Studi Penentuan Peringkat Batubara Berdasarkan Analisa Fisika dan Kimia di Daerah Air Laya dan Mangunjaya Provinsi Sumatera Selatan

Venus Rozul Fawaz Zakli, sriyanti sriyanti, Rita Susilawati

Abstract


Abstract. Coal is a non-renewable energy source whose utilization is still relied upon. The potential of Indonesian coal is dominated by low to moderate calorie coal. Therefore the use of coal needs more attention so that coal can provide maximum benefits. In this research a physical analysis (vitrinite reflectant) will be conducted which will be correlated with chemical analysis (proximate and calorific value) on coal. Vitrinite reflectant analysis was performed using a polarization microscope and measurements were assisted with MSP 200 software. Vitrinite reflectant analysis in the Mangunjaya region resulted in a lignite coal rating of 0.2 - 0.37% in the Air Laya area producing a volatile bituminous to anthracite rating ranging from 1.49 - 2.59. The results of the analysis of the calorific value of coal in the mangunjaya area produced calorific values ranging from 4,509 - 6,115 cal / gr (adb) which are included in low rank coal (<5,100 cal / gr adb) to moderate (5,100 - 6,100 cal / gr adb). The volatile matter values in the Mangunjaya area are in the lignite rank. There is a difference in the rank of coal in the Air Laya and Mangunjaya regions based on vitrinite reflectance values. The Air Laya area shows a higher coal rating than the Mangunjaya area. The difference in the rank of coal is caused by the intrusion of andesite igneous rocks that break through the coal seams in the Air Laya area which is able to increase coal rankings high. The increase in temperature and pressure due to increasing depth of the coating will improve the rank of coal. Based on the graph of the relationship between the depth of the layer with the characteristics of coal obtained a low correlation value (> 0.5) in other words the depth of the layer in the study area does not clearly affect the characteristics of coal.

Keywords : Vitrinite Reflectants, Calorie Values, and Coal Ratings.

 

Abstrak. Batubara merupakan salah satu sumber energi tak terbarukan yang pemanfaatan nya hingga saat ini masih diandalkan. Potensi batubara Indonesia didominasi oleh batubara kalori rendah sampai kalori sedang. Oleh sebab itu pemanfaatan batubara perlu lebih diperhatikan agar batubara dapat memberikan manfaat yang maksimal. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis fisika (reflektan vitrinit) yang akan dikorelasikan dengan analisis kimia (proksimat dan nilai kalori) pada batubara. Analisis reflektan vitrinit dilakukan dengan menggunakan mikroskop polarisasi dan pengukurannya dibantu dengan software MSP 200. Analisis reflektan vitrinit pada daerah Mangunjaya menghasilkan peringkat batubara lignit yaitu antara 0,2 – 0,37 % di daerah Air Laya menghasilkan peringkat medium volatile bituminus hingga antrasit yaitu berkisar antara 1,49 – 2,59. Hasil analisis nilai kalori batubara pada daerah mangunjaya menghasilkan nilai kalori mulai 4.509 – 6.115 kal/gr (adb) yang termasuk dalam batubara peringkat rendah (<5.100 kal/gr adb) hingga sedang (5.100 – 6.100 kal/gr adb). Nilai volatile matter pada daerah Mangunjaya berada pada peringkat lignit. Terdapat perbedaan peringkat batubara pada daerah Air Laya dan Mangunjaya berdasarkan nilai reflektan vitrinit. Daerah Air Laya menunjukan peringkat batubara yang lebih tinggi dibandingkan daerah Mangunjaya. Perbedaan peringkat batubara ini disebabkan oleh adanya intrusi batuan beku andesit yang menerobos lapisan batubara di daerah Air Laya yang mampu meningkatkan peringkat batubara menjadi tinggi. Kenaikan suhu dan tekanan akibat bertambahnya kedalaman lapisan akan meningkatkan peringkat batubara. Berdasarkan grafik hubungan antara kedalaman lapisan dengan karakteristik batubara didapatkan nilai korelasi yang rendah (>0,5) dengan kata lain kedalaman lapisan pada daerah penelitian tidak terlihat jelas mempengaruhi terhadap karakteristik batubara.

Kata kunci : Reflektan Vitrinit, Nilai Kalori, dan Peringkat Batubara.


Keywords


Reflektan Vitrinit, Nilai Kalori, dan Peringkat Batubara.

Full Text:

PDF

References


American Society for Testing and Materials (ASTM), 1994, Standard test method for microscopical determination of the reflectance of vitrinite in a polished specimen of coal: Annual book of ASTM standards: gaseous fuels; coal and coke, sec. 5, v. 5.05, D 2798-91, p. 280-283.

Anarta, Rudi. Dian Agus Widiarso.2010.Maseral Vitrinit: Semarang.

Arif, Irwandy. 2014. “Batubara Indonesia”. Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI). PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta

Edwards, G.E. 1987. “Coal Blending”. UNDP Coal Technology Course, Institute of Coal Research. Newcastle. Australia

Geoservice, Ltd. 2008. Kualitas Batubara dan Stockpile Management ; Jakarta

Muchjidin, 2006, Pengendalian Mutu dalam Industri Batubara. Penerbit ITB, Bandung.

Ningrum N.S, 2001. Petrologi Batubara, Departemen Pertambangan dan Energi, Direktorat Jendral Pertambangan Umum, Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara; Bandung

Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP)

Sukandarrumidi, 1995. Batubara dan Gambut. Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada ; Yogyakarta

Sugiiyono, 2007. Korelasi Linier Sederhana

Speight, James G. “Coal Analysis”. A John Wiley & Sons, Inc., Publication Volume 166. Wiley – Interscience.




Flag Counter