Hubungan Dukungan Keluarga dengan Motivasi untuk Sembuh pada Pecandu Narkoba

Bianca Alia Sudewaji, Ria Dewi Eryani

Abstract


Abstract. The drug rehabilitation center of Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung is aimed at male drug addicts. There are treatment program (± 6 months) and post-treatment including: detoxification, therapeutic community, consultation, family support group, vocational, and progress monitoring. In this foundation, there are addicts who have a strong desire to recover because they are tired of the effects of drugs. They try to prevent relapse in various ways and get support from the family to achieve healing. Among them there are those who can overcome external disorders and desire to use when encountering problems, but some other addicts relapse. Meanwhile, some addicts do not yet have a strong desire to recover, undergo treatment because they are told, so that when faced with problems and disorders (friend invitation, negative stigma and lack of support from the family) they relapse. The aim of the study was to obtain empirical data regarding the relationship of family support with motivation to recover, so that the type of support needed to prevent relapse was known. The researcher used a quantitative approach to Spearman correlation. The research respondents were 30 people, conducted a population study because they were still following the post-treatment program. Measuring instruments used: Family Support Scale (Sarafino, 2011) were compiled by researchers, and modifications to TCU Treatment Motivation Scale by Knight, Holcom, Simpson (1994) version 2007. The results, family support and motivation to recover were significantly associated with low correlation (r = 0.379) and make an effective contribution of 14.36% on motivation to recover. The Companionship support aspect has a significant relationship of 14.51% with motivation to recover. On motivation to recover, the desire for help dominant aspect with 80% of subjects scored high.

Keywords: drugs, family support, motivation to recover

Abstrak. Panti rehabilitasi NAPZA Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung ditujukan untuk pecandu narkoba laki-laki. Terdapat program treatment (± 6 bulan) dan pasca treatment meliputi: detoksifikasi, therapeutic community, konsultasi, family support group, vokasional, dan pemantauan perkembangan. Di yayasan ini, ada pecandu yang memiliki keinginan kuat untuk sembuh karena lelah atas dampak narkoba. Mereka mencoba mencegah relapse dengan berbagai cara dan mendapat dukungan dari keluarga untuk mencapai kesembuhan. Di antara mereka ada yang dapat mengatasi gangguan dari luar dan keinginan memakai saat menemui masalah, tetapi beberapa pecandu lain relapse. Sementara itu, beberapa pecandu belum memiliki keinginan kuat untuk sembuh, menjalani treatment karena disuruh, sehingga ketika menghadapi masalah dan gangguan (ajakan teman, stigma negatif dan kurang dukungan dari keluarga) mereka relapse. Tujuan penelitian adalah memperoleh data empiris mengenai hubungan dukungan keluarga dengan motivasi untuk sembuh, sehingga diketahui jenis dukungan yang dibutuhkan untuk mencegah kambuh. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif korelasi Spearman. Responden penelitian 30 orang, dilakukan studi populasi karena masih mengikuti program pasca treatment. Alat ukur yang digunakan: Skala Dukungan Keluarga (Sarafino, 2011) disusun peneliti, dan modifikasi TCU Treatment Motivation Scale oleh Knight, Holcom, Simpson (1994) versi 2007. Hasilnya, dukungan keluarga dan motivasi untuk sembuh berhubungan signifikan dengan korelasi rendah (r = 0,379) dan memberi sumbangan efektif 14,36% pada motivasi untuk sembuh. Aspek Companionship support memiliki hubungan signifikan sebesar 14,51% dengan motivasi untuk sembuh. Pada motivasi untuk sembuh, aspek desire for help dominan dengan 80% subjek mendapat skor tinggi.

Kata kunci: narkoba, dukungan keluarga, motivasi untuk sembuh


Keywords


drugs, family support, motivation to recover

Full Text:

PDF

References


Admin. (2015). Profil Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung. (http://www.sekarmawar.com/profil/) diakses pada 2 Oktober 2018 pukul 09.00 wib.

Ali, S. (2011). Early Detection of Illicit Drug Use in Teenagers. Innovations in Clinical Neuroscience, 8, 24.

Azwar, S. (2008). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Brown, B. S., O’Grady, K. E., Battjes, R. J., & Katz, E. C. (2004). The Community Assesment Inventory – client views of supports to drug abuse treatment. Journal of Substance Abuse Treatment, 27 (3), 241-51. doi: 10.1016/j.jsat.2004.08.002.

