Evaluasi Sistem Kerja Unit Crushing Plant (Narogong-I danNarogong -II) Dalam Upaya Mencapai Target Produksi 20.000 ton/hari pada Tambang Batugamping di PT Holcim Indonesia, Tbk Holcim Narogong Plant Bogor, Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat

Alwi Nugraha Utama, Sriyanti Sriyanti, Achmad Machali Muchsin

Abstract


Abstract. For this limestone processing, the company uses two crushing plant units (Narogong-I and Narogong-II) which is run in turn with three shifts of work in one day, the company implementing two production schemes is two run one crushing plant unit (Narogong-I or Narogong-II) in one shifts of work, and ran two units crushing plant (Narogong-I and Narogong-II) in truns. There are man- made barriers, machine, and weather, cousing production targets achieved. Refers to a system of work and obstacles system that occurs at the time of production took place, the need for evaluation of a evaluation of an action whice has been established by the compay. Obstacles that occur during observations include: obstacles that can be avoided / Whd (late after a break, preparation of tools, leave early), and obstacles that cannot be avoided / Wtd (maintenance and rain): Work system with production scheme A, crushing unit Narogong plant-I shift work-1 for 74,80 minutes, work shift-2 for 72,47 minutes, 3rd work shift for 64,99 minutes, and in the Narogong-II plant crushing plant work-1 shift for 80, 42 minutes, 2nd work shift for 76,72 minutes, 3rd work shift for 98.49 minutes. Work system with production scheme B, work shift-1 for 110,6 minutes, work shift-2 for 114,06 minutes, work shift-3 for 86,19 minutes. By implementing the production A scheme on the 1st and 2nd shifts of production, the production is carried out at Narogong-II crushing plant unit and the 3rd work shift with the B production scheme, the company produces 19,545.67 tons / day, so as to reach the target, with apply the highest work efficiency at work-2 shift at Narogong-II crushing plant unit with production A scheme which reaches 87.62%, so if done every work shift the product will produce 20,602.80 tons / day.

Keywords: Production Scheme, Production Target, Limestone

 

Abstrak. Pengolahan batugamping ini, perusahaan menggunakan dua unit crushing plant (Narogong – I dan Narogong – II) yang dijalankan secara bergatian dengan tiga shift kerja dalam sehari, Perusahaan menerapkan dua skema produksi yaitu dengan menjalankan satu unit crushing plant (Narogong-I atau Narogong-II) dalam satu shift kerja, dan menjalankan dua unit crushing plant (Narogong-I dan Narogong-II) dalam satu shift kerja dengan bergantian. Selain sistem kerja yang dilakukan perusahaan, terdapatnya hambatan-hambatan yang terjadi saat produksi berlangsung yang disebebkan faktor manusia, faktor alat, dan gangguan cuaca, akan menyebabkan tidak tercapainya target produksi yang telah di tetapkan. Mengacu terhadap sistem kerja dan hambatan-hambatan yang terjadi pada saat produksi berlangsung, maka perlunya sebuah evaluasi untuk mengetahui pencapaian dari target produksi yang telah di tetapkan oleh perusahaan.

Hambatan yang terjadi selama pengamatan antara lain: hambatan yang dapat dihindari/ Whd (terlambat setelah istirahat, persiapan alat, pulang lebih awal), dan hambatan yang tidak dapat dihindari/ Wtd  (maintenance dan hujan) : Sistem kerja dengan skema produksi A , unit crushing plant Narogong- I shift kerja-1 selama 74,80 menit, shift kerja-2 selama 72,47 menit, shift kerja ke-3 selama 64,99 menit, dan pada unit crushing plant Narogong-II shift kerja-1 selama 80,42 menit, shift  kerja-2 selama 76,72 menit, shift kerja ke-3 selama 98,49 menit. Sistem kerja dengan skema produksi B, shift kerja-1 selama 110,6 menit, shift  kerja-2 selama 114,06 menit, shift kerja ke-3 selama 86,19 menit. Dengan menerapkan skema produksi A pada shift kerja ke-1 dan ke-2 yang produksi dilakukan pada unit crushing plant Narogong-II dan shift kerja ke-3 dengan skema produksi B perusahaan menghasilkan 19.545,67 ton/hari, sehingga untuk mencapai target, dengan menerapkan efisiensi kerja tertinggi pada shift kerja-2 di unit crushing plant Narogong-II dengan skema produksi A yang mencapai 87,62 %, maka apabila dilakukan setiap shift kerja akan menghasilkan produk 20.602,80 ton/hari.

Kata Kunci : Skema Produksi, Target Produksi, BatuGamping


Keywords


Skema Produksi, Target Produksi, BatuGamping

Full Text:

PDF

References


Bridgestone, 2006. Bridgestone Belt Conveyor Handbook. Bridgestone, Japan.

Kelly, Errpl, G and Sporttiswood, David J. 1982, Introduction to Mineral Processing, Jhon Willey & Sons, Inc. Canada.

Mondadori, Arlondo, 1997. Simons & Schuster’s Guide to Roks and Minerals, Simons & Schuster’s Inc, Milan.

Olaleye BM. 2009. Influence of Some Rock Strength Properties On Hammer Crusher Performance In Quarry Mining. Nigeria.

Prastyo, Harry. 2017. Statistik Dasar : Sebuah Panduan Untuk Peneliti Pemula. Mojokerto, Indonesia.

Prodjosumarto, Partanto. 1993, Tambang Terbuka, Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Kebumian Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Sils,S.R., 1996, Improved Material Balance Regression Analysis For Waterdrive Oil and Gas Reservoirs, Arco E&P Technology.

Svedala.co. 1993. Crushing Plant Unit Cibinong Cement Handbook. Germany Svedala Co. Ltd. Bogor, Indonesia. Not Published

Taggart. Arthur F 1953. Handbook of Mineral Dressing, Jhon Willey and son, inc, New York, London and Sidney.

The Conveyor Equipment Manufacture Assocoation, 2007. Belt Conveyor For Bulk Material., Florida.

William S, Cordua. 1998. The Hardness of Minerals and Rock, International Lapidary Association, Idaho.

Wiess, N.L., 1985, Mineral Processing Handbook, Society of Mining Engineers of the American Institute of Mining, Metallurgical, and Petroleum Engineers.




Flag Counter