Penggunaan Teknik Melukis Inkonvensional untuk Meningkatkan Kemampuan Kreativitas Anak Kelompok B di TKQ Salam Manunggal (Penelitian Tindakan Kelas)

Hamidah Fadlilah, Dedih Surana, Ira Rengganis

Abstract


Abstract. This class action research was carried out based on the problems that emerged in group B children in the Salam Manunggal Al-Qur'an Kindergarten, namely the undeveloped ability of children's creativity. Children have not been able to express their ideas in making a painting. Follow-up from these problems, the need for a learning that can stimulate children's creativity. Researchers design learning activities using unconventional painting techniques (close techniques) to enhance the creativity abilities of group B children using classroom action research methods. The purpose of this study include: to find out how the initial conditions of children's creativity ability before the action using unconventional techniques, knowing the process or stages of increasing children's creativity ability using unconventional painting techniques, and knowing the results of using unconventional painting techniques to enhance the creativity of group B children in the Kindergarten of the Qur'an Salam Manunggal. The subjects in this study were group B children of Salam Manunggal Al-Qur'an Kindergarten with a total of 10 children. The end result of children's creativity ability shows a significant increase after the application of unconventional painting techniques. This can be seen from the ability of children's creativity that has improved from the initial condition, in the pre-cycle 80% of children fall into the category of Not Developing (BB) and 20% of children belong to the category of Starting to Develop (MB). At the end of Cycle 1, 70% of children were in the Underdeveloped (BB) category and 30% of children were in the Start Development (MB) category, at the end of Cycle 2, 40% of children were in the Developing According to Expectation (BSH) category, 30% of children were categorized as Starting Developing (MB), and 30% of children are in the Underdeveloped (BB) category, at the end of cycle 3, 40% of children are in the Very Good Development (BSB) category, 30% are in the Developmental Expectancy (BSH) category and 30% of children are in the category of Start Developing (MB). Based on the results of this study, painting activities using unconventional painting techniques can be used as one of the learning methods that can be used to improve children's creativity.

Keywords: Creativity, painting, unconventional painting techniques

 

Abstrak. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan berdasarkan permasalahan yang muncul pada anak kelompok B di TKQ Salam Manunggal yaitu belum berkembangnya kemampuan kreativitas anak. Anak belum mampu untuk menuangkan ide-idenya dalam membuat sebuah lukisan. Tindak lanjut dari permasalah tersebut, diperlukannya suatu pembelajaran yang dapat menstimulus kemampuan kreativitas anak. Peneliti merancang kegiatan pembelajaran menggunakan teknik melukis inkonvensional (teknik tutup) untuk meningkatkan kemampuan kreativitas anak kelompok B dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Tujuan dari penelitian ini antara lain: untuk mengetahui bagaimana kondisi awal kemampuan kreativitas anak sebelum dilakukkanya tindakan menggunakan teknik inkonvensional, mengetahui proses atau tahapan-tahapan peningkatan kemampuan kreativitas anak menggungakan teknik melukis inkonvensional, dan mengetahui hasil penggunaan teknik melukis inkonvensional untuk meningkatkan kreativitas anak kelompok B di TK-Q Salam Manunggal. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B TKQ Salam Manunggal yang berjumlah 10 anak. Hasil akhir kemampuan kreativitas anak menunjukan peningkatan yang cukup segnifikan setelah diterapkannya teknik melukis inkonvensional. Hal ini dapat terlihat dari kemampaun kreativitas anak yang sudah meningkat dari kondisi awal, pada pra siklus 80% anak masuk kedalam kategori Belum Berkembang (BB) dan 20% anak masuk kategori Mulai Berkembang (MB). Pada akhir siklus 1, 70% anak masuk kategori Belum Berkembang (BB) dan 30% anak masuk kategori Mulai Berkembang (MB), pada akhir siklus 2, 40% anak masuk kategori Berkembang Sesuai Harapa (BSH), 30% anak masuk kategori Mulai Berkembang (MB), dan 30% anak masuk kategori Belum Berkembang (BB), pada akhir siklus 3, 40% anak masuk kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 30% masuk kategori Berkembang sesuai Harapan (BSH) dan 30% anak masuk kategori Mulai Berkembang (MB). Berdasarkan hasil penelitian ini, kegiatan melukis menggunakan teknik melukis inkonvensional dapat digunakan sebagai salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kreativitas anak. 

Kata kunci  : Kreativitas, melukis, teknik melukis inkonvensional


Keywords


Kreativitas, melukis, teknik melukis inkonvensional

Full Text:

PDF

References


Arikunto, S dkk. (2016). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara

Martono. (2017). Pembelajaran Seni Lukis Anak Untuk Mengembangkan Imajinasi, Ekspresi, dan Apersiasi (online). Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP UNTIRTA 2017 (7 januari 2020)

Masnipal. (2018). Menjadi Guru PAUD Profesional. Bandung: Rosda

Mulyani, N. (2019). Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini. Bandung: Rosda

Munandar, U. (2014). Pengembangan kreativitas. Jakarta: Rineka Cipta

Muslich, Masnur. (2012). Melaksanakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Jakarta: PT Bumi Aksara

Pamadhi, H. dan S.S., Evan. (2009). Seni Keterampilan Anak. Jakarta: Universitas Terbuka

Paizaluddin & Ermalinda. (2013). Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Researsh): Panduan Teoritis Dan Praktis. Bandung: ALFABETA

Rachmawati, Y & Euis Kurniati. (2017). Strategi Pengembangan Kreativitas anak: Usia Taman kanak-kanak. Jakarta: Kencana

Masganti, S dkk. (2016). Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini (teori dan trik) (online). Medan: Perdana Publishing (19 Mei 2019)




Flag Counter