Studi Deskriptif Mengenai Kepuasan Kerja Researcher (Direnbang) PT. Biofarma (Persero) Bandung

Yasha Pangestika, Temi Damayanti Djamhoer

Abstract


Abstract. In Indonesia, PT Bio Farma is the only company engaged in the health sector, which is a vaccine production. PT Bio Farma (Persero) is a State-Owned Enterprise (BUMN) that produces vaccines and sera to support immunization programs in Indonesia and other countries. PT Bio Farma (Persero) has entered the World Health Organization (WHO) prequalification list. Currently, there is a change in vision, mission, and policies that make an additional job for employees. Research and development directorate is a section that affected by this change. This section gets additional jobs such as biosimillar and stemcell, so their work is increasing, a gap year with their teammates, a discrepancy related to salary, space to work, miss communication  between employees and superiors, unclear promotion system, and also unsuitable policies which have an impact on employees feelings towards job satisfaction. The purpose of this study is to describe the job satisfaction of researchers at PT. Biofarma (Persero) Bandung. This research is a descriptive study with a population of 50 people. Measurement based on Herzberg theory (two factor theory) using hygiene factors and motivator factors. The results showed that 20 people on the condition of high hygiene factors and high motivator factors, 8 people low hygiene factors and high motivator factors, and 22 people low hygiene factors and low motivator factors .

Keywords: Biofarma (Persero), Job Satisfaction (Two Factor Theory), Researcher

Abstrak. Di Indonesia, PT Bio Farma adalah satu-satunya perusahaan yang bergerak di sector kesehatan terkait vaksin yaitu tempat produksi vaksin.  PT  Bio  Farma (Persero)  adalah  sebuah  Badan  Usaha  Milik  Negara (BUMN)  yang  memproduksi  vaksin  dan  sera  untuk  mendukung  program imunisasi di Indonesia dan negara-negara lainnya. PT Bio Farma (Persero) telah masuk ke dalam daftar prakualifikasi World Health Organization  (WHO). Saat ini, terjadi perubahan visi, misi, serta kebijakan yang membuat adanya penambahan pekerjaan bagi karyawan. Salah satu bagian yang terkena dampak dari adanya perubahan yaitu di direktorat penelitian dan pengembangan yaitu di bagian peneliti karena bagian ini mendapatkan penambahan pekerjaan seperti adanya selain vaksin yakni biosimillar dan stemcell , sehingga karyawan merasakan pekerjaan yang bertambah, adanya gap year dengan teman satu timnya, adanya ketidaksesuaian terkait dengan gaji, ruang untuk bekerja, adanya miss komunikasi yang sering terjadi antara karyawan dengan atasan, sistem promosi yang kurang begitu jelas, dan juga kebijakan yang tidak sesuai dengan karyawan saat ini yang berdampak pada perasaan karyawan terhadap kepuasan kerja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran kepuasan kerja bagian researcher di PT. Biofarma (Persero) Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian studi desktiptif dengan jumlah populasi sebanyak 50 orang. Pengukuran berdasarkan teori Herzberg (two factor theory) menggunakan hygiene factor dan motivator factor didapatkan data, 20 orang pada kondisi hygiene factor tinggi dan motivator factor tinggi, 8 orang hygiene factor rendah dan motivator factor tinggi, dan 22 orang hygiene factor rendah dan motivator factor rendah.

Kata Kunci : Biofarma , Kepuasan Kerja TwoFactor Theory, Researcher


Keywords


Biofarma (Persero), Job Satisfaction Two Factor Theory, Researcher

Full Text:

PDF

References


Admin. Sejarah Singkat PT. Bio Farma (Persero) Bandung. Diakses dari :

http://www.biofarma.co.id/ pada 27 September 2019

_____. Struktur Organisasi PT. Bio Farma (Persero) Bandung. Diakses dari :

http://www.biofarma.co.id/ pada 27 September 2019

Hasibuan, Malayu S.P (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi.

Jakarta: Bumi Aksara.

Herzberg Frederick, et. Al, (1959).The Motivation to Work. 2 Edition. New

York: John Wiley & sons, Inc.




Flag Counter