HUBUNGAN ANTARA MINDING IN THE ENHANCEMENT OF CLOSENESS DENGAN PENYESUAIAN PERNIKAHAN PADA PASANGAN ODHA SERODISKORDAN DI RUMAH CEMARA BANDUNG

DIAN ANGGRAENI RAIDAH, YUNITA SARI

Abstract


Pasangan ODHA serodiskordan adalah jalinan hubungan pasangan ODHA dengan status salah satu dari pasangan terinfeksi HIV dan pasangan lainnya tidak terinfeksi HIV. Tidak mudah bagi pasangan untuk dapat menyesuaikan diri satu sama lain dalam pernikahannya, terutama pada ODHA serodiskordan karena mempunyai latar belakang kesehatan yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasi rank Spearman dengan responden sebanyak 13 pasangan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan alat ukur minding scale dan yang terdiri dari 18 item, serta alat ukur revision of dyadic adjustment scale yang terdiri dari 14 item. Data yang diperoleh berupa data ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara minding in the enhancement of closeness dengan penyesuaian pernikahan pada pasangan ODHA serodiskordan di Rumah Cemara Bandung memiliki korelasi yang cukup erat (0.486), dengan hubungan yang positif. Semakin tinggi minding in the enhancement of closeness maka semakin baik penyesuaian pernikahan pada pasangan ODHA serodiskordan. Komponen yang memiliki korelasi tertinggi adalah komponen attributions (0,515). Hal tersebut menunjukkan bahwa pemahaman dan keyakinan positif terhadap pasangan mempunyai hubungan dengan penyesuaian pernikahan yang baik.

Keywords


Minding, penyesuaian pernikahan

References


Arikunto, S. (2009). Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta

Arriza & Beta, Indah Kumala. (2011). Memahami Rekonstruksi Kebahagiaan Pada Orang

dengan HIV/AIDS (ODHA). (ejournalundip.com). Diakses tanggal 10 Januari 2015.

Dewi, DM Sintha, Wulandari & Karyamal, Nyoman Mangku (2013). Kerentanan Perempuan Terhadap Penularan IMS dan HIV: Gambaran Perilaku Seksual Berisiko di Kota

Denpasar Public Health and Preventive Medicine Archive. Vol 1. No 1.

Douval, E.M & Miller, B.C. (1985). Marriage and Family Development 6th Edition. New

York: Haper & Raw Publisher. Inc

Harvey, John. H & Omazu, J. (1999). Minding in The Enhancement of Closeness.New York :

Cambridge University Press.

Hermanus, Arwam & Zeth, Markus Mansoden. (2010). Perilaku Dan Risiko

Penyakit HIV- AIDS di Masyarakat Papua : Studi Pengembangan Model Lokal Kebijakan HIV- AIDS. Volume 13, No. 04, pp. 206 - 219.

Hurlock, E. B. (1991). Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang

Kehidupan Edisi Kelima, Jakarta :Erlangga.

Hutapea, Bonar, (2011). Dinamika Penyesuaian Suami –Istri Dalam Perkawinan Berbeda

Agama. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, Vol. 16 No. 01.

Kemenkes. (2014). Laporan Perkembangan HIV/AIDS Triwulan II Tahun 2014.

Jakarta Pusat : Kementerian Kesehatan RI

_____________ (2011). Pedoman Nasional Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Bayi.

Jakarta: Kementrian Kesehatan RI

Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan (2007). Peran Perempuan Dalam

Penanggulangan HIV/AIDS. Jakarta : Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan

Lopez, Shane J. & Synder, C. R. (2002). Handbook of Positive Psychology. New York : Oxford University Press.

Nursalam & Dian, Ninuk, (2007). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Terinfeksi HIV.Jakarta :

Salemba Medika

Papalia W, D. O. (2003). Human Development (9th. Ed). New York : McGraw-Hill.

Rachmawati, Dwi & Mastuti, Endah. (2013). Perbedaan Tingkat Kepuasan Perkawinan

Ditinjau Dari Tingkat Penyesuaian Perkawinan Pada Istri Brigif 1 Marinir Tni – Al

Yang Menjalani Long Distance Marriage. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan Volume 02, No. 01.

Rachmawati, Suhardiana. (2013). Kualitas Hidup Orang Dengan HIV / AIDS Yang Mengikuti

Terapi Antiretroviral. Jurnal Sains Dan Praktik Psikologi UMM. Vol. I (1), 48 – 62.

Rumah Cemara. (2014). Visi dan Misi Rumah Cemara. (www.rumahcemara.org) diakses

pada 3 Januari 2015.

Sarafino, E.P.& Smith, T.W (2011). Health Psychology: Biopsychosocial Interactions 7th.

US : John Wiley & Sons, Inc.

Spiritia. (2009). Seri Buku Kecil: HIV, Kehamilan dan Kesehatan Perempuan. Jakarta :

Yayasan Spiritia.

Taylor, S.E. (2006). Health Psychology. 6th. Boston: Mc Graw Hill.

UNAIDS. (2004). Hidup Bersama HIV/AIDS. Jakarta.

USAID. (2010). HIV Prevention For Serodiscordant Couples. (www.aidstarone.com).

Diakses tanggal 2 November 2014

Yamin, Sofyan & Kurniawan Heri, (2014). SPSS Complete. Jakarta: Salemba Infotek.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.1412

Flag Counter    Â