Analisis Jumlah Penggunaan Batubara dalam Negeri dan Jumlah Ekspor Batubara serta Dampaknya terhadap Pendapatan Negara Bukan Pajak pada Tahun 2018-2025

Abdu Mahulauw, Zaenal Zaenal, Ing Toni

Abstract


Abstract. The development of national coal production over the past 7 years (2010-2017) shows a fairly rapid increase, national coal production from 2010 reached 275,168,927 tons and increased by 67.62% to 461,248,184 tons in 2017. However, most of the coal production is exported abroad. Thus resulting in coal balances in the domestic market, domestic coal users experienced difficulties in obtaining coal supplies. The results of processing using statistical calculation methods on coal power plant needs and Exponential Triple Smoothing (ETS). The amount of domestic coal usage (DMO), Indonesian coal in 2018 to 2025, is projected to continue to increase with a positive trend. The coal demand projection continues to increase starting from 2018, namely coal needs of 118.73 million tons, an increase of 82% to 207.36 million tons in 2025. With the highest percentage being in the PLTU industry with an average percentage value of 85, 18% and non-PLTU industries with an average percentage value of 14.8% of total domestic coal consumption in 2018 to 2025. The amount of Indonesian coal exports in 2018 to 2025, is projected to continue to increase, with the projection in 2018 total coal exports reached 354.93 million tons, up by 16.94% in 2025 to 415.06 million tons. The amount of Non-Tax State Revenues (PNBP) from the coal sub-sector in 2018 to 2025, is projected to increase with the projection of the number of Non-Tax State Revenues (PNBP) in 2018 amounting to 41.17 trillion rupiah, up 1.87% to 49.13 trillion rupiah in 2025.

 

Abstrak. Perkembangan produksi batubara nasional  selama 7 tahun terakhir (2010-2017) menunjukkan peningkatan yang cukup pesat, produksi batubara nasional pada tahun 2010 mencapai  275.168.927 ton dan meningkat  sebesar 67,62 % menjadi 461.248.184 ton pada tahun 2017. Namun, hampir sebagian besar produksi batubara tersebut diekspor ke luar negeri. Sehingga mengakibatkan kelangkan batubara dipasar domestik, Industri domestik pengguna batubara mengalami kesulitan untuk mendapatkan pasokan batubara. Hasil pengolahan mengunakan metode perhitungan statistika pada kebutuhan batubara PLTU dan metode Eksponensial Triple Smoothing (ETS). Jumlah penggunaan batubara dalam negeri (DMO), batubara Indonesia pada tahun 2018 s/d 2025, diproyeksikan akan terus mengalami peningkatan dengan tren yang positif. Proyeksi  kebutuhan batubara pada terus meningkat di mulai dari tahun 2018 yakni kebutuhan batubara sebesar 118,73 juta ton, meningkat 82 % menjadi 207,36 juta ton pada tahun 2025. Dengan persentase tertinggi berada pada industri PLTU dengan nilai persentase rata-rata sebesar 85,18 % dan  industri non PLTU dengan nilai persentase rata-rata sebesar 14,8 % dari keseluruhan konsumsi batubara dalam negeri pada tahun 2018 s/d 2025. Jumlah ekspor batubara Indonesia pada tahun 2018 s/d 2025, diproyeksikan akan terus mengalami peningkatan, dengan hasil proyeksi pada tahun 2018 jumlah ekspor batubara mencapai 354,93 juta ton naik sebesar 16,94 % pada tahun 2025 menjadi 415,06 juta ton. Jumlah Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sub sektor batubara pada tahun 2018 s/d 2025, diproyeksikan akan mengalami peningkatan dengan hasil proyeksi jumlah Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2018  sebesar 41,17 triliun rupiah, naik sebesar 1,87 % menjadi 49,13 triliun rupiah pada tahun 2025.

Kata kunci : Kebijakan Pemerintah, Kebutuhan Batubara Industri, Jumlah Ekspor Batubara, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), Persentase DMO.


Keywords


Kebijakan Pemerintah, Kebutuhan Batubara Industri, Jumlah Ekspor Batubara, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), Persentase DMO.

Full Text:

PDF

References


Ali, M.A., Rahman, S.F, 2010, Influence of Australia Coal Export on AS$/US$ Exchange Rate, Central Queensland University: Australia.

American Society for Testing and Material (ASTM, 1981, op cit Wood et al., 1983)

Assauri, Sofjan, “Manajemen Produksi dan Operasi Edisi Revisi 2004”, Lembaga Penerbit FE-UI, Jakarta, 2004.

Bahtera, E.P, 2013, Peramalan Harga Batubara dengan Metode ARIMA dan VAR, Institut Teknologi Bandung : Bandung.

Basuki, Agus Tri dan Prawoto, Nano (2016). Analisis Regresi Dalam Penelitian Ekonomi dan Bisnis (Dilengkapi Aplikasi SPSS dan Eviews). Jakarta; PT. Raja Grafindo Persada.

Ditjen Minerba, KESDM (2016). Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Tahun 2016. Jakarta

Denny, E.A, 1994, The World Price of Coal. Massachusetts Institute of Technology:Amerika Serikat.

Festic, Mejar dkk, 2010, Estimating Coal Price Dynamics eith The Pricipal Componenets Method, Economic Institute: Ljubljana.

Gujarati, N Damodar dan Porter, Dawn C (2012). Dasar-dasar Ekonometrika, Buku 1 Edisi 5, Jakarta; Penerbit Salemba Empat.

Haris, Faizal (2006), Analisis Model Permintaan Batubara Sektor Industri dan Rumah Tangga di Indonesia, Tesis. Universitas Indonesia.

Indonesian Mining Institute, (2015), Kajian Rencana Kenaikan Tarif Royalti Batubara Bagi Pemegang Izin Usaha Pertambangan 2015. Jakarta.

Johannes Trueby, & Moritz Paulus, 2010,”Have Prices of Internationally Traded Steam Coal been Marginal Cost Based?”.

Keputusan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Nomor:459.K/32/DJB/ 2015 Tentang Biaya Produksi untuk Penentuan Harga Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pertambangan.v0i0.15198

Flag Counter