Evaluasi Sistem Ventilasi Tambang Emas Ciguha PT Antam Tbk. Ubpe Pongkor, Desa Bantarkaret Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat

Rizki Adi Rahmat, Stefano Munir, Sriyanti Sriyanti

Abstract


Abstract. PT Antam Tbk. Pongkor UBPE implements cut and fill underground mining method. Ventilation system at PT Antam Tbk consists of one exhausting main fan installed on rampup CGRB II. It was 450 meters away from MHL inlet portal and was directly connected to Ciguha Selatan rampdown access. Due to collapse caused by illegal miners, main fan was moved to CGRB III its current position at 142 meters from inlet portal. As a result of being too close to MHL inlet portal, clean air is sukced more to CGRB III at 26,8 m3/second than to rampdown CGA, CGT, and CGS at 10,1 m3/second. Some problems occur on every front of CGA, CGT and CGS ventilation network system. The ventilation research at the Ciguha mine aims to determine the performance of the ventilation system, problems arising from the ventilation system and remedial measures using ventsim software so that clean air needs can be met. In this study, the temperature conditions of the Ciguha mine each block has a temperature of 24ᵒC - 30.2ᵒC, relative humidity of 95.8% - 100%, WBGT 23.9ᵒC - 29.9ᵒC, O2 20.3 ppm - 20.8 ppm and CO gas 0 ppm - 17 ppm. The measurement of air quality using the kestrel heat stress tracker 5400, the measurement of air quantity using an MSA altair 4X portable multi gas detector and the measurement of the mine pit dimensions using the Leica disto tool at 40 measurement points, so it is known which Ciguha blocks do not meet the standards so that action can be taken improvements to the ventilation network system using ventsim software. After simulating the scenario, combination of 75 kW and 37 kW booster fans at rampdown CGS increase airflow speed from 1,9 m3/second to 9 m3/second. Placing 37 kW booster fan at RM III with 37 kW booster fan at rampdown CGS increase airflow speed from 1,9 m3/second to 7,8 m3/second.

Keyword : Cut and Fill, Main Fan, Booster Fan, Ventilation Network System, Ventsim.

 

Abstract. PT Antam Tbk. UBPE Pongkor menerapkan metode penambangan bawah tanah cut and fill maka dibutuhkan ventilasi untuk para pekerja maupun alat. Sistem ventilasi PT Antam Tbk. terdiri dari 1 exhausting main fan yang dipasang pada Rampup CGRB II memiliki jarak dari portal masuk MHL yaitu 450 m dan langsung terhubung dengan akses Rampdown Ciguha Selatan. Namun akibat adanya runtuhan yang disebabkan oleh penambang ilegal maka main fan dipindahkan pada CGRB III dengan jarak dari portal udara masuk yaitu 142 m. Akibat terlalu dekatnya dengan portal masuk MHL, maka udara bersih lebih banyak terhisap langsung oleh CGRB III sebesar 26,8 m3/detik dan yang masuk dalam rampdown CGA, CGT dan CGS sebesar 10,1 m3/detik. Karena udara bersih lebih banyak terhisap oleh CGRB III dari pada udara bersih yang masuk dalam rampdown CGA, CGT dan CGS, maka permasalahan sistem jaringan ventilasi terjadi pada setiap stope CGA, CGT dan CGS. Penelitian ventilasi pada tambang Ciguha ini bertujuan untuk mengetahui kinerja sistem ventilasi, masalah yang timbul dari sistem ventilasi dan upaya tindakan perbaikan menggunakan perangkat lunak ventsim agar kebutuhan udara bersih dapat terpenuhi. Pada penelitian ini, kondisi temperatur tambang Ciguha setiap blok memiliki temperatur 24ᵒC – 30,2ᵒC, kelembapan relatif 95,8% – 100%, WBGT 23,9ᵒC – 29,9ᵒC, O2 20,3 ppm – 20,8 ppm dan gas CO 0 ppm – 17 ppm. Pengukuran kualitas udara menggunakan alat kestrel heat stress tracker 5400, pengukuran kuantitas udara menggunakan alat MSA altair 4X portable multi gas detector dan pengukuran dimensi lubang tambang menggunakan alat Leica disto pada 40 titik pengukuran, sehingga diketahui blok Ciguha mana yang belum memenuhi standar sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikan terhadap sistem jaringan ventilasi menggunakan software ventsim. Setelah dilakukan simulasi tindakan perbaikan pada sistem jaringan ventilasi menggunakan software ventsim didapatkan hasil booster fan 75 kW kombinasi dengan 37 kW yang dipasang pada rampdown CGS meningkat dari 1,9 m3/detik menjadi 9 m3/detik. Sedangkan apabila booster fan 37 kw yang dipasang pada RM III dengan kombinasi booster fan 37 kW yang dipasang pada rampdown CGS meningkat dari 1,9 m3/detik menjadi 7,8 m3/detik.

Kata Kunci : Cut and Fill, Main Fan, Booster Fan, Sistem Jaringan Ventilasi, Ventsim.


Keywords


Cut and Fill, Main Fan, Booster Fan, Sistem Jaringan Ventilasi, Ventsim.

Full Text:

PDF

References


Anonim,2011. “Draft Ventilation of Underground Mines”. Safe Work Australia.

Anonim, Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor. 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja.

Hartman, H.L. 1997 “Mine Ventilation and Air Conditioning”, 3rd Edition John Wiley & ons, Inc, New York.

Mc.Pherson, Malcolm J. 1993. “Subsurface Ventilation and Environmental Engineering”, Chapman and Hall Inc. USA

Stefano, Munir, 2005, “Ventilasi Tambang”. Buku Ajar Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas teknik, Universitas Islam Bandung.

Widodo,N.P.2012.”Pengelolaan Ventilasi Tambang Bawah Tanah”.LIPI ITB. Bandung.




Flag Counter