication, 2(1), 51. https://doi.org/10.21111/ettisal.v2i1.1413

Nurhajati, L., & Wardyaningrum, D. (2014). Komunikasi Keluarga dalam Pengambilan Keputusan Pernikahan di Usia Remaja. Jurnal AL-AZHAR Indoensia Seri Pranata Sosial, 1(4), 236–248. https://doi.org/10.1109/ROBOT.1997.620145

Papalia, D., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2008). Human Development (Psikologi Perkembangan) (edisi kesembilan). Jakarta: Kencana

Putnam, R. R. (2011). First Comes Marriage, Then Comes Divorce: A Perspective on the Process. Journal of Divorce and Remarriage, 52(7), 557–564. https://doi.org/10.1080/10502556.2011.615661

Retiara, G. S., Khairani, M., & Yulandari, N. (2016). Asertivitas dan Penyesuaian Pernikahan pada Dewasa Awal di Aceh Tengah Assertiveness and Marital Adjustment of Young Adult in Central Aceh. Jurnal Psikogenesis, 4(2), 161–169.

Rini, I. R. S. R. (2009). Hubungan antara keterbukaan diri dengan penyesuaian pernikahan pada pasangan suami istri yang tinggal terpisah. Psycho Idea, 7(2), 1–13.

Rizal, Muhamad. (2019, March 12). Kasus Perceraian di Jawa Barat Meningkat. Jabar News. Retrieved from https://jabarnews.com/read/70157/kasus-perceraian-di-jawa-barat-meningkat

Rumondor, P. C. (2011). Gambaran Penyesuaian Diadik Pada Pasangan Dewasa Muda Di Awal Pernikahan. Humaniora, 2(1), 468-476.

Sahraian, A., Bahmanipoor, A., Amooee, S., Mahmoodian, H., & Mani, A. (2016). Marital Maladjustment in Infertile Couples Who Referred to Ghadir Mother and Child Hospital, Shiraz. Women’s Health Bulletin, 3(2). https://doi.org/10.17795/whb-30895

Sakinah, F., & Kinanth, M. R. (2018). Pengungkapan Diri Dan Kepuasan Pernikahan Pada Individu Yang Menikah Melalui Proses Ta’Aruf. Jurnal Psikologi Integratif, 6(1), 29. https://doi.org/10.14421/jpsi.v6i1.1466

Shah, T. (2016). Adjustment to Divorce (Spouses). Encyclopedia of Family Studies, 1–6. https://doi.org/10.1002/9781119085621.wbefs186

Shehan, C.L. (2003). Marriage and Families

Skowron, E. A. (2000). The role of differentiation of self in marital adjustment. Journal of Counseling Psychology, 47(2), 229–237. https://doi.org/10.1037/0022-0167.47.2.229

Soliz, J., Thorson, A. R., & Rittenour, C. E. (2009). Communicative correlates of satisfaction, family identity, and group salience in multiracial/ethnic families. Journal of Marriage and Family, 71(4), 819–832. https://doi.org/10.1111/j.1741-3737.2009.00637.x

Spanier, G. B. (1976). for Adjustment : New the of Marriage Quality Similar. Journal of Marriage and Family, 38(1), 15–28.

Strizzi, J. M., Sander, S., Ciprić, A., & Hald, G. M. (2019). “I Had Not Seen Star Wars” and Other Motives for Divorce in Denmark. Journal of Sex & Marital Therapy, 0(0), 1–10. https://doi.org/10.1080/0092623x.2019.1641871

Waring, E. M., Holden, R. R., & Wesley, S. (1998). Development of the marital self‐disclosure questionnaire (MSDQ). Journal of clinical psychology, 54(6), 817-824.

Wardhani, N. A. K. (2012). Self disclosure dan kepuasan perkawinan pada istri di usia awal perkawinan. Calyptra, 1(1), 1-9.

Yu, T. (2014). Gender Differences on Self-disclosure in Face-to-Face Versus E-mail Communication. (Icelaic), 742–745. https://doi.org/10.2991/icelaic-14.2014.184




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v6i2.22347

Flag Counter