Evaluasi dan Redisain Geometri Jalan Tambang pada Penambangan Andesit

Kun Hadipati Kusuma Negara, Maryanto Maryanto, Dono Guntoro

Abstract


Abstract. Distance from front of Andesit mine / Loading point to Hopper / crushing plant A is ± 1362 meters. While loading point to crushing plant B is ± 1201 meter On the haul road in PT Lotus SG Lestari divided into 2 lanes, after measuring the road with interval of 10 meter known road width vary between 4,7 - 16,7 meter. the slope of the road from the front of the Andesite mine to Crushing Plant is between 0 - 18.797%. When referring to the road standard that is fixed by the Aasho Manual Rural High Way Design haul road from the front of the Andesite mine to the Crushing Plant there are several parts of the road that have not met the standard haul roads such as the width of the haul road, whether it is the width of the haul road on a straight or wide road road on the curve or bend and the slope of the road is too skewed. Based on the calculation of the haul road width for the straight haul road width is 10.85 (tonly BR855R) 8.75 (Hino DT Fm260ti) meter and the haul road width on the curve is 15.5 meters (tonly) 12,363 meters (hino). Material carrying capacity of land for PT Lotus SG Lestari haul road of 20,000 psf. Based on the calculation is known the conveyance press is 16,000 psf. With the stop of the conveyance on the straight road that is 12,693 meters to 22,357 meters and for the road transport road that is 13.035 meters to 25,672 meters. the maximum superelevation to be made in the field at bends ranges from -114,286 mm / m to 273,685 mm / m and for cross slope of the middle haul road must have a height difference of 26.25 cm. There are still some observation points that are less width, either straight or bend. This of course must be taken seriously because if the truck passes then the truck will reduce its speed even some have to stop first until the other truck passes.

Keywords: Hino DT Fm260ti, Tonly BR855R, Crushing Plant, Aasho Manual Rural High Way Design, Hopper, Loading Point, Superelevation, Cross Slope

Abstrak. Jarak dari front tambang Andesit / Loading point ke Hopper / crushing plant A berjarak ± 1362 meter. Sedangkan loading point ke crushing plant B berjarak ± 1201 meter  Pada jalan angkut di PT Lotus SG Lestari terbagi 2 jalur, setelah melakukan pengukuran jalan dengan interval 10 meter diketahui lebar jalan bervariasi antara 4,7 – 16,7 meter. kemiringan jalan dari front tambang Andesit ke Crushing Plant yaitu antara antara 0 – 18,797 %. Bila mengacu pada standar jalan yang di tetepkan oleh Aasho Manual Rural High Way Design jalan angkut dari front tambang Andesit ke Crushing Plant terdapat beberapa bagian jalan yang belum memenuhi standar jalan angkut tambang diantaranya lebar jalan angkut, baik itu lebar jalan angkut pada jalan lurus maupun lebar jalan pada tikungan atau belokan serta kemiringan jalan yang terlampau miring. Berdasarkan hasil perhitungan lebar jalan angkut untuk lebar jalan angkut lurus adalah 10,85 (tonly BR855R) 8,75 (Hino DT Fm260ti) meter dan lebar jalan angkut pada tikungan adalah 15,5 meter (tonly) 12,363 meter (hino). Material daya dukung tanah untuk jalan angkut PT Lotus SG Lestari sebesar 20.000 psf. Berdasarkan perhitungan diketahui daya tekan alat angkut adalah 16.000 psf. Dengan Jarak henti alat angkut pada jalan lurus yaitu 12,693 meter sampai 22,357 meter  dan untuk jalan angkut tikungan yaitu  13,035 meter sampai 25,672 meter. superelevasi sebesar yang harus dibuat di lapangan pada tikungan berkisar  antara -114,286 mm/m sampai 273,685 mm/m  dan untuk Cross slope (kemiringan melintang) jalan angkut bagian tengah harus memiliki beda tinggi sebesar 26,25 cm.  Masih terdapat beberapa titik pengamatan yang kurang lebarnya baik itu jalan lurus maupun tikungan. Hal ini tentunya harus diperhatikan dengan serius karena bila truk berpapasan maka truk akan mengurangi kecepatannya bahkan ada yang harus berhenti terlebih dahulu sampai truk yang satunya lewat.

Kata Kunci: Hino DT Fm260ti, Tonly BR855R, Crushing Plant, Aasho Manual Rural High Way Design, Hopper, Loading Point, Superelevation, Cross Slope


Keywords


Hino DT Fm260ti, Tonly BR855R, Crushing Plant, Aasho Manual Rural High Way Design, Hopper, Loading Point, Superelevation, Cross Slope

Full Text:

PDF

References


Arif wandy, dan Gatut S.Adisumo. (2000) Perencanaan Tambang, Diktat Kuliah, Jurusan Teknik Pertambangan ITB, Bandung.

American Association of State Highway and Transportation Officials (ASSHTO) Manual Rural Highway “Perencanaandan Design Jalan Angkut”

Maryanto, (2008), Pengantar Perencanaan Tambang, Diktat Kuliah, Jurusan Teknik Pertambangan UNISBA, Bandung.

Prodjosumarto, Partanto dan Zaenal. (2000), Tambang Terbuka, Buku Ajar,Jurusan Teknik Pertambangan UNISBA, Bandung.

Rochmanhadi, (1985,) Alat Berat & Penggunaannya , Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Jakarta.

Suwandhi, Awang, (2004), Perencanaan Jalan Tambang, Diktat Perencanaan Tambang Terbuka, Jurusan Teknik Pertambangan UNISBA, Bandung.

Suwarna, N., ef al, 1992, skala peta 1 : 250.000, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

W.kaufman, Walter and C.Ault, James (1977) Society of Mining Design of Surface Mine Haulage Road- A manual, United States Departement of The Interior , Berau of Mine.




Flag Counter