HUBUNGAN HEALTH BELIEF DENGAN HEALTH LOCUS OF CONTROL PADA LANSIA ETNIS TIONGHOA HIPERTENSI DI KELOMPOK SENAM AEROBIK TEGALEGA

FALDHY DWI BUDIANSYAH, SITA ROSITAWATI

Abstract


Lansia dalam penelitian ini beretnis Tionghoa, mereka membiasakan diri berolahraga untuk menjaga kesehatan.  Namun di samping bertingkah laku sehat seperti olahraga, mereka melakukan perilaku tidak sehat dalam waktu yang bersamaan seperti merokok, minum kopi dan tidak patuh pada dokter. Lansia tersebut memiliki penyakit hipertensi yang justru akan semakin parah jika mengkonsumsi rokok dan kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan  health belief dengan health locus of control pada lansia.Metode penelitian yang digunakan adalah analisis korelasional dengan sampel 16 orang. Alat ukur dalam penelitian berupa kuesioner yang disusun berdasarkan teori Health Belief. Kuesioner terdiri dari 28 item dengan menggunakan skala likert untuk mengukur lima kategori yaitu Perceived Susceptibility, Perceived Serevity, Perceived Benefits, Perceived Barrier dan Cues to Action. Disamping itu juga menggunakan kuesioner Health Locus of Control dari Wallston & Wallston dengan jumlah item sebanyak 18 untuk mengukur 3 Kompenen yaitu Internal, Powerfull others dan Chance.Data dianalisa menggunakan statistika korelasional.Hasil penelitian menunjukkan 8 orang diantaranya termasuk ke dalam Health Locus of Control Internal dengan 6 orang Health belief tinggi dan 2 lainnya rendah. 6 orang yang lain masuk ke dalam Health Locus of Control Powerfull Other dengan 2 orang Health belief tinggi dan 4 orang rendah. Sedangkan 2 orang sisanya masuk ke dalam Health Locus of Control Chance dengan  1 orang Health belief tinggi dan 1 lagi rendah. Hasil penelitian menunjukan  hubungan positif yang tidak signifikan, penelitian ini menunjukan hubungan positif yang bertaraf rendah (r=0,245) yang artinya hubungan antar 2 variabel dipengaruhi oleh faktor-faktor lain

Keywords


Health belief; locus of control; lansia

References


Karen Glanz, Karen Barbara K. Rimer, & K. Viswanath. 2008. Health behaviour and health education. America: Jossey Bass.

Parkes, K. R. (1984). “Locus of control, cognitive appraisal, and coping in stressful Episodes”. Journal of Personality and Social Psychology, 46, 655–668.

Rosviantika, Novita (2013) Hubungan antara health locus of control dengan tingkat depresi pada penderita kanker serviks: studi korelasi terhadap pasien kanker serviks di rsup dr hasan sadikin bandung. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

Sarafino, E.P. (1994). Health psychology second edition, New York, John Wiley and Sons, Inc.

Smet, Bart.1994. Psikologi kesehatan. Jakarta:PT. Gramedia Widiasarana Indonesia

Wallston, B. S. dan Wallston, K. A. (1978). “Locus of control and health: a review of the literature”, dalam Health Education Monographs. Hal 107-117.

Wallston, B. S. et al. (1976). “The development and validation of the health related locus of control (hlc) scale”. Journal of Consulting and Clinical Psychology. 44, 580-585.

Wallston, K. A. (1982). “Health locus of control beliefs”, dalam Patient Education Newsletter. Hal 56-57.

Wallston, K. A. Maides, S. A., & Wallston, B. S. (1976). “Health related information seeking as a function of health related locus of control and health value”. Journal of Research in Personality. 10, 215-222.




Flag Counter