Perencanaan Produksi dan Pentahapan Penambangan Batubara di PT Jambi Prima Coal Desa Pemusiran, Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi

Mochamad Aprillianto Wicaksono, Yuliadi Yuliadi, Zaenal Zaenal

Abstract


Abstract. PT Jambi Prima Coal is a coal mining company located in Pemusiran Village, Mandiangin District, Sarolangun Regency, Jambi Province. Since 2018 PT Jambi Prima Coal has set a coal production target of 50,000 tons/month and a 3 BCM/tons Stripping Ratio. With the value of the production target, the determination of mining planning and phasing must be optimized, one of which is through scheduling coal mining production. Therefore it is necessary to make production planning and phasing in coal mining based on the value of the production target and the value of the established Stripping ratio. This activity is carried out to plan production and mining phasing to fit the production targets and the Stripping Ratio values set by the company. So that it takes observation of the ability of the equipment used, determining the amount of equipment by the production target and the value of the match factor, as well as determining the sequence and scheduling of mining by the company's production targets. Data is collected in the form of load and transport cycle time, tool productivity and parameters for determining work efficiency to plan measurable reserves, several tools used and mining schedule. Based on the calculation of the production of available loading equipment, the production target that can be obtained from July to December for overburden is 150,000 BCM/month and for coal 50,000 tons/month. Determination of the sequence and design pit is based on production targets that have been made, so that coal is obtained by 50,047 tons in July, 50,096 tons in August, 50,037 tons in September, 50,074 tons in October, 50,030 tons in November and 50,046 tons in November December. Scheduling made from July to December refers to the production targets that have been set so that from July to December, 4 fleet equipment can be used for overburden stripping activities and 1 fleet for coal mining activities. Based on the results of the study, to achieve the production targets and Stripping Ratio values set by the company, it can be recommended the number of tools in each month as many as 5 units of excavators and 18 units of dump trucks with an average match factor value of 1.07. The recommendation to determine the mining sequence must be carried out towards the north high-wall so that the Stripping Ratio value remains 3 BCM/tons.

Keywords: Planning, Production, Immeasable reserve, Scheduling.

Abstrak. PT Jambi Prima Coal merupakan perusahaan pertambangan batubara yang berlokasi di Desa Pemusiran, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Sejak tahun 2018 PT Jambi Prima Coal menentukan target produksi penambangan batubara sebesar 50.000 ton/bulan dan stripping ratio 3 BCM/ton. Dengan nilai target produksi tersebut, maka penentuan perencanaan dan pentahapan penambangan harus dioptimalkan salah satunya melalui penjadwalan produksi penambangan batubara. Oleh sebab itu perlu dibuat perencanaan produksi dan pentahapan penambangan batubara berdasarkan nilai target produksi dan nilai stripping ratio yang sudah ditetapkan. Kegiatan ini dilakukan untuk merencanakan produksi dan pentahapan penambangan agar sesuai dengan target produksi serta nilai stripping ratio yang sudah ditetapkan perusahaan. Sehingga dibutuhkan pengamatan kemampuan alat yang digunakan, penentuan jumlah peralatan yang sesuai dengan target produksi dan nilai match factor, serta penentuan sequence dan penjadwalan penambangan yang sesuai dengan target produksi perusahaan. Pengambilan data yang dilakukan berupa cycle time alat muat dan angkut, produktivitas alat serta parameter penentuan efisiensi kerja agar dapat merencanakan cadangan terkira, jumlah alat yang digunakan dan penjadwalan penambangan. Berdasarkan perhitungan produksi alat muat yang sudah tersedia, maka target produksi yang dapat diperoleh pada bulan Juli sampai dengan desember untuk overburden sebesar 150.000 BCM/bulan dan untuk batubara 50.000 ton/bulan. Penentuan sequence dan design pit dilakukan berdasarkan target produksi yang telah dibuat, sehingga didapat batubara sebesar 50.047 ton pada bulan Juli, 50.096 ton pada bulan Agustus, 50.037 ton pada bulan September, 50.074 ton pada bulan Oktober, 50.030 ton pada bulan November dan 50.046 ton pada bulan Desember. Penjadwalan yang dibuat dari bulan Juli sampai dengan Desember mengacu kepada target produksi yang sudah ditetapkan sehingga pada bulan Juli sampai Desember dapat digunakan peralatan sebanyak 4 fleet untuk kegiatan pengupasan overburden dan 1 fleet untuk kegiatan penambangan batubara. Berdasarkan hasil penelitian, untuk mencapai target produksi dan nilai stripping ratio yang sudah ditetapkan perusahaan, maka dapat direkomendasi jumlah alat pada setiap bulannya sebanyak 5 unit excavator dan 18 unit dumptruck dengan nilai match factor rata-rata sebesar 1,07. Rekomendasi penentuan sequence penambangan harus dilakukan ke arah high-wall utara agar SR batubara tetap bernilai 3 BCM/ton.

Kata kunci : Perencanaan, Produksi, Cadangan Terkira, Penjadwalan

 


Keywords


Perencanaan, Produksi, Cadangan Terkira, Penjadwalan

Full Text:

PDF

References


. A.A. Balkema/Rotterdam/Brookfield. Sulistyana. 2002. “Kursus Singkat Dua Hari Permodelan Sumberdaya / Cadangan di Bidang Geologi Pertambangan”, Bandung.

. Adisoma. 1998. “Perencanaan Berdasarkan Waktu”, Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung: Bandung.

. Adisoma. 1998. “Pengantar Perencanaan Tambang”. Direktorat Jenderal Pertambangan Umum Departemen Pertambangan dan Energi.

. Arif, Irwandy, 2000, “Analisa Kemantapan Lereng dan Falsafah Kemantapan Lereng”, Intitut Teknologi Bandung: Bandung

. Hustrulid W and Kuchta M. 1995. Open Pit Mine Planning &Design Volume 1.

. Prodiosumarto P. 1993. “Pemindahan Tanah Mekanis”, Institut Teknologi Bandung: Bandung.

. Prodiosumarto P. 1993. “Tambang Terbuka”, Institut Teknologi Bandung: Bandung.




Flag Counter