Hubungan Kebutuhan Afiliasi dengan Komunikasi Interpersonal pada Remaja Pengguna Twitter

Sannyra Septhy Permana Putri, Sulisworo Kusdiyati

Abstract


Abstract. The purpose of this study was to determine the relationship between the need for affiliation with interpersonal communication in Z generation adolescents using the Twitter social network. This study uses a quantitative approach with a correlational method. The measuring tool for Affiliation Needs uses the Affiliation Needs Scale from Yanica Nur Laila (2014) and the Interpersonal Communication measurement tool from Aldilla Firdausi (2014). The sampling technique used in this study was the Cluster Random Sampling method. The participants of this research were 358 high school students (SMA) who use twitter in Andir District, Bandung City. The data obtained is in the form of ordinal data using the Spearman rank correlation test. The results of this study indicate that there is a positive relationship between the need for affiliation and interpersonal communication. This means that the higher the need for affiliation, the higher the Interpersonal Communication among adolescent users of the Twitter social network. Suggestions in this study are expected for adolescents to use twitter more deeply when posting personal things, to be more active in class in order to hone their interpersonal communication skills, and to seek new experiences to expand their relationships in order to meet affiliation needs.

Keywords: Adolescent, Affiliation Needs, Interpersonal Communication, Twitter.

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan afiliasi dengan komunikasi interpersonal pada remaja generasi Z pengguna jejaring sosial twitter. Penelitian ini menggunakan pendektakan kuantitaif dengan metode korelasional. Alat ukur Kebutuhan Afiliasi menggunakan Skala Kebutuhan Afiliasi dari Yanica Nur Laila (2014) dan alat ukur Komunikasi Interpersonal dari Aldilla Firdausi (2014). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Cluster Random Sampling. Partisipan penelitian ini adalah remaja pelajar sekolah menengah atas (SMA) pengguna twitter yang berada di Kecamatan Andir Kota Bandung sebanyak 358 orang. Data yang diperoleh berupa data ordinal dengan menggunakan uji korelasi rank Spearman. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kebutuhan afiliasi dengan komunikasi interpersonal. Artinya semakin tinggi Kebutuhan Afiliasi, maka semakin tinggi pula Komunikasi Interpersonal pada remaja pengguna jejaring sosial twitter. Saran dalam penelitian ini diharapkan bagi para remaja lebih dalam menggunakan twitter ketika memposting hal yang bersifat pribadi, dapat lebih aktif saat dikelas agar mengasah kemampuan kominikasi interpersonalnya, dan mencari pengalaman-pengalaman baru untuk memperluas relasi hubungannya agar dapat memenuhi kebutuhan afiliasi.

Kata Kunci: Kebutuhan Afiliasi, Komunikasi Interpersonal, Remaja, Twitter.


Keywords


Adolescent, Affiliation Needs, Interpersonal Kebutuhan Afiliasi, Komunikasi Interpersonal, Remaja, TwitterCommunication, Twitter.

Full Text:

PDF

References


Aridarmaputri, G. S., Akbar, S. N., & Yunairrahmah, E. (2015). Pengaruh jejaring Sosial Terhadap Kebutuhan Afiliasi Remaja di Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Kalimantan.

Barker, V. (2009). Older Adolescents motivations for social network site use: The influence of gender, group identity, and collective self-esteem. Cyberpsychology & Behavior, 12, 209- 2013

Devito, A. Joseph. (2011). Hubungan Antar Manusia Edisi Kelima, Jakarta: Karisma Publishing Group.

Laksana, Bagus Tri Setia.(2015). Korelasi Antara Komunikasi Interpersonal dengan Kebutuhan Afiliasi pada Remaja di MTs Darul Ulum Waru-Sidoarjo. Surabaya.

McClelland, D.C., Atkinson, J.W, Clark, R.A., & Lowell, E.L.(1953). The achievement motive. New York: Appleton-Century-Crofts.

Nurhadi F, Z. (2017). Model Komunikasi Sosial Remaja Melalui Media Twitter. Jurnal ASPIKOM, Volume 3 Nomor 3, Juli 2017, hlm 539-549.

Santrock, J. W. (2007). Adolescence Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga.

Salleh, M. S. M., Mahbob, N. N., & Baharudin, N. S. (2017). Overview of "Generation Z“ Behavioural Characteristic and its Effect towards Hostel

Thelwall, M., Wilkinson, D., & Uppal, S. (2010). Data mining emotion in social network communication: Gender differences in myspace. Journal of the American Sociey for Information Science and Technology, 61, 190-199

Zukhrufillah, I. (2018). Gejala Media Sosial Twitter Sebagai Media Sosial Alternatif. Al-I’lam; Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, Vol. 1 No 2, March 2018, pp. 102-109




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v6i2.22336

Flag Counter