Studi Karakteristik Batubara dan Hubungannya dengan Potensi Gas Metana Batubara di Cekungan Batiro Provinsi Kalimantan Tengah

Acep Ali Anwar Fauzi, Solihin Solihin, Rita Susilawati

Abstract


Abstract. Coalbed Methane (CBM) is a non-conventional gas projected as future energy. CBM potential is supported by the large number of coal resources and reserves. Inside coal there is a very large content of coal methane gas that can be used as an energy source, both as a power plant and as fuel. Coal that is burned directly produces more harmful gas emissions compared to coal methane gas, so GMB is more environmentally friendly than coal that is directly burned.Coal samples were taken from three research locations, namely Ampah, Upau and Tamiang Layang areas. Regionally these three regions are included in the barito basin. In the Ampah area activities were carried out at two drill points namely JWT 01 (with a total depth of 512.40 m) and JWT 02 (with a total depth of 515.50 m). The Tamiaang Layang area was carried out at the TL 01 drill bit (508 m depth) and in the Upau area at AMB 01 drill point (349.7 m depth) and TTA 01 (506.4 m depth). The method used in the study used the desorption test method, proximate analysis, ultimate analysis, caloric value analysis and petrographic analysis.Coal based on the vitrinite reflectance value in the Ampah research area (0.23-0.34%) is included in lignite mitigation coal with a content of 0.36-4.39 scf / ton, while in the Tamiang Layang area (0.49-0 60%) included in high volatile bituminous C to high volatile bitminous B coal with a gas content of 24.82-54.98 scf / ton and in the Upau area (0.25-0.51%) including lignite to high coal depth volatile bituminous C with a gas content of 0.19-25.79 scf / ton.Upau coal has an average gas content of 19.59 scf / ton, a total thickness of 112.08 m, an average thickness of 7.47 m, while the Ampah area has a total thickness of 31.24 m, an average thickness of 2 4 m with an average gas content of 1.15 scf / ton and the Tamiang Layang area has an average gas content of 39.63 scf / ton with a total thickness of 2.5 m and an average thickness of 0.43 m. Of the three GMB regions that have the potential to be developed based on coal rank, thickness and gas content are the Upau area.

Keywords: Coalbed Methane, Barito Basin, Characteristics of Coal, Gas Content.

 

 

Abstrak. Gas Metana Batubara (GMB) adalah gas non konvensional yang diproyeksikan sebagai energi masa depan. Potensi GMB didukung oleh banyaknya sumberdaya dan cadangan batubara. Di dalam batubara terdapat kandungan gas metana batubara yang sangat besar yang dapat dimafaatkan sebagai sumber energi, baik sebagai pembangkit listrik maupun sebagai bahan bakar. Batubara yang dibakar secara langsung lebih banyak menghasilkan emisi gas berbahaya dibandingkan dengan gas metana batubara, sehingga GMB kedudukannya lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan batubara yang dibakar secara langsung.Sampel batubara diambil dari tiga lokasi penelitian yaitu daerah Ampah, Upau dan Tamyiang Layang. Secara regional ketiga daerah tersebut termasuk ke dalam Cekungan Barito. Pada daerah Ampah kegiatan dilakukan pada dua titik bor yaitu JWT 01 (dengan total kedalaman 512,40 m) dan JWT 02 (dengan total kedalaman 515,50 m). Pada daerah Tamiyang Layang dilakukan pada titk bor TL 01 (kedalaman 508 m) dan pada daerah Upau pada titik bor AMB 01 (kedalaman 349,7 m) dan TTA 01 (kedaaman 506,4 m). Metode yang dilakukan dalam penelitian menggunakan metode desorption test, analisis proksimat, analisis ultimat, analisis nilai kalori dan analisis petrografi.Batubara pada berdasarkan nilai reflektan vitrinite pada daerah penelitian Ampah (0,23-0,34%) termasuk kedalam batubara peringkan lignite dengan kandungan 0,36-4,39 scf/ton, sedangkan pada daerah Tamiyang Layang (0,49-0,60%) termasuk kedalam batubara peringkat high volatiles bituminous C sampai high volatile bitminous B  dengan kandungan gas 24,82-54,98 scf/ton dan pada daerah Upau (0,25-0,51%) termasuk kedalaman batubara peringkat lignite sampai high volatiles bituminous C dengan kandungan gas 0,19-25,79 scf/ton.Batubara daerah Upau memiliki kandungan gas rata-rata kandungan gas 19,59 scf/ton, ketebalan total 112,08 m, ketebalan rata-rata 7,47 m, Ampah ketebalan total 31,24 m, rata-rata ketebalan 2,4 m dengan rata-rata kandungan gas 1,15 scf/ton dan daerah Tamiang Layang memiliki kandungan gas rata-rata kandungan gas 39,63 scf/ton dengan total ketebalan 2,5 m dan rata-rata ketebalan 0,43 m.Dari tiga daerah GMB yang berpotensi untuk dikembangkan berdasarkan peringkat batubara, ketebalan dan kandungan gas adalah daerah Upau.

Kata kunci:    Coalbed Methane, Barito Basin, Karakteristik Batubara, Kandungan Gas


Keywords


Coalbed Methane, Barito Basin, Karakteristik Batubara, Kandungan Gas

Full Text:

PDF

References


Aminian, dan Roedvelt, 2014. Chapter 4 – Evolution of Coalbed Methane Reservoir”. In : Aminian, P.T.S. (Ed.), Coalbed Methane. From Prospect to Pipeline. Ensevier, Oxford, pp. 31-61.

Chalmer, G.R.L., Bustin, R.M., 2007. “On the Effect of Petrografic Composition on Coalbed Methane Sorption”. International Journal of Coal Geology 69, 288-304.

Diessel, Claus F.K. 1992. “Coal Bearing Depositional System”. The University of Newcastle. Newcastle, Australia.

Firdaus, Anugrah. 2017. Kajian Mengenai Karakteristik Batubara Terhadap Kandungan Gas Metana Batubara (Coalbed Methane) dan Lingkungan Pengendapan di Daerah Ampah, Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Bandung.

Flores, R.M. 2013. “Coal and Coalbed Gas : Fueling the Future”. Elsevier Science, Bunglington.

Levine, J.R., 1993. “Coalification : The evolution of Coal as Source Rock and Reservoir Rock for Oil and Gas, in : Law, B.E., Rice, D.D. (Eds), Hydrocarbons from Coal”. American Association of Petrolium Geologists, Tusla, Oklahoma, pp. 39-77.

Poernomo, W., S., Kusniadi, D., Maryono, A.2015. “ Prospeksi Daerah Ampah dan Sekitarnya, Kabupaten Barito Timut, Provinsi Kalimantan Tengah”. Pusat Sumber Daya Geologi. Bandung.

Susilawati Rita. “Mengenal CBM Sebagai Sumber Daya Energi”. Kelompok Penelitian Batubara Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi. Bandung.

Suhada, D., I., dkk. 2015. “Penelitian Sumur Geologi Untuk Tambang Dalam dan CBM di Daerah Upau dan Sekitarnya”. Pusat Sumber Daya Geologi. Bandung.

Tobing, R., L., D., Ibrahim, M., A. 2105. “ Pengeboran Dalam untuk Evaluasi Potensi CBMdan Batubara Bawah Permukaan di Daerah Upau dan Sekitarnya, Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan”. Puat Sumber Daya Geologi. Bandung.




Flag Counter