Studi Deskriptif Kepuasan Kerja Pegawai di Universitas Islam Bandung

Muhammad Naufan Azhari, Dewi Sartika, Ayu Tuty Utami

Abstract


Abstract. Indonesia ranks third in Southeast Asian countries as the most internet addicted people. Based on the research by We Are Social, the average Indonesian spends three hours 23 minutes a day to access social media. Users in Indonesia are dominated by young people aged 18-24 years (Riana, Tempo.co January 14, 2016) whose are the age of students. College students in Bandung also use social media excessively, which could be said as social media addiction. Cacioppo., Et al (2019) stated that one of the things that impact problematic internet usage, which includes social media addiction is personal charachteristic: attachment style. The purpose of this study is to obtain empirical data regarding the relationship between attachment style and social media addiction of college students in Bandung. The method used is the correlational method with 418 students in Bandung as respondent. Researcher used the standard instrument to measure both variables, which is Attachment Style Questionnaire (ASQ) (Van Oudenhoven, Hofstra, & Bakker, 2003; Van Oudenhoven, & Hofstra, 2005; Hofstra, Van Oudenhoven, & Buunk, 2005; Hofstra, 2009) to measure attachment style, and Bergen Social Media Addication Scale compiled by Andreassen et al., (2012) to measure social media addiction. Both of these instruments have been tested for validity and reliability before the actual data collection. The technique used in this research is the Spearman Rank correlation technique. Based on the data obtained, the relationship between preoccupied attachment style and social media addiction is 0.427; the relationship between fearful attachment style with social media addiction is 0.418; the relationship between dismissing attachment style and social media addiction is 0.394; relationship between secure attachment style with social media addiction of -0,283. Students with a preoccupied, fearful, and dismissing attachment style have a high tendency of addiction. While students with secure attachment style tend to have low levels of addiction tendencies.

Keywords: Social Media Addiction, Attachment Style, College Students in Bandung.

 

Abstrak. Indonesia menduduki urutan ketiga negara di Asia Tenggara yang paling ketergantungan terhadap internet, di mana berdasarkan penelitian yang dilakukan We Are Social, rata-rata orang Indonesia menghabiskan tiga jam 23 menit sehari untuk mengakses media sosial. Pengguna di Indonesia didominasi oleh anak-anak muda berusia 18-24 tahun (Riana, Tempo.co 14 Januari 2016) yang merupakan usia mahasiswa. Mahasiswa di kota Bandung juga menggunakan media sosial secara berlebihan yang dapat dikatakan sebagai adiksi media sosial. Cacioppo., dkk (2019) menyatakan bahwa salah satu hal yang memungkinkan terjadinya penggunaan internet yang bermasalah yang di dalamnya mencakup adiksi media sosial salah satunya ialah karakteristik pribadi. Di mana yang termasuk kepada karakteristik pribadi adalah gaya kelekatan. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh data empiric mengenai hubungan gaya kelekatan dan adiksi media sosial pada mahasiswa di kota Bandung. Metode yang digunakan adalah metode korelasional dengan jumlah subjek 418 mahasiswa di kota Bandung. Peneliti menggunakan alat ukur baku Attachment Style Questionnaire (ASQ) (Van Oudenhoven, Hofstra, & Bakker, 2003; Van Oudenhoven, & Hofstra, 2005; Hofstra, Van Oudenhoven, & Buunk, 2005; Hofstra, 2009) untuk mengukur gaya kelekatan, dan Bergen Social Media Addiction Scale yang disusun oleh Andreassen et al., (2012) untuk mengukur adiksi media sosial. Kedua alat ukur tersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum dilakukan pengambilan data yang sebenarnya. Teknik yang digunakan teknik korelasi Rank Spearman. Berdasarkan data yang diperoleh, hubungan antara gaya kelekatan preoccupied dengan adiksi media sosial sebesar 0,427; hubungan antara gaya kelekatan fearful dengan adiksi media sosial sebesar 0,418; hubungan antara gaya kelekatan dismissing dengan adiksi media sosial sebesar 0,394; hubungan gaya kelekatan secure dengan adiksi media sosial sebesar -0,283. Mahasiswa dengan gaya kelekatan preoccupied, fearful, dan dismissing memiliki tingkat kecenderungan adiksi yang tinggi. Sementara mahasiswa dengan gaya kelekatan secure cenderung memiliki tingkat kecenderungan adiksi yang rendah.

Kata Kunci: Adiksi Media Sosial, Model Gaya Kelekatan, Mahasiswa di Kota Bandung.


Keywords


Kepuasan Kerja, Two factor Theory, Tenaga Kependidikan. Job Satisfaction, Two Factor Theory, Educational Personnel.

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Arikunto.Suharsimi., (2009). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi 6. Jakarta : Rineka Cipta.

As’ad, Moh. (2004). Seri ilmu sumber daya manusia psikologi industri. Yogyakarta: Liberty.

Gibson, James L., et al. (2012). Organizations Behavior, Structure, Process. New York : Mc Graw Hill.

Hasanah, F.R. (2016). Terhadap Motivasi Kerja Pada Karyawan Bagian Administrasi Di Instansi X Bandung. Bandung : Universitas Islam Bandung.

Luthans, Fred. (2011). Organizational behavior: an evidence-based approach. New York: McGraff-Hill Irwin.

Mardiawan, O., & Mubarak, A. (2012). Pengaruh Spirituality At Work Terhadap Motivasi Kerja Pada Karyawan Bagian Administrasi Di Instansi X Bandung. Bandung : SNAPP Universitas Islam Bandung.

Mariani, M. (2015). Studi Deskriptif Mengenai Persepsi Mahasiswa Terhadap Kualitas Pelayanan Tenaga Non Pendidik Unisba. Bandung: Universitas Islam Bandung.

Robbins, Stephen P. (2003). Perilaku Organisasi, Jilid 1, edisi 9. Jakarta : PT. Indeks Kelompok gramedia.

Robbins, Stephen P., Judge, Timothy A. (2013). Organizational Behavior. New Jersey: Pearson.

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Unisba Website : www.unisba.ac.id/tendik. (diakses Desember 2018)

Undang Undang Dasar : Pasal 39 UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas. https://kelembagaan.ristekdikti.go.id/wpcontent/uploads/2016/08/UU_no_20_th_2003.pdf.(diakses Februari 2019)

Wexley & Yukl, G.A, (1997). Perilaku Organisasi dan Psikologi Personalia. Jakarta : Rineka Cipta.




Flag Counter