Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Self Esteem pada Remaja yang Tinggal di Panti Yatim Indonesia Kota Cimahi

Ikhbal Tawakal, Sulisworo Kusdiyati

Abstract


Abstract. The orphanage teenagers are disadvantaged children having to live without the biological parents when they need the role of the parents. This condition certainly makes the lives of adolescents who live in orphanages more difficult because of the perceived differences when compared with other normal teenagers. But despite that they must still have high self-esteem so as not to withdraw from the social environment and want to connect with others. But nursing parents live the support of other people including peers and this indicates that there is a relationship between peer social support with self esteem in adolescents who live in the Indonesian Orphanage in the city of Cimahi. This study aims to determine the relationship between peer social support with self esteem in adolescents who live in the Panti Yatim Indonesia city of Cimahi. In order to achieve the purpose of this study, the correlation research method will be used in this study. Subjects in this study amounted to 28 teenagers who lived in Orphanage. The sampling technique in this study uses the entire population of adolescents who live in the Panti Yatim Indonesia City of Cimahi. The social support scale uses 40 items of interpersonal support evaluation list (isel) from Cohen and Hoberman (1983). While the scale of self esteem using 58 items of Coopersmith Self Esteem Inventory. The results of this study indicate a high correlation between peer social support and self esteem and shows the correlation coefficient value of 0, 719.

Keywords: Peer Social Support, Self Esteem, Youth

 

Abstrak. Remaja panti asuhan ialah anak-anak yang kurang beruntung karena harus hidup tanpa didampingi orang tua kandung disaat mereka membutuhkan peran dari orang tua. Kondisi ini tentunya membuat kehidupan remaja yang tinggal di panti asuhan semakin sulit karena adanya perbedaan yang dirasakan jika dibandingkan dengan remaja normal lainnya. Namun walaupun seperti itu mereka harus tetap memiliki penghargaan diri yang tinggi sehingga tidak menarik diri dari lingkungan sosial dan mau berhubungan dengan orang lain. Namun remaja panti menghayati adanya dukungan dari orang lain termasuk teman sebaya dan hal tersebut mengindikasikan bahwa ada hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan self esteem pada remaja yang tinggal di Panti Yatim Indonesia kota Cimahi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan self esteem pada remaja yang tinggal di Panti Yatim Indonesia kota Cimahi. Agar tujuan penelitian ini tercapai maka pada penelitian ini akan digunakan metode penelitian korelasi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 28 orang remaja yang tinggal di Panti Yatim Indonesia. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan seluruh populasi remaja yang tinggal di Panti Yatim Indonesia. Skala dukungan sosial menggunakan 40 item yaitu interpersonal support evaluation list (isel) dari Cohen dan Hoberman (1983). Sementara skala self esteem menggunakan 58 item yaitu Coopersmith Self Esteem Inventory. Hasil dari penelitian ini menunjukkan korelasi yang tinggi antara dukungan sosial teman sebaya dengan self esteem dan menunjukkan hail koefisien korelasi senilai 0, 719.

Kata Kunci: Dukungan Sosial Teman sebaya, Self Esteem, Remaja


Keywords


Dukungan Sosial Teman sebaya, Self Esteem, Remaja

Full Text:

PDF

References


Apollo & Andi Cahyadi. 2012. Konflik Peran Ganda Perempuan Menikah yang Bekerja Ditinjau dari Dukungan Sosial Keluarga dan Penyesuaian Diri. Madiun : Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Katolik Widya Mandala Madiun.

Arikunto, Suharsimi. Prof. Dr. 2007. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta

Baron, R. A., & Byrne, D. 2005. Psikologi Sosial. Jakarta: Erlangga.5.

Baron, R.A, Byrne, D. 1997. Social Psychology 8th edition. Massachussets : Allyn and Bacon

Cohen, S., & Hoberman, H. 1983. Positive Events and Social Supports as Buffers of Life Change Stress. Journal of Applied Social Psychology, 13, 99-12

Coopersmith . 1967. The Antecendents og self-esteem. Michigan of Universiti : Consulting Psychology Press

Gharnis. 2015. PENGARUH PENERIMAAN DIRI TERHADAP HARGA DIRI REMAJA DI PANTI ASUHAN YATIMPUTRI AISYIYAH YOGYAKARTA. Skripsi. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta

Gunarsa, Singgih, 2008. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: Gunung Mulia

Hartini, Nurul, “Deskripsi Kebutuhan Psikologis pada Anak Panti Asuhan”, Jurnal Insan Media Psikologi, Vol,3 No,99-108, 2001.

Hurlock, Elizabeth B . 1992 . Development Psychology : A Life Span Aproach = Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga

Ida Rahayu. 2016. HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA REMAJA AWAL DI PANTI ASUHAN KOTA DENPASAR. Skripsi. Denpasar : Universitas Udayana

Sarafino, Edward P. 1994. Health Psychology, Biopsychosocial Interactions Second Edition. New York : John Wiley & Sons. Inc

Wirawan, Sarlito. 2006. Psikologi Remaja. Jakarta : Rajawali Pers

Duffy, K. G., & Wong, F. Y. (2003). Community psychology. Boston, MA: Allyn and Bacon

Hall, Calvin S. 1993. Psikologi Kepribadian 3 teori-teori sifat dan Behavioristik.: Knisius

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif & RND. Bandung Alfabeta

Yasmin Nilofer. 2009. Differences In Self EsteemOf Orphan Children And Children Living With Their Parents. Lahore, Pakistan. University Of The Punjab.

Kemensos (2010). Diakses pada 19 Oktober 2017

Https://www.kemsos.go.id/pusdatin




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.11763

Flag Counter