Optimalisasi Bahan Peledak Berdasarkan Baku Tingkat Getaran Tanah Menurut SNI 7571 Tahun 2010 di PT Mandiri Sejahtera Sentra, Desa SukamulyaKecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat

Nelly Nur Yuanita, Yuliadi Yuliadi, Elfida Moralista

Abstract


Abstract. In addition to simplifying the process of rock dispersion, blasting can have a negative impact on the surrounding environment. One adverse effect due to blasting activities is ground vibration. When exceeding the threshold, ground vibrations can damage the structure of the building and affect the stability of the slope. The study aims to analyze the level of ground vibration produced by blasting activities based on the Indonesian National Standard (SNI) No 75 of 2010 with a maximum vibration level of 40 mm/sec. The study also aims to analyze the factors that influence the level of ground vibration at the study site based on the Peak Velocity Summary (PVS) equation to determine the maximum charge load per delay time that can still be used. The level of vibration produced as a whole does not exceed the threshold where the smallest PVS value is 0,21 mm/s and the largest is 23,1 mm/s. There are four factors that affect the level of vibration produced, namely the type of the vibrational wave, the detonation constant, the distance and the maximum load of explosives used in a time delay. The maximum explosive load per time delay that can still be used with a safe distance radius of 300 m from the closest building (processing plant) is 165 kg/delay time.

Keywords: Ground Vibration, PVS, Maximum Charge per Delay Time.

Abstrak. Disamping untuk mempermudah proses pemberaian batuan, peledakan dapat memberikan dampak buruk terhadap lingkungan sekitar. Salah satu dampak buruk akibat kegiatan peledakan adalah getaran tanah (ground vibration). Ketika melebihi ambang batas, getaran tanah dapat merusak struktur bangunan dan mempengaruhi kestabilan lereng. Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat getaran tanah yang dihasilkan akibat kegiatan peledakan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) No 75 Tahun 2010 dengan tingkat getaran maksimum sebesar 40 mm/detik. Penelitian juga bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi besar tingkat getaran tanah di lokasi penelitian berdasarkan persamaan nilai Peak Velocity Summary (PVS) yang dihasilkan untuk mengetahui jumlah muatan bahan peledak maksimum per waktu tunda yang masih dapat digunakan. Tingkat getaran yang dihasilkan secara keseluruhan tidak melebihi ambang batas dimana nilai PVS terkecil 0,21 mm/detik dan terbesar 23,1 mm/detik. Terdapat empat faktor yang mempengaruhi tingkat getaran yang dihasilkan yaitu jenis gelombang getar, konstanta peledakan, jarak dan banyaknya muatan bahan peledak maksimum yang digunakan dalam satu waktu tunda. Muatan bahan peledak maksimum per waktu tunda yang masih dapat digunakan dengan radius jarak aman 300 m terhadap bangunan terdekat (pabrik pengolahan) yaitu 165 kg/waktu tunda.

Kata Kunci: Getaran Tanah, PVS, Muatan Bahan Peledak Maksimu per Waktu Tunda.


Keywords


Getaran Tanah, PVS, Muatan Bahan Peledak Maksimum per Waktu Tunda

Full Text:

PDF

References


Anonim, 2018, Kabupaten Purwakarta Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kabupaten Purwakarta.

Anonim, 2010, Baku Tingkat Getaran Peledakan pada Kegiatan Tambang Terbuka terhadap Bangunan. Standar Nasional Indonesia.

Dowding, C.H., 1985, Blast Vibration Monitoring and Control. Northwestern University. United Stated of America.

Fogelson, Duvall, 1962, Ground Vibration. USBM. Washington DC.

ICI, 1990, Safe and Efficient Blasting in Open Cut Mines. ICI Australia Operation PTY LTD.

Konya, C.J & Walter, E.J., 1991, Rock Blasting and Overbreak Control. Precision Blasting Service, United Stated of America.

Lucca, F.J., 2003, Ground Vibration Basic, Monitoring and Prediction. Terra Dinamica. Granby CT.

R.L. Ash., 1968, Design of Blasting Round, Surface Mining. CR Books Ltd. London.

Richards, A.B and Moore, A.J., 2005, Blast Vibration Course: Measurement, Assesment, Control. Terrock Consulting Engineer. Perth. West Australia.

USBM, 1950, Explosive and Blasting Procedures Manual. Washington DC.




Flag Counter