Evaluasi Jalan Angkut untuk Meningkatkan Produktivitas di PT Semen Padang, Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat

Megap Perdana Alam Saputra, Zainal Zainal, Solihin Solihin

Abstract


Abstract.Mining activities consists of Several stages: excavating, loading, and hauling. The most common hauling equipment used dump truck. Cycle time of productivity of the Dump Truck highly dependent on the haul road. The haul road conditions that meet the standard requirements will facilitate mining acivities vice versa the haul road conditions is not meeting standards requirements will hamper mining activities.            Haul road geometriy at PT Semen Padang at PT Semen Padang is not currently meet the ideal requirements for haul road 2 lanes. There are some segments of roads that need improvement either straight or bend road. Due to the ideal requirements for haul road 2 lanes for the width straight road is 24 m and for bend road is 27 m. With the current haul road condition has not been able to maximize the production of limestone, theoretical cycle time equals to 4.787 minutes while the time on actual cycle time is 21.37 minutes, then there is a time difference of 16.58 minutes.Based on the calculations performed, it is necessary to improve the roads for each road segment results of observation, and there is 1 bend that needs the addition of widening, so that cycle time of hauling can be optimal

Keywords:Haul Road, Road Geometry

Abstrak. Kegiatan Penambangan terdiri dari tahapan penggalian, pemuatan, dan pengangkutan. Alat angkut yang umum digunakan adalah dump truck. Produktivitas dump truck sangat tergantung dari waktu edarnya (cycle time) adalah kondisi jalan angkut. kondisi jalan angkut yang memenuhi persyaratan standar akan memperlancar aktivitas penambangan dan sebaliknya kondisi jalan angkut yang tidak memenuhi persyaratan standar akan menghambat aktivitas penambangan. Geometri jalan angkut pada PT. Semen Padang pada saat ini belum memenuhi persaratan yang baik untuk jalan angkut 2 jalur. Ada beberapa segmen jalan yang perlu di perbaikan, baik itu jalan lurus maupun tikungan, dikarena jalan angkut 2 jalur yang ideal pada kondisi jalan lurus yaitu, 24m dan jalan tikungan yaitu, 27m, dengan kondisi jalan angkut saat ini belum bisa memaksimalkan produksi batugamping, waktu edar teoritis didapat sebesar 4.787 menit sedangkan waktu edar aktual terdapat sebesar 21.37 menit. Selisih waktu edar teoritis dan aktual sebesar 16.58 menit.Berdasarkan perhitungan yang dilakukan maka perlu adanya perbaikan jalan untuk masing-masing jalan segmen yang hasil pengamatan, dan ada 1 tikungan yang perlu penambahan pelebaran, Sehingga waktu edar alat angkut dapat optimal.

Kata Kunci:Jalan Angkut, Geometri Jalan


Keywords


Jalan Angkut, Geometri Jalan

Full Text:

PDF

References


AASHTO (American Associationof State Highway’’Peencanaan dan Design Jalan Angkut”

Maryanto,(2008), Pengantar Perencanaan Tambang, Diktat Kuliah, Jurusan Teknik Pertambangan UNISBA, Bandung.

Prodjosumarto, Partanto dan Zaenal. (2000), Tambang Terbuka, Buku Ajar, Jurusan Teknik Pertambangan UNISBA, Bandung.

Suwandhi, Awang, (2004), Perencanaan Jalan Tambang, Diktat Perencanaan Tambang Terbuka, UNISBA, Bandung.

Society of Mining Design of Surface Mine Haulage Road- A manual, United States Departement of The Interior, Berau of Mine.




Flag Counter