Studi Pendahuluan : Eksperimental Pemanfaatan Expanded Perlit sebagai Bahan Pengisi (Filler) dalam Pembuatan Cat Tembok Emulsi Berbasis Air

Rizki Ragana Yuwono, Agus Wahyudi, Elfida Moralista

Abstract


Abstract. The existence of perlite has long been known with abundant reserves, but its utilization is still very small, especially in the industrial sector, the paint industry. This is because it is not known with certainty and no research has been carried out regarding its use as a filler in a paint mixture. Some of advantages of expanded perlite are used as fillers in paint mixes which are lightweight, have a strong structure that helps reduce shrinkage in the drying or preservation process, fine particle size, high brightness, inert and is abundant in nature. Thus, the use of expanded perlite as the main ingredient in the process of making emulsion wall paint is considered to be potensial enough to be studied. In this study, expanded perlite used has the main composition of silika oxide : 74,33%, consisting of 2 minerals : quartz and albite, surface area : 31,826 m2/g, total pore volume : 0,0332 cm3/g, average pore radius : 20,84 Å or 2,084 nm, and has a shape like thin sheets that have quite large cavities. The effect of adding expanded perlite of 10%, 30% and 60% on each sample SC-01, SC-02 and SC-03 based on SNI 3564:2014 resulted in a hiding power : 4 m2/L – 8 m2/L; density : 1,13 g/cm3 – 1,56 g/cm3; fineness : 30 mikron – 110 mikron; touch dry for all samples for 10 seconds; hard dry for 20 minutes – 25 minutes; total solids : 21,22% –  61,8% by weight; viscosity : 60 KU – 87 KU; alkali resistance and weather test 600 hours except SC-03. For the operating production costs of manufacturing paint by using expanded perlite on SC-01 as large as Rp. 661.500,00; on SC-02 as large as Rp. 569.000,00; and on SC-03 as large as Rp. 430.250,00.

 Keywords: filler, perlite, expanded perlite, paint.



Abstrak. Keberadaan perlit sudah lama diketahui dengan jumlah cadangan yang melimpah, namun pemanfaatannya masih sangat sedikit terutama di bidang industri, khususnya industri cat. Hal ini dikarenakan belum diketahui secara pasti dan belum dilakukan penelitian mengenai pemanfaatannya sebagai filler dalam campuran cat. Beberapa keunggulan expanded perlit digunakan sebagai filler dalam campuran cat yaitu ringan, memiliki struktur yang kuat yang membantu mengurangi penyusutan pada proses pengeringan atau pengawetan, ukuran partikel halus, kecerahan yang tinggi, inert dan terdapat di alam dengan jumlah yang melimpah. Dengan demikian, pemanfaatan expanded perlit sebagai bahan utama pada proses pembuatan cat tembok emulsi dianggap cukup potensial untuk diteliti. Pada penelitian ini, expanded perlit yang digunakan memiliki komposisi utama silika oksida (SiO2) : 74,33%, terdiri atas 2 mineral : quartz dan albite, memiliki luas permukaan : 31,826 m2/g, total volume pori : 0,0332 cm3/g, radius pori rata-rata : 20,84 Å atau 2,084 nm, dan memiliki bentuk seperti lembaran tipis yang memiliki rongga-rongga cukup besar. Pengaruh penambahan expanded perlit sebesar 10%, 30% dan 60% pada masing-masing sampel SC-01, SC-02 dan SC-03 berdasarkan SNI 3564:2014 menghasilkan daya tutup : 4 m2/L – 8 m2/L; densitas : 1,13 g/cm3 – 1,56 g/cm3; kehalusan : 30 mikron – 110 mikron; kering sentuh untuk semua sampel selama 10 detik; kering keras selama 20 menit – 25 menit; padatan total : 21,22% –  61,8% berat; kekentalan : 60 KU – 87 KU; tahan terhadap alkali dan uji cuaca dipercepat 600 jam kecuali SC-03. Untuk biaya produksi operasional pembuatan cat dengan menggunakan expanded perlit pada SC-01 sebesar Rp. 661.500,00; SC-02 sebesar Rp. 569.000,00; dan SC-03 sebesar Rp. 430.250,00.

 Kata kunci: filler, perlit, expanded perlit, cat.


Keywords


filler, perlit, expanded perlit, cat.

Full Text:

PDF

References


Abd. Rahman dan Farid Mulana., 2014, “Studi Pembuatan Cat Tembok Emulsi dengan Menggunakan Kapur sebagai Bahan Pengisi”, Jurnal Rekayasa Kimia dan Lingkungan Vol. 10, No. 2, Hlm. 63 - 69, Desember 2014 ISSN 1412-5064,e-ISSN 2356-1661 DOI: doi.org/10.23955/rkl.v10i2.242.

Anonim (a)., 2014, “Cat Tembok Emulsi”, Dewan Standardisasi Nasional, 3564:2014.

Anonim (b)., 2011, “Pembuatan Cat Besi Proteksi Terhadap Korosi Alkyd Acrylic Nitroselulose Epoxy Melamin”, ebook-Duraposita Chem.

Anonim (c)., 1949, Perlite Institute (online), www.perlite.org (Diakses pada tanggal 6 Juni 2018)

Bailey, D. A & Kadey, F.L., 1962, “Petrographic Thin Section Study of the Structure of Expanded Perlite”, Trans.Sme-Aime, 223: 37.

Frederic, L. and Kadey, J. R., 1983, “Perlite, Industrial Minerals and Rocks”, 5th edition, volume 2, New York, pp: 997-1015.

Jessica, E., Kogel, Nikhil, G., Trived, James, M., Barker & Stanley, T. Krakowsk., 2006, “Industrial Minerals and Rocks, Commodities, Markets and Uses”, 7th edition. Published by Society for Mining, Metallurgy and Exploration Inc (SEM), Littleton, Colorado, USA. pp: 685-702.

Kogel, J. E. (Ed.)., 2006, “Industrial minerals & rocks: commodities, markets, and uses”, SME.

Lusiana, Uray dan Cahyanto, Heru Agus., 2014, “Penggunaan Kaolin Kalimantan Barat Sebagai Pigmen Extender Dalam Pembuatan Cat Tembok Emulsi”, Pontianak 78243, Indonesia.

Purwanto, B. Amrullah, T. Syahzaeni., 2003, “Pemanfaatan Katalis Alumina Bekas Sebagai Bahan Pengisi Cat”, Kampus Tembalang, Semarang, Reaktor, Vol. 7 No. 2, Hal : 58-60.

Rohm., 2010, The Ingredients of Paint and Their Impact on Paint Properties (online), Rohm and Haas Paint Quality Institute, http://www.paintquality.com. (Diakses tanggal 13 Agustus 2018).

Rahmah, Nurlaila., 2016, “Viskositas”, Prodi Teknik Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya.




Flag Counter