Studi Deskriptif Kesepian (Loneliness) pada Siswa Adiksi Media Sosial di SMAN "X" Bandung

Gita Puspita Nur Yulianti, Sulisworo Kusdiyati

Abstract


Abstract.The use of technology is very influemtial on daily activities, especially for teenagers. One of the uses of technology used by teenagers is the use of social media. The use of social media in teenagers indirectly continues to increase over time and cannot be controlled. For teens, friends is one of the main factors in establishing a relationship. The reason for using social media in teenagers is because they feel they have no friends and do not have the same interests as those around them. The purpose of this study is to obtain a picture of the level of loneliness in students experiencing addiction at SMAN “X” Bandung. The research method used is quantitative descriptive method. The sampling technique used was purposive sampling technique. The measuring instrument in this study used a measuring instrument from Russel, et al for a lonely variabel with 3 aspects and for a social media addiction variabel from Lemmens consisting of 9 aspects. Based on data obtained from 200 students off active social media users who experience social media addiction at SMAN “X” Bandung, it was found that there 95 students (38%) feeling low levels of loneliness and 105 students (42%) feeling high levels of loneliness.

Key words. Loneliness, Addiction, Social Media

Abstrak. Penggunaan teknologi sangat berpengaruh kepada kegiatan sehari-hari terutama bagi para remaja. Penggunaan teknologi yang digunakan oleh remaja salah satunya yaitu penggunaan media sosial. Penggunaan media sosial pada remaja secara tidak langsung terus meningkat dari waktu ke waktu dan tidak bisa dikendalikan. Bagi remaja, teman atau sahabat merupakan salah satu faktor utama dalam menjalin hubungan. Alasan penggunaan media sosial pada remaja adalah karena merasa tidak mempunyai teman dan tidak memiliki minat yang sama dengan orang di sekitarnya.Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh gambaran mengenai tingkat kesepian pada siswa yang mengalami adiksi di SMA “X” Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling purposive sampling. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan alat ukur dari Russel, dkk untuk variabel kesepian dengan 3 aspek dan alat ukur dari Lemmens untuk variabel adiksi media sosial yang terdiri dari 9 aspek. Berdasarkan data-data yang diperoleh dari 200 siswa pengguna media sosial aktif di SMA “X” Bandung ditemukan bahwa terdapat sebanyak 95 siswa (38%) merasakan tingkat kesepian rendah dan sebanyak 105 siswa (42%) merasakan tingkat kesepian tinggi.

Kata Kunci: Kesepian, Adiksi, Media Sosia


Keywords


Kesepian, Adiksi, Media sosial, Loneliness, Addiction Social Media

Full Text:

PDF

References


Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2018). Profil Pengguna Internet di Indoesia 2018. Jakarta.

APJII. (2012, Desember 29). Profil Pengguna Internet Indonesia 2018. Hasil Survey Penetrasi Pengguna Internet Indonesia. Polling Indonesia.

Brehm, S. et al. 2002. Intimate Relationship. Newyork: Mc Graw Hill.

Hawkley, L.C., & Cacioppo, J.T. (2010). A short for measuring loneliness in large survey. Journal research on aging, 6 (26), 655-672

Lemmens, J. S., Van Den Eujnden, R.J.J.M., & Valkenburg, P. M. (2009). Computers In Human Behavior. The Social Media Scale.

Peplau, L. A. (1982). Loneliness: A sourcebook of current theory, research, and theraphy (Vol. 36). John Wiley & Sons Inc.

Russel, D, Peplau, L.A. & Ferguson, M.L (2000). UCLA loneliness scale (version 3): reliability, validity, and factor structure. Journal of Personality Assessment, 66, 20-40.




Flag Counter