Analisis Kinerja Belt Conveyor untuk Optimasi Produksi Batuan Andesit (Studi Kasus : PT Nurmuda Cahaya, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat)

Ikhwanul Ihsan, Linda Pulungan, Sri Widayati

Abstract


Abstract. PT Nurmuda Cahaya is in the field of mining companies who are doing the mining activities in the villages of andesite stones of East Batujajar Subdistrict, Batujajar, West Bandung Regency, West Java Province. Method of mining used open mine with open cut type. Mining minerals activity of andesite stones that require a stage blasting to dismantle the rocks to be processed to the next stage. The result of the blasting will be loaded by the excavator Komatsu PC 200 to dump truck Hino FG 235 JJ and will distribute it to the units of the crushing plant. Minerals processing activity on the unit of crushing plant of PT Nurmuda Cahaya consists of three stages apply to the main crush by using jaw crusher, secondary crusher using a cone crusher, and tertiary crushing using a cone Crusher. Units of the crushing plant is also assisted by the applicable supporting tools hooper, grizzly feeder, vibrating screen with four sizes , and nine of belt conveyor. The problems experienced by the company are not always achieve target production to be achieved for 800 tons/day. The inhibitions that occurs from the production activity of the crushing plant that is due from human resistance of 0,2 hours/day or 11,98 minutes/day and inhibitions tools for 1,2 hours/day or 71,97 minutes/day. Observation on the field during ± 30 days activities technical implementation there is job efficiency happens in the company of 79,01%. Product be generated as many as 5 products such as split A (-30 + 20 mm), split B (-20 + 10 mm), split C (-10 + 5 mm), base coarse, and dust stone. Not achieve target production occurs because some of the inhibitions from human being and tools will affect the work with job efficiency calculations . Things that affect other such as loosing material from  distribution of minerals by a belt conveyor. Loosing material that occurs most in belt conveyor of 4 amounted to 18,59%.

Key Words : Crushing Plant, Product, Loosing.     

 

Abstrak. PT Nurmuda Cahaya adalah perusahaan yang bergerak di bidang usaha penambangan dan sedang melakukan kegiatan penambangan batuan andesit di Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Metode penambangan tambang terbuka dilakukan pada perusahaan ini dengan tipe open cut. Aktifitas penambangan bahan galian batu andesit yang memerlukan suatu tahapan peledakan untuk membongkar batuan hingga bisa diolah ke tahap selanjutnya. Hasil dari peledakan akan dimuat oleh excavator Komatsu PC 200 ke dump truck Hino FG 235 JJ dan akan mendistribusikan ke unit crushing plant. Kegiatan pengolahan bahan galian batuan andesit pada unit crushing plant PT Nurmuda Cahaya terdiri dari tiga tahap yaitu primary crushing dengan menggunakan jaw crusher, secondary crushing dengan menggunakan cone crusher dan tertiary crushing menggunakan cone crusher. Unit crushing plant juga dibantu oleh alat-alat penunjang yaitu hooper, grizzly feeder, vibrating screen dengan empat ukuran, dan sembilan belt conveyor. Permasalahan yang dialami oleh perusahaan adalah selalu tidak tercapainya target produksi yang ingin dicapai yaitu 800 ton/hari. Hambatan yang terjadi dari kegiatan produksi crushing plant yaitu karena hambatan manusia sebesar 0,2 jam/hari atau 11,98 menit/hari dan hambatan alat yaitu 1,2 jam/hari atau 71,97 menit/hari. Pada pengamatan lapangan selama ±30 hari kegiatan teknis pelaksanaan terdapat efisiensi kerja yang terjadi di perusahaan yaitu sebesar 79,01%. Produkta yang akan dihasilkan sebanyak 5 produk yaitu split A (-30+20 mm), split B (-20+10 mm), split C (-10+5 mm), base coarse, dan abu batu.Tidak tercapainya target produksi terjadi karena beberapa hambatan dari manusia dan alat sehingga akan mempengaruhi perhitungan dengan efisiensi kerja. Hal yang mempengaruhi lainnya yaitu terjadi loosing saat pendistribusian bahan galian oleh belt conveyor. Loosing material yang terjadi paling tinggi yaitu pada belt conveyor 4 sebesar 18,59 %.

Kata Kunci : Crushing Plant, Produksi, Loosing.


Keywords


Crushing Plant, Produksi, Loosing.

Full Text:

PDF

References


Anonim (a), 2008, Bulk Material Handling by Conveyor Belt, Society for Mining Metallurgy and Exploration (SME) : Colorado.

Anonim (b), 2016, Statistik Kecamatan Batujajar 2016, bandungkab.bps.go.id., Kab Bandung.

Anonim (c), 1973, Peta Geologi Lembar Bandung", Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Arifin M & Adjat S., 1997, Bahan Galian Industri, Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral : Bandung.

CEMA, 2005, Belt Conveyor for Bulk Materials, Conveyor Equipment Manufacture Association : United States Of America.

Maurice C. Fuerstenau and Kenneth N. Han, 2003, Principles of Mineral Processing, Society for Mining Metallurgy and Exploration : Colorado.

Nusantara, Damar Mukti; Sriyanti; Linda Pulungan, 2018, Evaluasi Kinerja Crushing Plant Untuk Meningkatkan Produksi Batu Andesit di PT Tarabatuh Manunggal Tbk Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Google Cendikia.

Reed, William Randolph, 2012, Dust Handbook for Industrial Minerals Mining and Processing. Pittsburgh, PA.

Tobing, S.L, 2005, Prinsip Dasar Pengolahan Bahan Galian, Dirjen Pertambangan Umum : Bandung.

Toha, J, 2002, Konveyor Sabuk dan Peralatan Pendukung, PT JUNTO Engineering : Bandung.

Wills, Barry A and James Finch, 2015, Mineral Processing Technology, Elsevier Science : New York.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pertambangan.v0i0.15041

Flag Counter