Health Belief pada Pengguna Rokok Elektrik

Himayah Mustaqimah, Stephani Raihana Hamdan

Abstract


Abstract. Currently the latest trend appears is that electric cigarettes are believed to be healthier than tobacco cigarettes. Electric cigarettes are now used as an alternative that can be used to replace tobacco cigarettes. If the cigarette tobacco contains tar and carbon monoxide, while the e-cigarette does not. However, both tobacco and e-cigarettes both contain nicotine compounds. Nicotine is one of the highly addictive liquids, although the dose of nicotine can be reduced by 0 mg. Inside the e-cigarette liquid itself, there are several types of nicotine levels from 0 mg which are usually used by people who do not smoke, but even though 0 mg does not necessarily contain nicotine. Based on the results of the pre-survey of most cigarette users Electric is a beginner smoker who decides to use e-cigarettes because it is believed that it will not have a negative impact on health. So there is a need for a literature study related to health beliefs on electric smokers based on Rosenstock's theory and other literature studies. The results show that related to the study of the dangers of e-cigarettes, psychological studies of e-smokers, health beliefs of e-smokers.

Keywords: Health Belief , Smoker, E- Cigarette


Abstrak. Saat ini muncul tren terbaru yaitu rokok elektrik yang diyakini lebih sehat dibandingkan dengan rokok tembakau. Rokok elektrik saat ini dijadikan alternatif yang dapat digunakan untuk mengganti rokok tembakau. Jika pada rokok tembakau mengandung tar dan karbonmonoksida, sementara pada rokok elektrik tidak. Akan tetapi baik pada rokok tembakau dan rokok elektrik sama-sama mengandung senyawa nikotin. Nikotin merupakan salah satu cairan yang sangat adiktif,  meskipun pada rokok elektrik kandungan nikotin dapat diturunkan dosisnya hingga 0 mg. Didalam liquid rokok elektrik sendiri, terdapat beberapa jenis kadar nikotinnya dari mulai 0 mg yang biasanya digunakan oleh orang-orang yang sudah tidak merokok, namun meskipun 0 mg belum tentu didalamnya benar-benar tidak mengandung nikotin.Berdasarkan hasil pra-survey sebagian besar pengguna rokok elektrik merupakan perokok pemula yang memutuskan untuk menggunakan rokok elektrik karena diyakini tidak akan memberikan dampak negative terhadap kesehatan.Maka diperlukan adanya kajian literature terkait dengan health belief pada perokok elektrik berdasarkan teori Rosenstock dan kajian-kajian literature lainnya. Hasil menunjukkan terkait kajian bahaya rokok elektrik, kajian psikologis perokok elektrik, health belief pada perokok elektrik.

Kata Kunci: Health Belief , Perokok, Rokok Elektrik


Keywords


Health Belief , Perokok, Rokok Elektrik, Smoker, E- Cigarette

Full Text:

PDF

References


BPOM. 2015 . Bahaya Rokok Elektrik. :

Racun berbalut teknologi. Vol. 16 No. 5 September-Oktober 2015

Garner, C. 2014. A Brief Description Of

History , Operation and Regulation.Ecigarette Task force

Glanz, Karen., Rimer, K.B., &

Viswanath, K. (2015) Health behavior: theory, research, and practice (ed 5). San Francisco, CA: Jossey-Bass.

Hamdan, R. S. (2015). Pengaruh

Peringatan Bahaya Rokok Bergambar Pada Intensi Berhenti Merokok. Mimbar, Vol. 31, No. 1 (Juni, 2015): 241-250.

Kulkani, R & Malouin, R.A.(2016).

Explosion Injuries From E-Cigarettes . Jurnal New England Od Medicine.

National Center for Chronic Disease

Prevention and Health Promotion (US) Office on Smoking and Health. 2000. The Health Consequences of Smoking—50 Years of Progress: A Report of the Surgeon General. Atlanta (GA): Centers for Disease Control and Prevention (US), 2014:411-45.

Sarafino, E. P., Timothy W. Smith. 2011.

Health Psychology: Biopsychosocial Interactions, 7th edition. Amerika Serikat: John Wiley & Sons, Inc.




Flag Counter