Evaluasi Sistem Penyaliran pada Tambang Batubara di Pit Langap PT. Kalimantan Prima Persada Jobsite BDMA Kecamatan Malinau Selatan Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara

Aldi Armandisastra A, Yunus Ashari, Yuliadi Yuliadi

Abstract


Abstract. A surface mine is a mining method in which all mining activities are conducted on the surface of the earth, and the workplace is directly related to the atmosphere. Thus, in this method, there are factors from the outside air that will be in, one of which is water. PT. Kalimantan Prima Persada is coal mining company in Pit Langap and has operated 4 pumps on the main sump. To reduce pumps works that required a study that could overcome the water entering the mine like design channel. From the results obtained the study can be calculated Gumbel distribution, Mononobe equation, and the rational formula for runoff discharge. From the results of the calculation, the runoff debit is based on segment 1 = 0.584 m3/s, segment 2 = 1.803 m3/s, and segment 3 = 0.966 m3/s. from calculation result using Manning equation got segment 1 dimension with open length (CW) = 1.308 m, water depth (h) = 0.620 m, and base width of channel (b) = 0.895 m. This channel can overcome the surface flow of 49.75% of the total surface flow into the mine. For water that cant be prevented by using channel then it takes sump to accommodate all water entering so easily discharged by pump, where in one day water enter into Pit 51.373.61 m3/day so that the length and width of sump surface needed is = 96.297 m, then the length and width of base sump = 82,297 m, and sump depth = 7 m. Of the total discharge that enter the pump needs to remove water in the sump as much as 3 pieces of pump type MF420-EX.

Keywords: Waterflow, Channel Dimension, Pump, Drainage, Dewatering

Abstrak. Tambang terbuka adalah suatu metode penambangan yang segala kegiatan dan aktivitas penambangannya dilakukan di atas permukaan bumi, dan tempat kerjanya berhubungan langsung dengan udara luar (atmosfer). Dengan demikian, dalam metode penambangan ini terdapat faktor-faktor dari udara luar yang akan berpengaruh dalam kegiatan penambangannya, salah satunya adalah air. PT. Kalimantan Prima Persada merupakan perusahaan tambang batubara di mana pada Pit Langap telah beroperasi 4 pompa pada main sump. Untuk mengurangi kerja pompa dibutuhkan kajian yang dapat mengatasi air limpasan yang masuk kedalam tambang seperti pembuatan paritan. Dari hasil kajian yang didapatkan maka dapat dilakukan perhitungan distribusi Gumbel, persamaan Mononobe, dan rumus rasional untuk debit limpasan. Dari hasil perhitungan tersebut didapatkan debit limpasan berdasarkan segmen yaitu segmen 1 = 0,584 m3/s, segmen 2 = 1,803 m3/s, dan segmen 3 = 0,966 m3/s. dari hasil perhitungan mengunakan persamaan Manning didapatkan dimensi paritan segmen 1 dengan panjang bukaan (CW) = 1,308 m, kedalaman air (h) = 0,620 m, dan lebar dasar saluran (b) = 0,895 m. Saluran ini mampu mengatasi aliran permukaan sebesar 49,75% dari total aliran permukaan yang masuk ke dalam tambang. Untuk air yang tidak dapat dicegah dengan menggunakan puritan maka dibutuhkan sump untuk menampung seluruh air yang masuk sehingga mudah dikeluarkan oleh pompa, di mana dalam satu hari air masuk ke dalam Pit sebesar 51.373,61 m3/hari sehingga panjang dan lebar permukaan sump yang dibutuhkan adalah = 96,297 m, lalu panjang dan lebar dasar sump = 82,297 m, dan kedalaman sump = 7 m. Dari total debit yang masuk maka kebutuhan pompa untuk mengeluarkan air yang ada pada sump sebanyak 3 buah pompa tipe MF420-EX.

Kata Kunci: Debit Air, Dimensi Paritan, Pompa, Pencegahan,Penanggulangan


Keywords


Debit Air, Dimensi Paritan, Pompa, Pencegahan,Penanggulangan

Full Text:

PDF

References


Ashari, Y. 2013. Draft Buku Ajar Hidrogeologi Untuk Pertambangan. Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Islam Bandung (UNISBA). Bandung.

Bray, J, and Hoek, E.1981. “Rock Slope Engineering”. The Institution Of Mining And Metalurgy, London.

Chow, V. T. 1959. Applied Hydrology. Civil Engineering Series. New York : McGraw-Hill.

Chow, V. T. 1961. A general formula for hydrologic frequency analysis, Trans.Am. Geophys. Union.

Darcy, H. 1985. Hydraulic Researches, Experimental research on flow of water In open channel. Academie des Sciences. Paris.

Fetter, C.W. 1988. Applied Hydrogeology (4th Edition). London : Prentice Hall.

Gumbel, E. J. 1954. Statistical Theory Of Extreme Value and some Practical Applications. National Bereau of standars (U.S) Appl Math. Ser., 33.

L.D. Landau and E. M. Lifshitz (Auth.)-Fluid Mechanics. “Landau and Lifshitz Course of Theoretical Physics, Volume 6-Butterworth-Heinemann” Ltd ,1987.

Manning, R. 1981. On The Flow of Water in Open Channel and Pipes. Civ, Eng,Irenland.

Manning and Delp, 1991, “Major Diagnosis Fisik”, Jakarta.

Moody, L. F. 1944, "Friction Factors for Pipe Flow”, Transactions of the American Society of Mechanical Engineers, New York.

Potter, M, C., Wiggert and David C, 2008, "Schaum's Otline of Fluid Mechanics",The McGraw-Hill Companies, Inc., New York

Sayoga, R. 1993. Pengantar Penirisan Tambang. ITB

Seyhan, E., 1995, “Dasar-dasar Hidrologi”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Suripin, 2004, “Teknik Drainase Perkotaan Yang Berkelanjutan”, Penerbit Andi, Yogyakarta.

Suwandhi, Ir., M. Sc., Awang. 2008. “Modul Perencanaan Sistem Penyaliran Tambang”. Bandung.

Suyono, S dan Kensaku T, 1983.Hidrologi UntukPengairan.Jakarta:PT.Pradnya Paramita.

Wentworth, C.K., 1922, “A Scale Of Grade and Class Terms for Clastics Sediments”, University Of Chicago Press, Chicago.

Widyasari, T., 2009, “Kurva Intensitas Durasi Frekuensi (IDF) Persamaan Mononobe di Kabupaten Sleman”, Universitas Janabadra, Yogyakarta.




Flag Counter