Kajian Resiliensi pada Mahasiswa Bandung yang Mengalami Quarter Life Crisis

Elgea Nur Balzarie, Endah Nawangsih

Abstract


Abstract. Young adulthood is a stage of human development. Entering the stage of adult development, many reactions occur in individuals. Some individuals feel happy and enthusiastic, but some are anxious and afraid because they feel they do not have enough stock or preparation. Forms of emotional crisis that occur in individuals at the stage of emerging adulthood, include feelings of helplessness, isolation, doubt about one's own abilities and fear of failure. This condition is known as the quarter life crisis (Atwood and Scholtz, 2008). Resilience is an important aspect for individuals to overcome, improve themselves in facing various difficulties, challenges they experience. The purpose of this study was to determine the resilience picture of Bandung students who experienced a quarter life crisis. The study was conducted with quantitative descriptive methods. Samples were taken using purposive sampling technique with a total sampling of 421 Bandung students. The study used a resilience scale instrument of 25 items. The results showed the level of resilience of Bandung students who experienced a quarter life crisis showed that some of the respondents namely 56 people (13%) were at a very low level, 57 people (13.5%) were at a low level, 92 people (21.9% ) are below the average level, 112 people (26.6%) at the average level, 87 people (20.7%) at the above average level. Very few respondents were 17 people (4%) at a high level. The conclusion from this study is that the resilience of Bandung students experiencing quarter life crisis is at an average resilience level.

Keywords: Resilience, quarter of life crisis, emergence of adults, Students.

Abstrak. Masa dewasa muda merupakan sebuat tahapan perkembangan manusia. Memasuki tahap perkembangan dewasa, banyak reaksi yang muncul pada diri individu. Sebagian individu  merasa senang dan antusias, namun ada juga yang merasa cemas dan takut karena merasa tidak memiliki bekal atau persiapan yang cukup. Bentuk krisis emosional yang terjadi pada individu pada tahap emerging adulthood, mencakup perasaan tak berdaya, terisolasi, ragu akan kemampuan diri sendiri dan takut akan kegagalan. Kondisi ini dikenal dengan istilah quarter life crisis ( Atwood dan Scholtz, 2008).Resiliensi menjadi aspek penting bagi individu dalam mengatasi, meningkatkan diri dalam menghadapi berbagai kesulitan, tantangan yang dialaminya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran resiliensi mahasiswa Bandung yang mengalami quarter life crisis. Penelitian dilakukan dengan metoda deskriptif kuantitatif. Sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan total sampling sebanyak 421 mahasiswa Bandung. Penelitian menggunakan instrumen resilience scale sebanyak 25 item. Hasil penelitian menunjukan tingkatan resiliensi mahasiswa Bandung yang mengalami quarter life crisis menunjukan bahwa sebagian dari responden yaitu 56 orang (13%) berada pada tingkat sangat rendah, 57 orang (13,5%) berada pada tingkat rendah, 92 orang (21,9%) berada pada tingkat dibawah rata-rata, 112 orang (26,6%) pada tingkat rata-rata, 87 orang (20,7%) pada tingkat diatas rata-rata. Sangat sedikit responden yaitu 17 orang (4%) pada tingkat tinggi. Simpulan dari penelitian ini diketahui bahwa resiliensi mahasiswa Bandung yang mengalami quarter life crisis berada pada tingkat resiliensi rata-rata.

Kata Kunci : Resiliensi, quarter life crisis, emerging adulthood, Mahasiswa.


Keywords


Resiliensi, quarter life crisis, emerging adulthood, Mahasiswa.

Full Text:

PDF

References


Zukauskiene, Rita (2016). Emerging Adulthood in a European Context. Lithuania, MA : Routledge

Hendriyani, Wiwin (2018). Resiliensi psikologi sebuah pengantar. Jakarta, MA : Prenadamedia grup.

Southwick & Dennis S. Charney (2018). Resilience. Cambridge, MA : Cambridge University Press.

Wagnild, Gail (2014). True Resilience. Allendale, MA : Cape House Books.

Silalahi, Ulber (2015). Metode penelitian Kuantitatif. Bandung, MA : Refika Aditama

Arnett, Jeffrey Jensen (2000). Emerging Adulthood, A Theory of Development From The Late Teens Through The Twenties. Maryland, MA : University Of Maryland Collage Park.

Robinson, Oliver C (2011). The Holistic Phase Model Of Early Adult Crisis. UK, MA : University of Greenwich.

Patricia (2016). Resiliensi Remaja Yang Orangtuanya Bercerai, https://repository.usd.ac.id/6831/2/129114110_full.pdf

Andriani, dkk. (2017). Gambaran resiliensi remaja di kawasan eks lokalisasi kota Bandung, https://media.neliti.com/media/publications/197143-ID-the resilience-of-adolescents-in-the-are.pdf

Yudit, Yahya (2017 ). Resiliensi orang tua yang memiliki anak autistic, http://digilib.uin-suka.ac.id/27788/2/10710102_BAB-I_IV-atau V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Agustin, Inayah(2012). Terapi Dengan Pendekatan Solution-Focused Pada Individu Yang Mengalami Quarterlife Crisis, http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20300702-T3036Inayah%20Agustin.pdf

Monica(2015). Studi Komparatif Tentang Resiliensi Pada Remaja Korban Perceraian Yang Tidak Tergabung Di Komunitas Forum Anak Broken Home Dengan Yang Tergabung Di Komunitas Forum Anak BrokenHome, http://repository.unisba.ac.id/bitstream/handle/123456789/4609/06bab2_ monica_100500100123_skr_2015.pdf?sequence=9&isAllowed=y

Husnia(2018). Studi Deskriptif Mengenai Resiliensi Pada Pasien Guillain Barre Syndrome Di Care Of Gbs Community Kota Bandung. Bandung. Fakultas Psikologi Unisba.

Yeni (2018). Quarter Life Crisis Mahasiswa BKI Tingkat Akhir. Jogja. Fakultas Psikologi UIN Jogja.

Wulandari & Nawangsih (2016). Hubungang Risk Taking Behaviour dengan Aggressive Driving pada Pengemudi Kendaraan Bermotor di Jalan Surapati Kota Bandung Usia Dewasa Awal. Bandung. Fakultas Psikologi Unisba.




Flag Counter