Analisis Fragmentasi Hasil Peledakan di PT Bukit Granit Mining Mandiri Desa Teluk Lekup, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau

Hary Susanto, Yuliadi Yuliadi, Dudi Nasrudin Usman

Abstract


Abstract. PT Bukit Granit Mining Mandiri is engaged in granite rock mining with production split in the form of material of various sizes. Production activities carried out by the granite rock blasting activities. The quality of the results to determine the success blasting activities. In the blasting process one indicator of the success of exploitation itself is fragmentation. Fragmentation evaluation aims to obtain an optimal fragmentation blasting both in terms of blasting and in terms of processing. Evaluation of the results of blasting rock fragmentation is done by taking the blasting geometry data, of explosives using, fragmentation and supporting data. Based on current blasting geometry, rock fragmentation obtained measuring > 80 cm on average 4,73% with a powder factor of 1,04 kg/BCM. It shows the results of blasting rock fragmentation <80 cm are good but not yet optimal because the value of powder factor is still  big. Then the blasting geometry is re-planned to optimize the blasting fragmentation distribution using the formula of R. L Ash and C. J. Konya. Based on the results of the fragmentation and analysis calculation carried out, the blasting geometry of the results of C. J. Konya was chosen. In terms of percentage, rock fragmentation> 80 cm suggested by R.L. Ash and C. J. reach 1%, but from the powder factor value, the proposed C. J Konya (0.67 Kg / BCM) has a smaller value than R. L. Ash (0.78 Kg / BCM). The proposed geometry of C. J Konya is recommended to be set as a new design. From the change in geometry, a decrease in explosive use can be done and also affects the reduction in cost per blasting.

Keywords : Granite, Blasting Geometry Explosive, Fragmentation

Abstrak. PT Bukit Granit Mining Mandiri bergerak dalam pertambangan batuan granit dengan hasil produksi berupa material split berbagai macam ukuran. Kegiatan produksi batuan granit dilakukan dengan kegiatan peledakan. Kualitas dari hasil peledakan sangat menentukan keberhasilan kegiatan peledakan. Dalam proses peledakan salah satu indikator keberhasilan peledakan itu sendiri adalah fragmentasi. Evaluasi fragmentasi bertujuan untuk mendapatkan fragmentasi yang optimal bail dari segi peledakan maupun dari segi pengolahan. Evaluasi fragmentasi batuan hasil peledakan dilakukan dengan mengambil data-data geometri peledakan, penggunaan handak, fragmentasi serta data-data pendukung. Berdasarkan geometri peledakan aktual saat ini, didapatkan fragmentasi batuan yang berukuran >80 cm rata-rata 4,73 % dengan powder factor sebesar 1,04 Kg/BCM. Hal ini menunjukkan fragmentasi batuan hasil peledakan <80 cm sudah baik namun belum optimum karna nilai powder factor yang masih besar. Selanjutnya dilakukan perencanaan ulang geometri peledakan untuk mengoptimumkan distribusi fragmentasi peledakan dengan rumusan R. L Ash dan C. J. Konya. Berdasarkan hasil perhitungan fragmentasi dan analisis yang dilakukan, maka dipilih geometri peledakan hasil perhitungan C. J. Konya. Dari segi persentase, fragmentasi batuan berukuran >80 cm usulan R.L. Ash dan C. J. mencapai 1 %, akan tetapi dari nilai powder factor, usulan C. J Konya (0,67 Kg/BCM) mempunyai nilai lebih kecil dibandingkan R. L. Ash (0,78 Kg/BCM). Geometri usulan C. J Konya lebih direkomendasikan untuk ditetapkan menjadi desain baru. Dari perubahan geometri tersebut, penurunan penggunaan handak bisa dilakukan dan berpengaruh juga terhadap penurunan biaya per peledakan.

Kata Kunci : Granit, Geometri Peledakan, Handak, Fragmentasi


Keywords


Granit, Geometri Peledakan, Handak, Fragmentasi

Full Text:

PDF

References


Anonim. 1998. “Blasters Handbook”. International Society of Explosiv Engineers. Ohio, USA.

Anonim. 2015. “Modul Diklat Julu Ledak Kelas 2”. Pendidikan dan Pelatihan Juru Ledak Teknologi Mineral dan Batubara, Bandung

Ash, R.L. 1963. The Mechanics of Rock Breakage. Cleveland : Pit and Quarry Magazine.

Bieniawski. 1989. Engineering Rock Mass Classification. New York : John Wiley & Sons.

Cunningham, C.V.B, 1983, “Model For Prediction of Fragmentation From Blasting”, Symposium on Rock Fragmentation by Blasting, Sweden.

Heri 2012.“Kajian Teknis Geometri Peledakan di PT. Semen Padang Sumatera Barat”, Skripsi S1 Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya, Inderalaya.

Hopler, B. R. 1998. “Blasters’ Handbook”. Penerbit International Society of Explosive Engineers.Cleveland, ohio USA.

Ir. Hasywir Thaib Siri, M.Sc, Dkk. 2012. “Buku Panduan Praktek Tambang Terbuka”. Penerbit UPN “Veteran”. Yogyakarta

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.555/K/26/M.PE/1995, tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Pertambangan Umum

Koesnaryo. 2001. Teori Peledakan. Bandung : Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara.

Konya, Calvin J. 1990, “Surface Blast Design”, Precision Blasting Service, New Jersey.

Lilly, Peter. 1986. An Empirical Method of Assessing Rock Mass Blastibility. The Aus IMM/IE Aust Newman Combine Group, Large Open Pit Mining Conference.

N.R. Cameron, S.A. Ghazali & S.J. Thomson, 1982; Geologi Lembar Bengkalis & Siak Sri Indrapura - Tanjung Pinang, Sumatera.

Rangga, (2012),”Kajian Teknis Geometri Peledakan Pada Quarry Tambang Granit PT. Trimegah Perkasa Utama Kabupaten Karimun Kepulauan Riau”, Srikpsi S1 Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya,

Sandvik Tamrock, 1998,”Excavation Hand Book”, Sidbury, Ontario Canada

Sushil Bhandari. 1997. Engineering Rock Blasting Operations. Netherland Balkema/Rotterdam/Brookfield.




Flag Counter