Kajian Korosi pada Pipa Transportasi Gas Pipeline A (SP 01 - SP 02) di Kecamatan Subang Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat

Aditya Nur Hakim, Elfida Moralista, Zaenal Zaenal

Abstract


Abstract. In the gas industry, gas transportation activities generally use a lot of metal-based equipment, including pipes. Metal pipes have good resistance to high temperatures and pressures. However, metal pipes can undergo oxidation due to direct contact with the external and internal environment. As a result, equipment made of metal will experience corrosion or damage so that it can cause leaks in the pipe and reduce the life of the pipe. Therefore, monitoring of corrosion in gas transportation pipelines is needed to avoid problems that can interfere with gas transportation activities. Corrosion research conducted on gas transportation pipeline along 3.400 meters with the condition of the pipe which is above and below the surface. The study aims to determine the type of corrosion that occurs in the pipe, the corrosion control method applied, corrosion rate and remaining service life of the pipe. Environmental condition in the study area are acidic environments with soil pH of 5,6 – 6,4, temperature is 26oC – 30oC and soil resistivity 2.145 – 4.563 ohm.cm including in the category of highly corrosive - corrosive. Measurement of the actual thickness of the pipe using Ultrasonic Thickness Gauge Panametrics MG 2 DL at 18 points. The methodology used in this research is to use pipe thickness reduction data due to determine the corrosion rate and remaining service life of the pipe. The type of corrosion that occurs in gas transportation pipeline is uniform corrosion and erosion corrosion. Corrosion control methods applied externally are coating method using Polyken Liquid Adhesive System 1027, wrapping method using Polyken 980/955 and method of sacrificial anode cathodic protection (SACP) using Mg metal as sacrificed anode. While corrosion control method that is applied internally is inhibitor method using UOPTM UNICORTM C Corrosion Inhibitor. Corrosion rate of pipe is 0,3436 to 0,3745 mm/year including the good category based on relative corrosion resistance. Remaining service life of the pipe is 11,53 to 14,55 year, this is show that the pipe can still be used beyond the design life of the pipe which is 20 years.

Keywords: Carbon Steel Pipes, Gas, Corrosion Rate, Remaining Service Life.

Abstrak. Dalam industri gas, untuk kegiatan transportasi gas pada umumnya menggunakan banyak peralatan berbahan dasar logam, diantaranya pipa. Pipa logam memiliki ketahanan yang baik terhadap temperatur dan tekanan yang tinggi. Tetapi, pipa logam dapat mengalami oksidasi karena terjadi kontak langsung dengan lingkungan eksternal dan internal. Akibatnya, peralatan yang terbuat dari logam akan mengalami korosi atau kerusakan sehingga dapat menyebabkan kebocoran pada pipa dan mengurangi sisa umur pakai pipa tersebut. Oleh karena itu, diperlukan monitoring korosi pada pipa transportasi gas agar tidak terjadi masalah – masalah yang dapat mengganggu kegiatan transportasi gas. Penelitian mengenai korosi ini dilakukan pada pipa transportasi gas sepanjang 3.400 meter dengan kondisi pipa yang berada di atas dan di bawah permukaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis korosi yang terjadi pada pipa, metode pengendalian korosi, laju korosi dan sisa umur pakai pipa. Kondisi lingkungan pada daerah penelitian yaitu lingkungan asam dengan pH tanah 5,6 – 6,4, suhu lingkungan yaitu 26oC – 30oC dan resistivitas tanah 2.145 – 4.563 ohm.cm termasuk pada kategori sangat korosif - korosif. Pengukuran tebal aktual pipa dilakukan dengan menggunakan alat Ultrasonic Thickness Gauge Panametrics MG 2 DL pada 18 titik. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan data pengurangan ketebalan pipa untuk menentukan laju korosi dan sisa umur pakai pipa. Jenis korosi yang terjadi pada pipa transportasi gas yaitu korosi merata dan korosi erosi. Metode pengendalian korosi yang diaplikasikan secara eksternal yaitu metode coating dengan menggunakan Polyken Liquid Adhesive System 1027, metode wrapping dengan menggunakan Polyken 980/955 dan metode proteksi katodik anoda korban (SACP) dengan menggunakan logam Mg sebagai anoda korban. Sedangkan metode pengendalian korosi yang diaplikasikan secara internal yaitu metode inhibitor dengan menggunakan UOPTM UNICORTM C Corrosion Inhibitor. Laju korosi pada pipa yaitu 0,3436 sampai 0,3745 mm/tahun termasuk kategori good berdasarkan ketahanan korosi relatif. Sisa umur pakai pipa transportasi gas ini ialah 11,53– 14,55 tahun, hal ini menunjukkan bahwa pipa masih bisa digunakan melebihi umur desain pipa yaitu 20 tahun.

Kata Kunci: Pipa Baja Karbon, Gas, Laju Korosi, Sisa Umur Pakai.


Keywords


Pipa Baja Karbon, Gas, Laju Korosi, Sisa Umur Pakai.

Full Text:

PDF

References


Ananda. Dwi Cahyo, Moralista. Elfida, Yuliadi, 2019, “Penentuan Laju Korosi Dan Sisa Umur Pakai Pipa Pada Jalur Pipa Produksi Naphtha Oil Dari Oxygen Stripper Receiver 31-V-101 Ke Oxygen Stripper Overhead Pump 31-P-102 A/B Di PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) VI Balongan Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat”, Prosiding Spesia Teknik Pertambangan (Februari, 2020), ISSN : 2460-6499 ; P 133-140, Universitas Islam Bandung.

Anonim, 2002, “Pipeline Transportation System for Liquid Hydrocarbons and Other Liquids”, The American Society of Mechanical Engineers, United States.

Anonim, 2015, “Inspector’s Examination”, Pressure Piping Inspector, American Petroleum Institute.

Hutauruk, Franky Yonatan, 2017, “Analisa Laju Korosi pada Pipa Baja Karbon dan Pipa Galvanis dengan Metoda Elektrokimia”, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.

Jonnes, Danny A, 1991, “Principles and Prevention of Corrosion”, New York, Macmillan Publishing Company, Diakses pada tanggal 26 Januari 2020.

Kenneth, R. Trethewey, 1991, “Korosi untuk Mahasiswa Sains dan Rekayasa”, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Moralista. Elfida, 2001, “Studi Efektivitas Inhibisi Kalsium Nitrit dan Natrium Dikromat pada Korosi Baja Tulangan Galvanis dalam Larutan Pori Beton Artifisial dengan Electrochemical Impedance Spectroscopy”, Institut Teknologi Bandung, Bandung.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pertambangan.v6i2.22689

Flag Counter