Perolehan Al2O3 dan SiO2 pada Pencucian Bijih Bauksit di PT Dinamika Sejahtera Mandiri Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat

Muhammad Mayadi, Pramusanto Pramusanto, Sri Widayati

Abstract


Abstract. Bauxite ore in Indonesia is mostly dominated by laterite bauxite ore whose management uses washing. Laterite bauxite ore requires appropriate technology to increase Al2O3 levels and reduce SiO2 levels.(1) Laterite bauxite ore located at the mining location of PT. Dinamika Sejahtera Mandiri has an average Al2O3 level of 47%. The iron ore is mined by backfilling for subsequent washing processes. Washing process is done by using the trommel screen as the main washing machine. From the washing results are then taken a sample to be further carried out chemical analysis (test content) how much increase has occurred in the laterite bauxite ore that has undergone a washing process.(2) Bauxite ore washing equipment used in the form of a hopper and 2 pieces of screen drum dimensions 160x140 mm and 1x2 mm. The source of water for washing is obtained from a pool of water sources that have a volume of 8000 m3 which is pumped using a pump with a total water flow used of 15 liters / second. (3) From the results of field observations made during the final project research at PT Dinamika Sejahtera Mandiri the actual production of bauxite processing has an average Al2O3 content from 47.06% increasing to 49.89%. And SiO2 decreased from an average of 8.66% to 6.45%. bauxite that enters leaching has an average gain of 59.03%.

Keywords: Washing Plan Bauxite, Analisys Bauxite, Material Balance and Recovery From Bauxite, Water Balance.

 

Abstrak. Bijih bauksit di Indonesia sebagian besar didominasi oleh kelompok bijih bauksit laterit dimana pengolahannya menggunakan pencucian. Bijih bauksit laterit memerlukan teknologi tepat guna untuk meningkatkan kadar Al2O3 dan menurunkan kadar SiO2. (1) Bijih bauksit laterit yang berada di lokasi penambangan PT Dinamika Sejahtera Mandiri memiliki kadar rata-rata Al2O3 sebesar 47%. Bijih besi tersebut ditambang dengan cara backfilling yang selanjutnya dilakukan proses pencucian. Proses pencucian dilakukan dengan menggunakan trommel screen sebagai mesin pencuci utamanya. Dari hasil pencucian dilakukan pengambilan sampel untuk dilakukan analisis kimia (uji kadar), dimana dari analisis tersebut dapat diketahui berapa peningkatan yang terjadi pada bijih bauksit laterit yang telah mengalami proses pencucian. (2) Peralatan pencucian bijih bauksit yang digunakan dalam 1 unit berupa 1 buah hopper, 1 buah trommol baby berdimensi 160x140 mm dan 1 trommol primeri berdimensi 1x2 mm. Air untuk pencucian didapat dari kolam sumber air dengan kapasitas 8000 m3. Air dipompa menggunakan pompa yang memiliki kapasitas debit air sebesar 15 liter/detik. (3) Dari hasil pengamatan lapangan yang dilakukan selama penelitian tugas akhir di PT Dinamika Sejahtera Mandiri produksi aktual pengolahan bauksit memiliki kandungan rata-rata Al2O3 dari 47,06% meningkat menjadi 49,89%. Dan SiO2 mengalami penurunan dari rata-rata 8,66% menjadi 6,45%. bauksit yang masuk ke dalam pencucian memiliki perolehan rata-rata sebesar 59,03%.

Kata Kunci: Pencucian Bijih Bauksit, Analisis Kadar Bauksit, Neraca Bahan dan   Perolehan Bijih Bauksit, Keseimbangan Air Pencucian


Keywords


Pencucian Bijih Bauksit, Analisis Kadar Bauksit, Neraca Bahan dan Perolehan Bijih Bauksit, Keseimbangan Air Pencucian

Full Text:

PDF

References


Andra, 2012. “Pengolahan Bahan Galian”. ardra.biz (Diakses Pada Tanggal 25 Maret 2019)

Anonim, 2018. “Alumina is used for the production of aluminium metal, through the Hall–Héroult electrochemical smelting process”. bauxite.world-aluminium.org (Diakses Pada Tanggal 25 Maret 2019)

Anonim. 1982. “The World Alumunium Industry”. Vol.1. Australian Mineral Economite Pvt.Ltd, Sydney, Feb 1982 Page 6

Aziz,Muchtar. 2012. “Karakterisasi Mineral-Mineral Ampas Untuk Pembuatan Material Geopolimer Bangunan” Jurnal Tekmira Volume 8, Nomor 2, Mei 2012

Barry A. Wills and James Finch. 2015. “Wills' Mineral Processing Technology” Butterworth-Heinemann, UK

Dian. 2012. “Profil Daerah” setda.sanggau.go.id (Diakses pada Tanggal 25 Maret 2019)

Bhavan, Indiria. 2015. “Indian Minerals Yearbook 2013”. Government of India, Ministry of Mine. Indian Bureau of Mines

Cahyono, Stefanus C. dan Husaini. 2009. “Peningkatan Kadar Bijih Bauksit Kijang dan Tayan Dengan Metode Scrubbing” Jurnal Tekmira Volume 5, Nomor 4, Oktober 2009

Gow, N.N., dan Gian, P. L., 1993, Bauxites. Ore Deposits Model, v. 2. h. 135-142.

Hyamn. 2017. “Mineral Bauksit”. Hyamn.com (Diakses Pada Tanggal 25 Maret 2019)

Metcalf & Eddy, Tchobanoglous, G., Burton, F. L., Stensel, H. D. “Wastewater engineering: treatment and reuse/Metcalf & Eddy, Inc.”, Tata McGraw-Hill, 2003.

Metso. 2008 . “Basics in Mineral Processing”. Metso Expert, USA.

PT Gesit. 2016. “Profil Perusahaan”. .gesit.co.id (Diakses Pada Tanggal 25 Maret 2019)

R. Cerro, B.G. Higgins & S. Whitaker, 2014. ”Material Balance for Chemical Engineers”, Reseachgate publication.

Reddy, Bontha Ramachandra. 1997. “The Effect of Pretreatment on Magnetic Separation of Ferruginous Minerals in Bauxite” Journal Magnetic and Electrical Separation, Vol.8, pp.115-123. July 1996




Flag Counter