Keterampilan Sosial pada Siswa Slow learner

Wynne Anggraini Widjaningrum, Stephani Raihana Hamdan

Abstract


Abstract. Based on data from several studies, the obstacles that most children with Special Needs have are the children who are slow learners. Slow learner students have limitations in almost all aspects of their lives, so slow learner students not only have limitations in their intellects, but also in socialization they have limitations. Slow learner students have the potential to be developed more than other Children with Special Needs, one aspect that can be developed is the social aspect. The social aspect that can be developed is social skills. This research is a literature study. The purpose of this study is to get conclusions about the factors of social skills. The conclusion in this study is that the slow learner students need to develop their social skills.

Keywords: Inclution Social Skills, Slow learner.

Abstrak. Berdasarkan data dari beberapa penelitian, hambatan yang paling banyak dimiliki Anak Berkebutuhan Khusus adalah anak dengan jenis hambatan lamban belajar (slow learner). Siswa slow learner memiliki keterbatasan hampir di semua aspek kehidupannya, sehingga siswa slow learner tidak hanya memiliki keterbatasan didalam intelektualnya saja, namun dalam hal bersosialisasi pun memiliki keterbatasan. Siswa slow learner mempunyai potensi yang dapat dikembangkan lebih banyak dari Anak Berkebutuhan Khusus lainnya, salah satu aspek yang dapat dikembangkan adalah aspek sosial. Aspek sosial yang dapat dikembangkan adalah keterampilan sosial. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kesimpulan tentang faktor-faktor dari keterampilan sosial. Simpulan dalam penelitian ini adalah siswa slow learner perlu mengembangkan keterampilan sosialnya.

Kata Kunci: Inklusif, Keterampilan Sosial, Slow learner.



Keywords


Inklusif, Keterampilan Sosial, Slow learner, Inclution Social Skills, Slow learner.

Full Text:

PDF

References


Damayanti, T., Hamdan, S. R., & Khasanah. A. N. (2017). Kompetensi Guru Dalam Proses Pembelajaran Inklusi Pada Guru Sd Negeri Kota Bandung. SCHEMA – Journal of Psychological Research, Hal, 79-88: Bandung

Damayanti, T., Hamdan, S. R., & Khasanah. A. N. (2016). Deskripsi Tentang Kompetensi Conten Guru Didalam Proses Pembelajaran Inklusi Pada Guru Sd Negeri Di Kota Bandung. Prosding SnaPP2016 Kesehatan: Bandung

Epley, P. H. (2009). Early school performance for students with disabilities: Examining the impact of early childhood special education, parent involvement, and family quality of life (Unpublished Disserta-tion). Rockhurst University, Kansas.

Gresham, F. M., & Elliott, S. N. (2008). Social skills improvement system-rating scales. Minneapolis, MN: Pearson Assessments.

Mangunsong, F.M & Wahyuni, C. (2018). Keterlibatan Orang Tua terhadap Keterampilan Sosial Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar Inklusif. Depok: Universitas Indonesia

Merrell, K. dan Gimpel, G. A. 2014. Social Skills of Children and Adolescents. New York: Psychology Press.

Mu’tadzin. (2002). Mengembangkan Keterampilan Sosial Pada Remaja. (http://www.e-psikologi.com/artikel/individual/mengembangkan-ketrampilan- sosial-pada-remaja)

Nani, T & Amir. (2013). Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Lamban Belajar (Slow learner). Jakarta. Luxima

Republic Indonesia. (2003). Undang-undang sistem pendidikan nasional. Jakarta. Sekertariat Negara

Rizka, C.M & Kurniawati, F. (2018). Peran Keterampilan Sosial Terhadap Kualitas Pertemanan Pada Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Dasar Inklusif. Depok: Universitas Indonesia

Santrock, J.W. (2002). Life-Span Development Perkembangan Masa Hidup Jilid 1 Edisi ke lima. Jakarta: Erlangga.

Ormrod, J. E. 2008. Psikologi Pendidikan Jilid 1. Terjemahan oleh Wahyu Indianti. 2009. Jakarta: Erlangga.




Flag Counter