Hubungan Komitmen Beragama dengan Kontrol Diri Santri di Pondok Pesantren Darussalam Tasikmalaya

Ghesani Kamalia Rizany Tabah Mustika, Umar Yusuf Supriatna

Abstract


Abstract. Religiosity gives one's inner experience, meaning, and practice of religion. Good religiosity requires religious commitment and good self-control. The phenomenon that occurs in some students at the Tasikmalaya Darussalam Islamic Boarding School shows that their religious commitment is still low, for example, there are still students who neglect the learning process. This proves the low self-control of students. This phenomenon directs researchers to find out how religious commitment and self-control of students and know whether there is a relationship between religious commitment and self-control of students in the Islamic Boarding School Tasikmalaya Darussalam. This study used a sample of 139 adolescent students. The measuring instrument used is the adaptation of previous researchers based on Glock and Strack's theory to measure religious commitment, and Averill's theory to measure Self-Control. The results showed a positive and significant relationship between religious commitment and self-control, (sig <α = 0.000 <0.05 and r count of 0.552> r table = 0.167. Data obtained from the results of this study indicate that religious commitment is low, and self-control low.

Keywords: Religious Commitment, Self Control, Santri.

Abstrak. Religiusitas memberikan pengalaman batin, pemaknaan, maupun pengamalan agama pada diri seseorang. Agama yang baik membutuhkan adanya komitmen beragama dan kontrol diri yang baik. Fenomena yang terjadi pada beberapa santri di Pondok Pesantren Darussalam Tasikmalaya menunjukkan bahwa komitmen beragama mereka masih rendah, misalnya masih terdapat santri yang melalaikan proses pembelajaran. Hal ini membuktikan rendahnya kontrol diri santri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana komitmen beragama dan kontrol diri santri serta mengetahui ada tidaknya hubungan antara komitmen beragama dengan kontrol diri santri di Pondok Pesantren Darussalam Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 139 santri remaja. Alat ukur yang digunakan yaitu dari peneliti sebelumnya berdasarkan teori Glock and Strack untuk mengukur komitmen beragama, dan teori Averill untuk mengukur Kontrol Diri. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara komitmen beragama dengan kontrol diri, (sig < α = 0.000 < 0.05 dan r hitung sebesar 0.552 > r tabel = 0.167). Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komitmen beragama rendah, dan kontrol diri rendah.

Kata Kunci: Komitmen Beragama, Kontrol Diri, Santri.


Keywords


Komitmen beragama, Kontrol Diri, Santri

Full Text:

PDF

References


Averill,J.R.(1973). Personal control over aversive stimulus and it’s relationship to stress.Psychological, bulletin.88.286-303.

Daradjat,Z. Ilmu jiwa agama. (Jakarta:Bulan bintang 1996). p :23.

Diananda Amita. (2018). Psikologi Remaja dan Permasalahannya. .ISSN 1979-2824.Vol 1.No.1. Januari.

Dwi Rahmawati & Lestari sri. Pengaruh teman sebaya terhadap kepatuhan santri di pondok pesantren modern. ISBN 978-602-71716 3-3. Proceding seminar nasional.

Febrianingsih Dian & Merdekasari Arih. (2018). Komitmen Beragama dalam Pendidikan Islam Berbasis Masyarakat Mahasiswa STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron,Ngawi,Jawa Timur”.ISSN 2406-775.ISSN 2540-7619 (Online).Vol. 5. No 1.Juli.

Gumilang Ria & Nurcholis Asep. (2018). Peran Pondok Pesantren dalam pembentukkan Karakter santri”.e-ISSN : 2615-1480 p-ISSN : 2622-5492.Vol 1.No 3, September.

Ferdianti Eva, Ulfiah, & Nurdin S Farid. (2013). Hubungan Komitmen Beragama dengan Perilaku Prososial pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri SGD Bandung angkatan 2008-2010. Vol. VI.

Hakiki Titan & Cahyono Rudi. (2015). Komitmen Beragama pada Muallaf (Studi Kasus pada Muallaf Dewasa). Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya.Vol 4.

Haryanto Subur.(2015). Studi Pemikiran Zakiah Daradjat Tentang Menumbuhkan Minat Anak Terhadap Pendidikan Agama.

https://tafsirweb.com/12020-quran-surat-an-naziat-ayat-40.html

http://eprints.walisongo.ac.id/6036/2/BAB%20I.pdf

http://etheses.uin-malang.ac.id/1194/6/10410066_Bab_2.pdf

http://etheses.uin-malang.ac.id/1551/6/08410008_Bab_2.pdf

http://proceeding.unisba.ac.id/index.php/sosial/article/view/329

Istiqomah (2008). Hubungan antara Tingkat Religiusitas dengan Kedisiplinan Pada Santri Pondok Pesantren Al Hidayah Purwojati Banyumas.

Kurniawan fajar & dwiyanti retno. (2013). Hubungan Religiusitas dengan Kontrol Diri pada Anggota Intelkam Polres Cilacap. PSYCHO IDEA, Tahun 11 No 1, februari.ISSN 1693-1076.

Listiari Esti. (2011). Hubungan antara religiusitas dan pengendalian diri pada remaja tingkat SMA. Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.No.7,2011,56-66.ISSN 1858-3970.

Maghfiroh Early.(2005). Dzikir sebagai kendali emosi bagi remaja.Vol VI No 1.

Novalia,C.S.(2013). Tingkat kecemasan pada santri pondok pesantren.jurnal online psikologi.

Maksum Ali.(2015). Model Pendidikan Toleransi di pesantren Modern dan Salaf.Vol 3 No 1. jurnal pendidikan agama islam. Hal 85.

Rachmawati, suresman & anwar. (2016). Korelasi Religiusitas dengan Kedisplinan Peserta Didik Kelas XI Semester Genap Tahun Ajaran 2015/2016”.Vol. 3.

Silalahi Ulber. (2015). Metode Penelitian Sosial Kuantitatif. Bandung :Refika Aditama.

Setianingsih Endah.(2009). Hubungan komitmen religius dengan kemampuan mengontrol diri.

Susanto happy. (2016). Perubahan perilaku santri (studi kasus alumni pondok pesantren salafiyah di desa langkap kecamatan besuki kabupaten Situbondo”.Vol 2. No 1 Juli- Desember.

Sri Rahayu.(2017). Diktat Kuliah Metodologi Penelitian I. Universitas Islam Bandung Fakultas Psikologi.

Zulianingsih Arni (2019). Strategi dan Pendekatan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembinaan Keberagamaan Remaja”.Vol 2.No.1.Mei.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v6i2.22344

Flag Counter