Hubungan Self Esteem dengan Perilaku Compulsive Buying pada Mahasiswa Universitas X di Kota Bandung yang Berbelanja secara Online

Renowita Vilanty, Indri Utami Sumaryanti

Abstract


Abstract. In today's digital era, shopping can not only be done directly at the store but can also be done online which is widely offered by digital platforms. The emergence of e-commerce in the digital platform makes it easy for students to see a variety of product references that they will buy, coupled with attractive product offerings that make students immediately purchase the products they want through online shopping. The buying process is carried out without planning and is done right away to create a sense of satisfaction and relieve temporary tensions, then the individual will feel guilt and regret, also called compulsive buying. Faber and O'Guin (1989) also stated that compulsive consumers often use purchases as a compensation for an unpleasant condition and also due to low self esteem. In this study there were several subjects who had low self esteem. The purpose of this study was to obtain empirical data about the closeness of knowing the relationship between self esteem and impulsive buying at X university students who made compulsive buying when shopping online. The method used is correlational. The population in this study were university students x in the city of Bandung and obtained a sample of 99 respondents. Data analysis techniques using the Spearman rank correlation test. Correlation coefficient (r) of -0.596 was obtained with a significance of p = 0,000 (p> 1%), which means that there was a significant negative correlation between self esteem and compulsive buying of university X students in Bandung who shop online.


Abstrak. Di era digital saat ini, berbelanja tidak hanya dapat dilakukan secara langsung di  tokonya namun dapat juga dilakukan secara online yang banyak ditawarkan oleh platform digital. Munculnya e-commerce dalam platform digital tersebut memudahkan mahasiswa untuk melihat berbagai macam referensi produk yang akan mereka beli, ditambah dengan penawaran penawaran produk yang menarik membuat mahasiswa melakukan pembelian dengan segera produk yang mereka inginkan melalui belanja online. Proses pembelian yang dilakukan tanpa perencanaan dan dilakukan saat itu juga untuk menimbulkan rasa puas dan menghilangkan ketegangan yang bersifat sementara, kemudian  pada diri individu akan timbul rasa bersalah dan penyesalan disebut juga dengan compulsive buying.  Faber dan O’Guin (1989) juga menyatakan konsumen yang compulsive sering  menggunakan pembelian sebagai suatu kompensasi terhadap suatu kondisi yang tidak menyenangkan dan juga disebabkan oleh self esteem yang rendah. Dalam penelitian ini terdapat beberapa subyek yang memiliki self esteem yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh data empiris mengenai keeratan mengetahui hubungan antara self esteem dengan impulsive buying pada mahasiswa universitas X yang melakukan compulsive buying saat melakukan belanja online. Metode yang digunakan adalah korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa universitas x di kota Bandung dan didapat sampel sebanyak 99 responden. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi rank Spearman. Diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,596 dengan signifikasi p= 0,000  (p>1%), yang artinya ada korelasi negatif yang signifikan antara self esteem dengan compulsive buying pada mahasiswi universitas X dikota Bandung yang berbelanja secara online.


Keywords


Self Esteem, Compulsive Buying, Belanja Online

Full Text:

PDF

References


Arikunto, Suharsimi. 2003. Prosedur Penelitian, Suatu Praktek. Jakarta: Bina Aksara.

Astuti, R. D., dan Fillippa, M. 2008. Perbedaan pembelian secara impulsive berdasarkan tingkat kecenderungan, kategori produk dan pertimbangan pembelian, Jurnal Ichsan Gorontalo Volume 3 No.1.

Coopersmith, S. (1967). The Antecedent of Self Esteem. San Fransisco: W.H. Freeman & Company.

Edwards. E.A. 1993. Development of a New Scale for Measuring Compulsive Buying Behavior. Conseling and Planning. Vol 4.

Faber, Ronald J. Dan Thomas C. O’Guinn. 1989. Compulsive Buying: A Phenomenological Exploration. The Journal of Consumer Research.

Faber, R.J. and O’Guinn, T.C. (1992). A Clinical Screener for Compulsive Buying. Journal of Consumer Research

Hidayati, N. K. (2001). Hubungan antara Harga Diri dan Kolektivitas dengan kecenderungan Perilaku Konsumtif Remaja. Skripsi. Yogyakarta : Universitas Gadja Mada.

Noor, Hasanuddin. 2009. Psikometri: Aplikasi Dalam Penyusunan Instrumen Pengukuran Perilaku. Bandung : Jauhar Mandiri.

Mesiranta, N. 2009. Consumer Online Impulsive Buying. Disertasi Akademis pada Fakultas Ekonomi dan Administrasi Universitas Tampere, Finlandia.

Rangkuti Elviana Fitri, Oki Mardiawan (2015). Hubungan antara Self Esteem dengan perilaku Compulsive Buying pada Remaja Anggota Hansamo. Skripsi. Bandung: Unisba.

Ridwan, 2005. Metode dan Teknik Penyusunan Tesis. Bandung: CV Alfa Beta.Sutatmi. Dkk. 2011. “Program Pendidikan Wirausaha Berwawasan Gender Berbasis Boga di Pesantren Salaf, Jurnal Ekonomi dan Bisnis.

Rindfleisch, Aric; James E. Burroughs; and Frank Denton (1997), “Family Structure, Materialism, and Compulsive Consumption, “Journal of Consumer Research.

Roberts, James A. (1998), “Compulsive Buying Among College Students: An Investigation of Its Antecedents, Consequences, and Implications For Public Policy,” The Journal of Consumer Affairs.

Santrock, J. W 2002. A Topical Approach to Life Span Development. New York: McGraw-Hill Companies.

Simbolon, Sastra Harmy Yunita. (2008). Hubungan Harga Diri Dengan Asertifitas Pada Remaja. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara (USU) Medan. (Versi Elektronik). Diakses pada tanggal maret 2019 dari http://repository.usu.ac.idbitstream123456789234747.pdf.

Sugiyono. (1997). Metodologi Penelitian Administrasi. Yogjakarta: CV Alfabeta.

Verplanken & Herabadi, A. (2001). Individual differences in impulse buying tendency : Feeling and No Thinking. European Journal of Consumer Research.

Verplanken, B., Herabadi, A., Knippenberg, A. (2009). Consumption experience of Impulse buying in Indonesia ; Emotional Arousal and Hedonistic Considerations. Asian Jurnal of Psychology.




Flag Counter