Badan Narkotika Nasional. (2017). Survei Nasional Penyalahgunaan Narkoba di 34 Provinsi Tahun 2017. Jakarta: Pusat Penelitian Data dan Informasi Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia.

Gruber, K. J., & Fleetwood, T. W. (2004). In-Home Continuing Care Services For Substance Use Affected Families. Substance Use Misuse, 39 (9), 1379-403.

Horvath, T., Misra., K., Epner, A. K., & Cooper, G. M. Tanpa tahun. Recovery From Addiction: Social Support. Artikel internet: http://www.mentalhelp.net/recovery-from-addiction-social-support diakses pada 4 Desember 2018 pukul 21.54

Institute of Behavioral Research. (2007). TCU Treatment Needs and Motivation (TCU MOTForm). Fort Worth: Texas Christian University, Institute of Behavioral Research.

Introduction to The Therapeutic Community. (2010). USA: The Change Companies.

Knight, K., Holcom, M., & Simpson, D. D. (1994). TCU Psychosocial Functioning and Motivation Scales: Manual on Psychometric Properties.

Luoma, J. B., Twohig, M. P., Waltz, T., Hayes, S. C., Roget, N., Padilla, M., & Fisher, G. (2007). An Investigation Of Stigma In Individuals Receiving Treatment For Substance Abuse. Addictive Behaviors, 32, (pp 1331–1346).

Martono, N. (2010). Statistik Sosial Teori dan Aplikasi Program SPSS. Yogyakarta: Gava Media.

Mayo Clinic Staff. (2017). Drug Addiction (Substance Use Disorder). Artikel internet: http://www.mayoclinic.org/disease-conditions/drug-addiction/symptoms-causes/syc-20365112 diakses pada 13 Desember 2018 pukul 19.55

Muhson, A. (2012). Populasi dan Sampel. Materi Kuliah. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

National Institute on Drug Abuse. (2014). Drug, Brains, and Behavior The Science Of Addition. Maryland: NIH Publication.

Nevid, J. S., Rathus, S. A., & Greene, B. (2014). Abnormal Psychology in A Changing World (9th edition). New Jersey: Pearson Education.

Noor, Hasanuddin. (2009). Psikometri Aplikasi Dalam Penyusunan Instrumen Pengukuran Perilaku. Bandung: Jauhar Mandiri.

Nur’ainun dan Hasnida. (2017). Dukungan Sosial Pada Pecandu Narkoba. Skripsi. Medan: Fakultas Psikologi Universitas SumateraUtara.(http://repository.usu.ac.id/bitsream/handle/123456789/7331/131301014) diakses pada 15 November 2018 pukul 16.13 wib.

Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.

O’Farrell, T. J., & Feehan, M. (1999). Alcoholism treatment and the family: do family and individual treatments for alcoholic adults have preventive effects for children?, Journal of Studies on Alcohol – Supplement, 13, 125-9.

Putra, B. S. (2011). Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Motivasi Untuk Sembuh Pada Pengguna NAPZA di Rehabilitasi Madani Mental Health Care. Skripsi. Jakarta: Fakultas Psikologi UIN.

Presiden Republik Indonesia. (1997). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.

Presiden Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.

Ranindha, A. (2015). Motivasi Sembuh Pada Residen Penyalahguna Narkoba Di Pusat Rehabilitasi Ditinjau Dari Dukungan keluarga. Skripsi. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata.

Sarafino, E.P. (2011). Health Psychology: Biopsychosocial Interaction. 7th edition. USA: John Willey & Sons.

Schreiner, A. (2017). The Importance Of Treatment Motivation. Artikel internet:http://www.centeronaddiction.org/thebuzzblog/importance-of-treatment-motivation diakses pada 4 Desember 2018 pukul 21.54

Simpson, D.D. & Joe, G. W. (1993). Motivation As A Predictor Of Early Dropout From Drug Abuse Treatment. Psychotherapy, 30 (2), 357-368.

Sudjana. (2005). Metoda Statistika. Edisi 6. Bandung: Tarsito.

Sukadji. (2000). Menyusun dan Mengevaluasi Laporan Penelitian. Jakarta: UI Press.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

World Health Organization. (2005). Preventing Chronic Disease: A Vital Investment. Geneva: Department of Chronic Diseases and Health Promotion World Health Organization.

Yount. (1999). Jumlah Populasi Kurang Dari 100 Lebih Baik Diambil Sebagai Sampel Penelitian Populasi. Bina Aksara: Jakarta.




Flag Counter