Owning Cost dan Operating Cost pada Penambangan Nikel Dipt Fajar Bhakti Lintas Nusantara Sub-Kontraktor PT Sinar Karya Mustika Desa Elevanun, Kecamatan Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara

Rattu Vahlevi, Sri Widayati, Yuliadi Yuliadi

Abstract


Abstract. Mining industry needs great planning ahead to mantain the operational mining process and preventing the chances of material loss and wasted- time. Therefore there should be an effort to reduce the investment cost which is to lowering production cost by implementing mechanical mining methode for its economical value and gain of benefits. Research showed PT Sinar Karya Mustika has several problems emerged from using less efficient devices which caused sudden damage and other factors which lead to roadblock  that put greater cost to mining operation. Based on  that, a research needs to be done in order to estimate operating cost per hour on nickel mining, owning cost, operator wage and production cost to be invested for the upcoming 10 years. Problems covered in this research limited by several factors, that are maintenance activities including number of fuel consumption, oil, filter, grease, factor of device number toward owning cost, and factor of inflation size which influence production cost for the next year. Result of this research showed operational cost per hour is Rp. 19.883.047,91, total owning cost per hour is Rp. 2.902.784,47, and cost to be invested for upcoming 10 years is Rp. 352.768.788.072,13.

 

Abstrak. Industri pertambangan sangat membutuhkan suatu perencanaan yang baik sehingga selama kegiatan operasi penambangan berlangsung tidak akan menimbulkan kerugian baik dari segi material maupun segi waktu. Untuk itu upaya yang dilakukan agar menurunkan biaya untuk investasi yaitu antara lain memperkecil biaya produksi dengan cara penerapan metode penambangan secara mekanis, hal ini dikarenakan dinilai lebih ekonomis dan menguntungkan. Dari hasil penelitian bahwa PT Sinar Karya Mustika memiliki beberapa masalah yang timbul yaitu penggunaan alat yang kurang efisien, terjadi kerusakan pada alat secara mendadak, dan berbagai faktor lain sehingga masalah tersebut menjadi hambatan yang menyebabkan biaya operasi penambangan yang dikeluarkan cukup besar. Maka dari itu perlu dilakukannya penelitian untuk mengetahui biaya operasi (operating cost) per jam pada kegiatan penambangan nikel, mengetahui biaya kepemilikan (owning cost), mengetahui biaya upah operator (operator wage) yang dikeluarkan, dan mengetahui biaya produksi yang harus di investasikan untuk 10 tahun kedepan. Dalam penelitian ini masalah yang dibahas dibatasi oleh beberapa faktor yaitu kegiatan maintenance antara lain jumlah pemakaian bahan bakar, oli, filter, grease,faktor jumlah alat terhadap biaya kepemilikan alat, dan faktor besarnya inflasi yang akan mempengaruhi besarnya biaya produksi yang dikeluarkan pada tahun berikutnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa dapat diketahui total biaya operasi per jam adalah sebesar Rp. 19.883.047,91, dan total biaya kepemilikan per jam adalah sebesar Rp. 2.902.784,47, sedangkan biaya yang harus di investasikan untuk 10 tahun kedepan adalah sebesar Rp. 352.768.788.072,13.


Keywords


Operational Cost, Owning cost, Production cost.

References


Apandi T. dan Sudana D., 1980, Geologi Lembar Ternate, Maluku Utara Skala 1:250.000, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Hamilton. Bell. Warren, 1979, Techtonics of the Indonesian Region, Departemen Pertambangan, Indonesia, United States. Agency for International Development

Prodjosumarto Partanto, 2000, Tambang Terbuka (Surface Mining) Departemen Pertambangan Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Prodjosumarto Partanto, 2005, Pemindahan Tanah Mekanis Departemen Pertambangan Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Schmidt FH., Ferguson JHA., 1951, Rainfall type based on wet and dry period ratio for Indonesia with Western New Gurinea. Kementerian Perhubungan.

Stermole J. Franklin, Stermole M. Jhon, 1996, Economic Evaluation and Investment Decision Methods, Investment Evaluations Coorporation, Colorado.

Supriatna, S., 1980, Geologi Lembar Morotai, Maluku Utara Skala 1:250.000, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pertambangan.v0i0.3989

Flag Counter