Pengaruh Adherence terhadap Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kota Cimahi

Hasna Nabilah, Suci Nugraha

Abstract


Abstract. Diabetes mellitus is a chronic disease that cannot be cured and can only be treated to make it not getting worse. It causes the sufferer experience changes in life physically, psychologically, socially and environmentally due to the lifestyle that must be changed and the demands of the disease that suffered. Quality of life is the perception of about someone's position in life that related to the cultural context and individual's value system where they resides and lives, it also relates to goals, standards, expectations and  desires that consist of physical health, psychological state, independence, social relations , relationships with the environment and individual personal beliefs (WHO, 1996). Quality of life can be good if it complies with the doctor's recommendations. Adherence is the active and voluntary involvement of patients in treatment and therapy, the change on recommended diet and try to following a better lifestyle as recommended by the provision of health services (WHO, 2003). The purpose of this study is to determine the effect of adherence to the quality of life of patients with type 2 diabetes mellitus in Puskesmas Cimahi City. The method of  this study is quantitative causality with 98 respondents. Data was measured by using a SF 36 measuring instrument to measure quality of life. BMQ (Brief Medication Questionnaire) and dietary compliance used to measure the level of adherence. The results of the study with multiple linear regression showed that there was a significant effect of both variables with the R Square value 0.343 (34.3%) of adherence to the quality of life of patients with type 2 diabetes mellitus in Puskesmas Cimahi City.

Keywords: Adherence, Quality of Life, Patients with Diabetes Mellitus

 

Abstrak. Penyakit diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan dan hanya bisa dirawat agar tidak semakin parah. Hal ini menyebabkan penderita mengalami perubahan dalam kehidupan secara fisik, psikologis, sosial dan lingkungan akibat pola hidup yang harus diubah serta tuntutan penyakit yang diderita. Kualitas hidup adalah persepsi dari seseorang mengenai posisinya dalam kehidupan yang berkaitan dengan konteks budaya juga sistem nilai individu tersebut berada dan hidup, hal ini berkaitan pula dengan tujuan, standar, harapan juga keinginan yang terdiri atas kesehatan fisik, keadaan psikologis, kemandirian, hubungan secara sosial, hubungan dengan lingkungan serta keyakinan pribadi individu (WHO, 1996). Kualitas hidup dapat menjadi baik jika patuh pada anjuran dokter. Adherence atau kepatuhan adalah keterlibatan secara aktif dan sukarela dari pasien dalam melakukan pengobatan maupun terapi, perubahan pola makan yang dianjurkan serta mengikuti pola hidup yang lebih baik sebagaimana dianjurkan oleh penyedian layanan kesehatan (WHO, 2003). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh adherence terhadap kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kota Cimahi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif kausalitas dengan jumlah 98 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat ukur SF 36 untuk mengukur kualitas hidup dan BMQ (Brief Medication Questionnaire) serta alat ukur kepatuhan diet untuk mengukur adherence. Hasil dari penelitian menggunakan regresi linier berganda menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan dengan nilai R Square 0.343 (34.3%) adherence terhadap kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kota Cimahi.

Kata Kunci: Adherence, Kualitas Hidup, Penderita Diabetes Melitus


Keywords


Adherence, Kualitas Hidup, Penderita Diabetes Melitus

Full Text:

PDF

References


Alfian, et al. (2016). Medication Adherence Contributes to an Improved Quality of Life in Type 2 Diabetes Mellitus Patients: A CrossSectional Study. DOI:10.1007/s13300-016-0203-x

Diener, E.,at al. (1999). Subjective wellbeing: Three decades of progress. Psychological Bulletin, 125(2), 276302. doi:10.1037/00332909.125.2.276

Gotay, CC & Moore, TD. Assessing quality of life in head and neck cancer. Qual Life Res. 1992;1(1):517

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI Diabetes Melitus. Diakses dari www.depkes.go.id pada tanggal 17 Oktober 2018.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Kamus : Kumpulan Dari Beberapa Istilah Dan Pengertian Yang Berhubungan Dengan Kesehatan. Diakses dari http://www.depkes.go.id/ pada tanggal 3 Januari 2019.

Kiadaliri, et al. (2013). Quality Of Life in People with Diabetes : A Systematic Review in of Studies in Iran. Journal of Diabetes and Metabolic Disorders. DOI : 10.1186/2251-6581-12-54 diakses pada 10 Juni 2019.

P.Albery, Ian & Munafo, Marcus. (2011). Psikologi Kesehatan. Yogyakarta: Pallmall.

Pompili, et al. (2009). Quality of Life and Suicide Risk in Patients with Diabetes Mellitus. DOI : 10.1176/appi.psy.50.1.16 diakses pada 5 Mei 2019.

Purwandari Henny., & Siti Nur Susanti. (2017). Hubungan Kepatuhan Diet Dengan Kualitas Hidup Pada Penderita Dm Di Poli Penyakit Dalam Rsud Kertosono. STIKes Satria Bhakti Nganjuk. Diakses dari http://jurnal.strada.ac.id pada tanggal 26 Desember 2018.

Sarafino, E. P. (1990). Health Psychology: Biopsychosocial Interaction, (3rd ed). New York: John Wiley & Sons Inc.

Sari, Diana Novita. (2015). Hubungan Kepatuhan Diet dengan Kualitas Hidup pada Penderita Diabetes Melitus di RSUD Dr. Pirngadi Medan. Universitas Sumatera Utara. Diakses dari http://repository.usu.ac.id pada 5 April 2019.

Tamara., et al. (2014). Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe Ii Di Rsud Arifin Achmad Provinsi Riau.Universitas Riau. Diakses dari https://jom.unri.ac.id pada 17 Oktober 2018

World Health Organization (WHO). (2012). WHOQOL User Manual Revisi 2012. Switzerland: World Health Organization (WHO).

Zioga, E. e. (2016). Adherence And Quality Of Life In Patients With Type Ii Diabetes Mellitus In Northern Greece. Journal of The Academy of Medical Science of Bosnia and Herzegovin. DOI: 10.4239/wjd.v7.i17.354 diakses pada 25 Juni 2019.




Flag Counter