Penentuan Laju Korosi dan Remaining Service Life (RSL) Pipa Transportasi Jalur 1 di PT. Pertamina (Persero) Terminal BBM Balongan Indramayu Jawa Barat – Plumpang Jakarta Utara

Fatwa Ath-thaariq Akbar, Elfida Moralista, Sriyanti Sriyanti

Abstract


The use of metal in the development of technology and industry as one of the supporting material have a very large role, but in the use of it, it has many factors that led to the decreasing of the usability of these metals. One cause of this is the corrosion of the metal. Corrosion is  metal quality deterioration caused by environmental influences. There is a process of the corrosion caused by the electrochemical reaction. The surrounding environment can be either an acidic environment, the air, dew, fresh water, sea water, lake water, river water, ground water, petroleum and gas phase. This study was conducted to monitor the rate of corrosion of pipes contained oil transportation along the line 1 of Balongan, West Java, to Plumpang, North Jakarta. The tools used for measuring the thickness is a smart sensor AR ultrasonic thickness gauge 850. Furthermore, the thickness data used in the calculation of the rate of corrosion and the remaining service life (RSL). The method used to protect the pipe from external corrosion is a sacrificial anode cathodic protection system installed in the transportation pipeline. This method protects the pipe from interference environment by using magnesium sacrificial anodes to be sacrificed so that the pipes are not corroded.The rate of corrosion on the pipe transportation line 1 PT. Pertamina (Persero) West Java Balongan Fuel Terminal to Plumpang, North Jakarta ranges from 0.01524 mm / year up to 0.06905 mm / year. The corrosion rate can be considered excellent to oustanding. After calculating the residual lifespan of line 1 pipe transportation in PT. Pertamina (Persero) West Java Balongan Fuel Terminal to Plumpang, North Jakarta is known that the remaining service life (RSL) for the pipeline ranging from 0.78 years to 77.7 years.

 

Penggunaan logam dalam perkembangan teknologi dan industri sebagai salah satu material penunjang sangat besar peranannya, akan tetapi dalam penggunaannya banyak faktor yang menyebabkan daya guna logam ini menurun. Salah satu penyebab hal tersebut adalah terjadinya korosi pada logam. Korosi merupakan penurunan kualitas logam yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan. Adapun proses korosi yang terjadi diakibatkan oleh reaksi elektrokimia. Di sini yang dimaksud dengan lingkungan sekelilingnya dapat berupa lingkungan asam, udara, embun, air tawar, air laut, air danau, air sungai, air tanah, minyak bumi dan fasa gas.. Penelitian ini dilakukan untukmemonitoring laju korosi pipa-pipa transportasi minyak yang terdapat sepanjang jalur 1 dari Balongan Jawa Barat, sampai Plumpang Jakarta Utara. Alat yang digunakan untuk pengukuran ketebalan adalah smart sensor ultrasonic thickness gauge AR 850. Selanjutnya data ketebalan digunakan dalam perhitungan laju korosi dan  remaining service life (RSL). Metode yang digunakan untuk melindungi pipa dari korosi eksternal adalah proteksi katodik sistem anoda korban yang dipasangpada pipa transportasi. Metode ini memproteksi pipa dari gangguan lingkungan sekitar dengan cara menggunakan anoda korban magnesium yang akan dikorbankan agar pipa todak terkorosi. Laju korosi pada pipa transportasi jalur 1PT. Pertamina (Persero) Terminal BBM Balongan Jawa Barat sampai Plumpang Jakarta Utara berkisar antara 0,01524 mm/tahun sampai dengan 0,06905 mm/tahun. Laju korosi tersebut dapat dikategorikan excellent sampai oustanding. Setelah dilakukan perhitungan remaining service life pipa transportasi jalur 1 PT. Pertamina (Persero) Terminal BBM Balongan Jawa Barat sampai Plumpang Jakarta Utara diketahui bahwa remaining service life (RSL) pipa tersebut berkisar antara 0,78 tahun sampai 77,7 tahun.

 


Keywords


Corrosion Rate, Remaining Service Life, Pipe, Oil Transportation, Smart Sensor Ultrasonic Thickness Gauge AR 850

References


Anonim.2002. “Pipeline Transportation Systems For Liquid Hydrocarbons and Other Liquids (Asme Code For Pressure Piping, B31)”. USA. The American Scienty Of Mechanical Engineers.

Agung, 2012. “Faktor-faktor yang mempengaruhi korosi”. agungfirdausi.my.id/2012/04/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-korosi.html.

Furqan, Muhammad, 2013 “Perhitungan Laju Korosi”. m10mechanicalengineering.blogspot.co.id/2013/11/laju-korosi.html.

Jonnes, Danny A. 1991. “Principles and Prevention of Corrosion”. New York. Macmillan Publishing Company.

Olivia, Denise, 2013. “Studi Teknis Penentuan Sisa Umur Pakai (Remaining Service Life) Pada Jaringan Pipa Produksi Minyak Bumi di Autoridade Nasional Do Petroleo Dili – Timor Leste”. Skrispsi. Universitas Islam Bandung.

Trethewey, Kenneth R dan Chamberlain, Jhon.1991. “Korosi”. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.

Walanda, Ericson, David, 2014. “Perhitungan Laju Korosi Untuk Menentukan SIsa Umur Pakai (remaining Service Life) dan sistem Perawatan pada Jaringan Pipa Produksi Uap Geothermal di PT Pertamina Geothermal Energy Area Kemojang, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat”. Skripsi. Universitas Islam Bandung.




Flag Counter