Analisis Arah dan Jarak Lemparan Fly Rock Akibat Kegiatan Peledakan di PT Dahana Jobsite PT Adaro Indonesia, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan

Himmatul Aulia Putri, Yuliadi Yuliadi, Dwihandoyo Marmer

Abstract


Pada kegiatan penambangan, peledakan merupakan salah satu metode yang digunakan untuk membongkar material, dimana material memiliki sifat sukar digali oleh alat-alat mekanis. Dari kegiatan peledakan ini selain mengakibatkan hancurnya batuan juga menimbulkan efek peledakan yang dianggap mempunyai resiko cukup tinggi yang dapat mengancam keselamatan serta dapat mengganggu lingkungan sekitar, salah satunya adalah efek lemparan dari batu terbang. Berdasarkan pengamatan di lapangan jarak lemparan fly rock terjauh yang dihasilkan dari kegiatan peledakan yaitu < 200 m. Jarak lemparan terjauh pada lokasi LW Utara adalah 83.21 m, lokasi HW Utara adalah 56.05 m, lokasi HW Sump adalah 101.22 m, lokasi HW Tengah adalah 104.15 m, lokasi LW Barat adalah 68.16 m, lokasi HW Timur adalah 88.04 m, lokasi LW Tengah adalah 11.58 m, lokasi LW Selatan adalah 32.32 m, lokasi HW Barat adalah 75.16 m, lokasi HW Selatan adalah 93.78 m. Secara teoritis dalam melakukan prediksi lemparan fly rock yaitu berdasarkan teori Richard and Moore, teori Lundborg, dan analisis dimensi teori Ebrahim Ghasemi. Dari hasil perhitungan prediksi lemparan fly rock didapatkan berdasarkan teori Richard and Moore pada perhitungan face burst didapatkan standar deviasi sebesar 88.96 m, perhitungan cratering didapatkan standar deviasi sebesar 35.04 m, dan perhitungan rifling dengan launch angle from horizontal ("θ") 350 didapatkan standar deviasi 32.92 m. Berdasarkan analisis dimensi teori Ebrahim Ghasemi didapatkan standar deviasi sebesar 7.35 m. Dengan rata-rata nilai powder factor (q) ≤ 0.2 kg/m3 maka untuk teori Lunborg pada lokasi Pit Paringin PT BUMA tidak dapat dilakukan prediksi lemparan karena ketika specific charge atau powder factor (q), q ≤ 0.2 kg/m3, maka lemparan fly rock dianggap tidak ada. Dengan didapatkannya standar deviasi (penyimpangan) paling kecil, maka penentuan prediksi jarak lemparan fly rock di Pit Paringin PT BUMA dapat digunakan perhitungan menggunakan teori Ebrahim Ghasemi dengan persamaan :  Fd = 0.993 (B 21.292 S4.490 St-2.808 H0.673 D0.310(PF/Q)7.86)


Keywords


Jarak Lemparan Fly Rock, Teori Richard dan Moore, Teori Ebrahim Ghasemi

References


Abdurrahman, Havis. 2015. Analisis Fly Rock Untuk Mengurangi Radius Aman Alat Pada Peledakan Overburden Penambangan Batubara. Yogyakarta. Universitas UPN Veteran Yogyakarta.

Ghasemi, Ibrahim. 2012. Development of an Empirical Model for Predicting The Effects of Controllable Blasting Parameters on Fly Rock Distance in Surface Mines. Internasional Jurnal of Rock Mechanic and Mining Sciences, 163-170.

Lundborg. 1981. “The Probability of Fly Rock”, Sve De Fo Report, DS 1981.

Marmer, Dwihandoyo. 2015. Diktat Juru Ledak Kelas I : Dampak Peledakan. Bandung.

Richard, Alan B., Adrian J. Moore. 2005. Golden Pike Cut Back Fly Rock Control and Calibration of a Predictive Model. Terrock Consulting Engineers. Australia.

Taylor, Richard. 2010. “Macraes Phase III Vibration and Air Blast Assessment Orica Mining Services”. New Zealand.

Yuliadi. 2014. Materi Kuliah Teknik Peledakan. Bandung. Universitas Islam Bandung.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pertambangan.v0i0.7767

Flag Counter