Stabilitas Lereng Tambang Terbuka Batubara Disertai Probabilitas pada Highwall PT XYZ di Provinsi Sumatera Selatan

Mukh. Qobul Ramdhani Saputra, Febri Hirnawan, Dono Guntoro

Abstract


Abstract. In open mining activities, slope geometry is basically an important study because it can determine the balance between the digging volume and the level of slope safety. Determination of slope stability is influenced by factors, so an approach is needed through risk analysis in determining the stability of the mine slope, which is one of them with the probability of landslide probability, so as to  determining the optimum geometry of single slopes and highwall slopes that meet stable criteria based on the value of slope safety factors and probability of landslide. This study uses analysis probability of slippage of the Monte-Carlo and Latin-Hypercube methods. Slope stability analysis is performed on a single slope with a geometry of 6, 8, 10 and 12 meters, while the slope criteria are 40°, 50°, 60°, and 70°. Whereas the overall slope is carried out on 2 sections of highwall with slope criteria 20°, 25°, 30°, 35°. The selected slope criteria is based on the Ministry of Energy and Mineral Resources No. 1827 K/ 30/ MEM/ 2018. From the results of the analysis of the slope stability on a single geometry slope is optimal in section A for claystone 6 m,  slope 40°, sandstone 6 m, slope 60°, and siltstone 6 m, slope 40°. In section B for claystone 8 m, slope 70°, sandstone 6 m, slope 50°, and silt 5 m, slope 40°. While the coal has a height of 12 m and a slope of 70°. For the overall slope analysis the optimal geometry results for part A have a slope of 25° with a full slope of 33.608 m, and for part B having a slope of 20° with an overall slope height of 60.551 m.

Keywords: Slope Stability, Failure Probability, Safety Factor

Abstrak. Dalam kegiatan penambangan terbuka, geometri lereng pada dasarnya menjadi kajian penting karena dapat menentukan keseimbangan antara volume penggalian dan tingkat keamanan lereng. Penentuan kemantapan lereng dipengaruhi oleh faktor-faktor, dengan demikian diperlukan pendekatan melalui analisis risiko dalam menentukan kestabilan lereng tambang, yaitu salah satunya dengan metode probabilitas kelongsoran, sehingga didapatkan geometri optimum lereng tunggal maupun lereng highwall yang memenuhi kriteria stabil berdasarkan nilai faktor keamanan lereng dan probabilitas kelongsoran. Penelitian ini dilakukannya degan analisis kesetimbangan batas Bishop serta probabilitas kelongsoran metode Monte-Carlo dan Latin-Hypercube. Analisis kestabilan lereng dilakukan pada lereng tunggal dengan geometri tinggi 6, 8, 10 dan 12 meter, sedangkan variasi slope 40°, 50°, 60°, dan 70°. Sedangkan pada lereng overall dilakukan pada 2 section highwall dengan kriteria slope 20°, 25°, 30°, 35°. Kriteria lereng yang dipilih didasari oleh KEPMEN ESDM Nomor 1827 K/ 30/  MEM/ 2018. Dari hasil analisis kestabilan lereng pada lereng single geometri optimal pada section A untuk batulempung 6 m, slope 40°, batupasir 6 m, slope 60°, dan batulanau 6 m, slope 40°. Pada section B untuk batulempung 8 m, slope 70°, batupasir 6 m, slope 50°, dan batulanau 6 m, slope 40°. Sedangkan pada batubara memiliki tinggi 12 m dan slope 70°. Untuk analisis kestabilan lereng overall didapatkan hasil geometri optimal untuk section A memiliki slope 25° dengan tinggi lereng keseluruhan 33,608 m, dan untuk section B memiliki slope 20° dengan tinggi lereng keseluruhan 60,551 m.

Kata Kunci: Stabilitas Lereng, Probabilitas Kelongsoran, Faktor Keamanan


Keywords


Stabilitas Lereng, Probabilitas Kelongsoran, Faktor Keamanan

Full Text:

PDF

References


Aditiawarman, 2015, “Analisis Statistik”, Jakarta.

Adnan, Fadjar, 2008, “Aplikasi Simulasi Monte-Carlo dalam Estimasi Biaya Proyek”, Jurnal Smartek.

Ahmad, Masagus A., dkk, 2011, “Aplikasi Probabilistik Untuk Analisis Kestabilan Lereng Tunggal (Studi Kasus Di PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk. Tanjung Enim, Sumatera Selatan)”, Prosiding TPT XX PERHAPI, Mataram.

Ahmad, Masagus A., 2014, “Pengembangan Metode Pe-nentuan Reliabilitas Kestabilan Lereng Tambang Terbuka Batubara di Indonesia”, Disertasi Doktor pada Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Ahmad, Masagus A., dkk, 2018, “Pengaruh Geometri Lereng Terhadap Perolehan Batubara Tertambang Di PT Arutmin Indonesia Site Kintap Kalimantan Selatan”, Seminar Nasional Pakar ke 1, Jakarta.

Anonim, 1998, “For the Tropical Engineering Field”, Universitas Teknologi Malaysia.

Anonim, 2018, “Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik”, Kepmen 1827 K/ 30/ MEM/ 2018, Mentri Energi dan Sumberdaya Mineral.

Bishop, A. W., 1955, “The Use of Slip Surface in The Stability of Analysis Slopes”, Geotechnique, Vol 5, London.

Hoek, dan Bray, 1981. “Rock Slope Engineering 3rd". London: Institution of Mining and Metallurgy.

Nasrul, 2015, “Uji Normalitas Secara Deskriptif Soedarmo, D., & Purnomo, E. (1993)”, Mekanika Tanah. Malang: Kanisius.

Supandi, 2013, “Pemodelan Parameter Geoteknik dalam Merespon Perubahan Desain Tambang Batubara Sistem Tambang Terbuka”, SEMNAS Ke-8: Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi, Yogyakarta.

Zakaria, Zufialdi., 2009, “Analisis Stabilitas Lereng”, seri mata kuliah Geoteknik, Laboratorium Geologi Teknik Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran (Tidak diterbitkan), Bandung.




Flag Counter