Kajian Stabilitas Lereng dan Probabilitas Kelongsoran pada Kuari B dan D di PT Indocement Tunggal Prakarsa Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat

Dewi Luckyta Kusuma Negara, Yuliadi Yuliadi, Indra Karna Wijaksana

Abstract


Abstract. Based on 2018 experience of quarry A and C, landslides were resolved due to rock solid and saturated rock mass. Causing weaknesses in nature and mechanics Based on these events, the B and D quarries to be mined need to be examined about the physical and mechanical properties, mass class, maximum seismicity factor, and also considerations of MAT saturation on the slopes before optimizing the mining slopes. Optimization is carried out on existing slopes for single or overall slopes, to determine the value of the slope probability and stability of the slope. The valuation methods used are the finite element method, boundary equilibrium and probabilistic methods. Obtained from the results to be achieved which consists of optimal slope geometry with the value of the Safety Factor and the Probability of an Accordance that matches the reference standard. After reviewing, based on the RMR analysis the rocks making up the slope are categorized into a strong rock class (R5). Estimated to reach a single peak can be made with a level of 4-10 m with an angle of 45o-60o. Meanwhile, the overall safe slope design on Q B is an angle made between 25o-30o and 79-111 m high with FKstatic 1.35-1.65 and FKdimanis 1.25-1.53 and PK 0%. While for Q Dari, the angle is made from 30o-35o, height 111-126 m, produces FKstatic 1.32-1.56 and Fkdinamis 1.14-1.25 and PK 0%.

Keywords: slope optimization, slope probability, slope stability, faktor keamanan.

Abstrak. Berdasarkan riwayat tahun 2018 kuari A dan C, mengalami longsor yang diakibatkan oleh kekar dan jenuhnya massa batuan. Sehingga menyebabkan sifat fisik dan mekanik batuan menjadi lemah. Berdasarkan kejadian tersebut, kuari B dan D yang akan ditambang ini perlu dikaji secara menyeluruh mengenai sifat fisik dan mekanik, kelas massa batuan, faktor kegempaan maksimum, serta asumsi jenuhnya MAT pada lereng sebelum dilakukan optimalisasi lereng penambangan. Optimasi dilakukan pada lereng existing untuk lereng tunggal maupun keseluruhan, untuk mengtehaui nilai probabiltas kelongsoran maupun  kestabilan lerengnya. Metode pendekatan yang digunakan yaitu metode elemen hingga, kesetimbangan batas dan metode probabilistik. Sehingga dengan pendekatan tersebut didapatkan hasil dari tujuan yang ingin dicapai yaitu berupa geometri lereng yang optimum disertai dengan nilai Faktor Keamanan dan Probabilitas Kelongsoran yang sesuai dengan acuan standar. Setelah dikaji, berdasarkan analisis RMR batuan penyusun lereng ini terkategorikan kedalam kelas batuan yg kuat (R5). Sehingga dapat direkomendasikan bahwa untuk lereng tunggal dapat dibuat tinggi jenjang sebesar 4-10 m dengan sudut 45o-60o. Sedangkan rekomendasi desain lereng keseluruhan yang aman pada Kuari B adalah sudut dibuat antara 25o-30o dan tinggi 79-111 m dengan FKstatis 1,35-1,65 dan FKdimanis 1,25-1,53 serta PK 0%. Sedangkan untuk Kuari D sudut dibuat 30o-35o, tinggi 111-126 m, menghasilkan FKstatis 1,32-1,56 dan Fkdinamis 1,14-1,25 serta PK 0%.

Kata kunci : optimalisasi lereng, probabilitas kelongsoran, stabilitas lereng, faktor keamanan.


Keywords


optimalisasi lereng, probabilitas kelongsoran, stabilitas lereng, faktor keamanan.

Full Text:

PDF

References


Afan. 2012. Analisa Kestabilan Lereng (Online). afanmining10.blogspot.co.id (Diakses Pada Tanggal 18 Desember 2019).

Ardhi, Hafidh A, dkk, 2017, “ Perbandingan Analisis Stabilitas Lereng Metode Kesetimbangan Batas Dengan Metode Elemen Hingga Menggunakan Pendekatan Probabilistik, Proceeding Seminar Nasional Geomekanika IV”, Hal. 179-186, Padang, Teknik Pertambangan Trisakti dan UPN.

Arif, Irwandy, 2016, “Geoteknik Tambang”, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Azhary, 2013. Kekar, Joint, Fracture, Rekahan (Online). tambangunp.blogspot.com (Diakses Pada Tanggal 18 Desember 2019).

Azhary, 2013. Rock Quality Design (RQD) (Online). tambangunp.blogspot.com (Diakses Pada Tanggal 18 Desember 2019).

Azizi, Masagus Ahmad, dkk, 2012, “Analisis Risiko Kestabilan Lereng Tambang Terbuka (Studi Kasus Tambang Mineral X), Prosiding Simposium dan Seminar Geomekanika ke-1 Tahun 2012”, Teknik Pertambangan ITB dan Trisakti, Teknil Sipil ITB dan Geptechnical Superintendent PT Newmont Nusa Tenggara.

Azizi, Masagus Ahmad, dkk, 2011, “Karakterisasi Parameter Massukan Untuk Analisis Kestabilan Lereng Tunggal (Studi Kasus Di PT Tambang Batubara Bukit Asam TBK Tanjung Enim, Sumatera Selatan), Seminar Nasional AvoER Ke-3”, Palembang, Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya.

Hidayat, Anwar, 2013. Pengertian dan Rumus Uji Saphiro Wilk – Cara Menghitung (Online). statistikian.com (Diakses Pada Tanggal 16 Desember 2019).

Hidayat, Anwar, 2013. Penjelasan Rumus Liliefors Dengan Contoh dan Cara Baca (Online). statistikian.com (Diakses Pada Tanggal 16 Desember 2019).

Hidayat, Anwar, 2013. Tutorial Uji Normalitas Dengan SPSS Lengkap (Online). statistikian.com (Diakses Pada Tanggal 16 Desember 2019).

Hoek, Bray, 1981, “Rock Slope Stability”, London.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 1827/K/MEM/2018, tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik.

Listyawan, Anto Budi, 2009 “Analisis Probabilitas Stabilias Lereng Tanah Lempung Jenuh”, Dinamika Teknik Sipil, 13(2), hal. 166-171.

Wijaksana, Indra K., 2017, “ Analisis Hubungan Kosntitutif pada Batuan Anisotrop “, Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, 13(2), hal. 91-98.

Wulandari, Agusti, 2016, “Analisis Kestabilan Lereng Dengan Menggunakan Metode Rock Mass Rating Dan Slope Mass Rating Pada Tambang Batupasir Di Samarida Seberang Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur”, Jurnal Teknologi Miberal FT UNMUL, 4(1), hal. 8-14.




Flag Counter