Studi Deskriptif Mengenai Mental Toughness pada Atlet Pelatnas Squash Indonesia Sea Games 2019.

Mohammad Faisal, Hedi Wahyudi

Abstract


Abstract. Indonesian squash athletes can prove that they are capable of achieving achievements. This requires abilities, not only physically and technically, but also mentally. Indonesian squash athletes are able to control and direct actions to achieve achievement, and they are able to view existing obstacles as opportunities for self-development. Mental toughness is seen as an individual's capacity to handle stress, pressure, and challenges by displaying the best abilities possessed in various situations faced. Mental Toughness has four aspects, namely control - emotion control & life control, commitment, challenge, confident - confident in abilites & confident interpersonal. The purpose of this study was to obtain data on mental toughness depictions in the Indonesia Sea Games 2019 squash athletes. The research method used was descriptive, with a population study technique of 10 respondents, namely athletes who were members of the Indonesian squash national training squash. The measuring instrument used is the result of the development of the theory of mental toughness from Peter Clough. The results of the study obtained data 7 from as many as 10 research subjects, Indonesian squash athletes all have high mental toughness scores.

Keywords: Mental Toughness, Atlet Squash Indonesia, Sea Games.

Abstrak. Atlet squash Indonesia dapat membuktikan bahwa mereka mampu meraih prestasi. Hal tersebut dibutuhkan kemampuan, tidak hanya secara fisik dan teknik, tetapi juga dari sisi mental. Para atlet squash Indonesia mampu mengendalikan dan mengarahkan tindakan untuk meraih prestasi, serta mereka mampu memandang hambatan yang ada sebagai peluang untuk pengembangan diri. Mental toughness dilihat sebagai kapasitas individu dalam menangani stres, tekanan, dan tantangan dengan menampilkan kemampuan terbaik yang dimiliki dalam berbagai situasi yang dihadapi. Mental Toughness memiliki empat aspek, yaitu control – emotion control & life control, commitment, challenge, confident – confident in abilites & interpersonal confident. Tujuan dalam penelitian ini ialah memperoleh data mengenai gambaran mental toughness pada atlet squash pelatnas Indonesia Sea Games 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dengan teknik studi populasi sebanyak 10 orang responden, yakni atlet yang tergabung pada pelatnas squash Indonesia. Alat ukur yang digunakan hasil pengembangan dari teori mental toughness dari Peter Clough. Hasil penelitian diperoleh data 7 dari sebanyak 10 subjek penelitian, atlet squash Indonesia seluruhnya memiliki skor mental toughness yang tinggi.

Kata Kunci: Ketangguhan Mental, Atlet Squash Indonesia, Sea Games.


Keywords


Ketangguhan Mental, Atlet Squash Indonesia, Sea Games.

Full Text:

PDF

References


Adi, Sapto. (2016). Latihan Mental Atlet Dalam Mencapai Prestasi Olahraga Secara Maksima Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang.

Adisasmito, L. (2007). Mental Juara Modal Atlet Berprestasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Ainurrohman, S. (2018). Pentingnya Kesehatan Mental pada Atlet. Retrieved May 17, 2019, from https://www.ibunda.id/kata-bunda/pentingnya-kesehatan-mental-pada-atlet

Algani, P. W., Yuniardi, M. S., & Masturah, A. N. (2018). Mental Toughness dan Competitive Anxiety pada Atlet Bola Voli. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 6(1), 93. https://doi.org/10.22219/jipt.v6i1.5433

Astuti, Rahayu Puji. (2012). Studi Deskriptif Mengenai Mental Toughness Pada Atlet Jawa Barat Non Unggulan Peraih Medali Emas PON Riau Tahun 2012. Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung

Cox, R.H. (2002). Sport psychology: Concepts and applications. (5th Ed.). Boston: McGraw Hill Companies, Inc.

Clough, P. (2012). Developing Mental Toughness: Improving Performance, Wellbeing and Positive Behaviour in Others. London: Kogan Page.

DPR Indonesia. UUD Sistem Keolahragaan Nasional. , (2005).

Equata, Zharfa Kharisia. (2012). Hubungan antara Persepsi Atlet Taekwondo Junior pada Program Latihan dengan Motivasi Berprestasi. Program studi Psikologi, Fakultas Kedokteran. Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Fitri Yulianto, H. Fuad Nashori. (2008). Hubungan antara Kepercayaan Diri dan Prestasi Atlet Tae Kwon Do Daerah Istimewa Yogyakarta. Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya. Universitas Dipenogoro, Yogyakarta.

Fitriani. (2016). KONTRIBUSI PHYSICAL FITNESS DAN SELF CONTROL TERHADAP PERFORMANCE ATLET SQUASH JAWA BARAT (Universitas Pendidikan Indonesia). Retrieved from http://repository.upi.edu/26290/

Golby, J. and Sheard, M. (2003). A congnitive-behavioral analysis of mental toughness in national rugby league football teams. Perceptual and Motor Skills 96, 455-462.

Harsono. (1988). Coaching dan Aspek Aspek Psikologi Dalam Coaching. Jakarta: CV. Kesuma.

Harsuki. (2013). PERKEMBANGAN OLAHRAGA TERKINI. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Khoironnisa, S. (2016). Profil Mental Toughness dan Prestasi Atlet Pencak Silat pada Kejuaraan Pencak Silat Bandung Open 2016. Universitas Pendidikan Indonesia.

Kiswantoro, A. (2016). PEMBINAAN MENTAL BAGI ATLET PEMULA UNTUK MEMBANTU PENGENDALIAN AGRESIFITAS. Bimbingan Dan Konseling, 2 No.1. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/107154-ID-none.pdf.

Komarudin. (2011). Hubungan Level Kecemasan dan Akurasi Passing dalamPermainan Sepakbola. Universitas Negeri Yogyakarta.

Kuan, G. & Roy, J. (2007). Goal profiles, mental toughness and its influence on performance outcomes among wushu athletes. Kota Bharu. Universiti Sains Malaysia.

Maksum, A. (2007). Kualitas Pribadi Atlet: Kunci Keberhasilan Meraih Prestasi Tinggi. Anima, Indonesian Psychological Journal, 22(2), 108–115.

Maksum, A. (2011). Psikologi Olahraga Teori dan Aplikasi. Surabaya: Unesa University Press.

Mirhan. (2016). HUBUNGAN ANTARA PERCAYA DIRI DAN KERJA KERAS DALAM OLAHRAGADAN KETERAMPILAN HIDUP. Jurnal Olahraga Prestasi, Volume 12,. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/115487-ID-hubungan-antara-percaya-diri-dan-kerja-k.pdf.




Flag Counter