Implikasi Pendidikan dari Q.S.Qaf: 16-18 tentang Kewajiban menjaga Lisan sebagai Bentuk Meningkatkan Iman Seorang Muslim

Moh. Muzni, Enoh Enoh, Eko Surbiantoro

Abstract


Setiap manusia diberi hak istimewa modal dan oleh Allah untuk kehidupan ini. Dan salah satu modal dan hak istimewa itu adalah lisan / lidah. Bagi orang beriman untuk menjaga bagian oral sikap hidupnya. Muslim akan mengatakan hanya yang baik dan meninggalkan segala sesuatu yang buruk. Sebuah kata yang baik adalah disukai oleh para dewa. Jika tidak bicara buruk dibenci dewa. Sebuah kata yang baik adalah bahwa hal itu mengandung kebenaran dan manfaat. Setiap orang diwajibkan untuk mengatakan yang sebenarnya dan tidak berbohong. Kata harus berisi manfaat. Penelitian ini mencoba untuk mengungkap kewajiban untuk menjaga lisan sebagai bentuk peningkatan iman nuslim sebuah sesuai dengan Q.S.Qaaf: 16-18. Serta untuk perumusan masalah yang merupakan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: pendapat mufasir tentang isi dari QS Qaaf: 16-18 esensi yang adalah terkandung dalam QS Qaaf: 16-18, pendapat ahli pada peningkatan iman, implikasi pendidikan dari meningkatnya faithbby menjaga QS lisan Qaaf; 16-18. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi analisis, dengan mengumpulkan dan menafsirkan data. Benda yang digunakan sebagai bahan dalam interpretasi penelitian ini adalah tafsir yang .. adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, dengan cara membaca, memahami, menganalisis, dan mengatur berbagai kitab tafsir, hadis atau buku yang digunakan sebagai sumber untuk menjawab masalah penelitian. Pendapat dari mufassir di Q.S.Qaaf: 16-18 yaitu: a) Allah SWT. Mahakuasa yang HADS menciptakan manusia, ilmu pengetahuan, AllahRaises pengetahuan itu karena dialah yang menciptakannya. Kemudian Allah membedakan manusia dari makhluk lain bahwa manusia memiliki akal, pikiran, karakter, perasaan, keinginan, aspirasi dan mimpi. Dan Allah mengetahui segala sesuatu yang dibisikkan hatinya baik kebaikan atau keburukan; b) Allah SWT. lebih dekat dengan manusia daripada urat lehernya sendiri, Allah tahu tentang pembuluh darah leher, leher vena menggambarkan cengkeraman Penguasa dan pengawasan langsungnya. Itu hanya perumpamaan tentang Allah terdekat untuk manusia; c) Selain Allah yang dekat pria, yang tahu setiap gerak tubuh manusia, ada dua malaikat yang berada di tangan kanan dan kiri kita, yang bertugas untuk mencatat perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia; d) Setiap aktivitas manusia, gerakan, rumor manusia akan dicatat oleh dua malaikat duduk di sebelah kanan untuk merekam perbuatan baik dan yang duduk di sebelah kiri untuk mencatat perbuatan buruk; e) Tidak akan ada pelarian tidak ada pengawasan malaikat, dan semuanya akan dicatat oleh malaikat adalah malaikat yang mencatat perbuatan baik Raqib dan 'Atid yang mencatat praktek yang buruk. Inti dari yang terkandung dalam Q.S.Qaaf 16-18 adalah: a) setiap tindakan dan kata manusia tidak bisa lepas dari pengawasan Allah SWT. prefigured lebih dekat dari urat leher sendiri nadinya; b) Upaya setiap orang percaya dalam menjaga lidahnya, menunjukkan kualitas iman. implikasi pendidikan dari Q.S.Qaaf 16-18 adalah: a) Menjaga lisan dari setiap ucapan yang tidak berguna; b) Jangan mengabaikan bahaya lisan; c) Iman kita harus menjadi patokan dalam dirinya yang selalu mencerminkan perilaku dan kata-kata yang baik.

 

Each man was given the privilege of capital and by Allah for this life. And one of the capital and privilege it is oral/ tongue. For a believer to maintain the oral part of his life attitude. Muslims will say only good and left everything that is bad. A kind word is a favored by the gods. Otherwise bad speech is hated gods. A kind word is that it contains the truth and benefits. Each person is required to tell the truth and not be lying. Words must contain a benefit. This research tried to uncover an obligation to maintain oral as a form increasing the faith of a nuslim in accordance with the  Q.S.Qaaf :16-18. As well as for the formulation of the problem which is the goal of this study was to determine :  opinion of the  mufasir about the content of QS Qaaf :16-18 the essence of wich is contained in QS Qaaf :16-18, expert opinions on increasing faith, educational implications of the increasing faithbby keeping the oral Q.S. Qaaf ; 16-18. As for the methods used in this study is a description method of analysis, by collecting and interpreting the data. Objects are used as ingredients in the interpretation of this study is the tafsir.. as for the techniques used in this research is the study of literature, with how to read, understand, analyze, and organize various books of tafsir, hadiths or a book which is used as the source for answering the research problem. The opinions of the mufassir  in Q.S.Qaaf : 16-18 that is : a) Allah SWT. Almighty who hads created man, science, knowledge AllahRaises it because it was he who created it. Then God distinguish humans than other creatures that humans have a sense, mind, character, feelings, desires, aspirations and dreams. And Allah knows everything is whispered in his heart either goodness or badness; b) Allah SWT. closer to man than his own neck veins, Allah knows about the neck veins, neck veins illustrates the grip of the Ruler and his direct supervision. It was just a parable of the nearby Allah to man; c) In addition to a Allah who is near the man, who knows every human gestures, there are two angels who were in the right hand and left us, which is in charge of recording good deeds and bad deeds of man; d) Every human activity, movements, rumors of man will be recorded by two angels sitting on the right to record good deeds and who sits on the left to take down the bad deeds; e) There will be no escapes none of the supervision of angels, and everything will be recorded by the angels are angels who record the good deeds Raqib and 'Atid who recorded a bad practice. The essence of which is contained in Q.S.Qaaf 16-18 are: a) any act and word of man can not be separated from the supervision of Allah SWT. prefigured closer than his own neck veins pulse; b) Efforts to every believer in maintaining his tongue, showed the quality of faith. Educational implications of Q.S.Qaaf 16-18 are: a) Keeping spoken of any utterance that is not useful; b) Do not neglect to hazards oral; c) Faith one should be a benchmark in him that always reflect the behavior and words of good.

Setiap manusia diberi hak istimewa modal dan oleh Allah untuk kehidupan ini. Dan salah satu modal dan hak istimewa itu adalah lisan / lidah. Bagi orang beriman untuk menjaga bagian oral sikap hidupnya. Muslim akan mengatakan hanya yang baik dan meninggalkan segala sesuatu yang buruk. Sebuah kata yang baik adalah disukai oleh para dewa. Jika tidak bicara buruk dibenci dewa. Sebuah kata yang baik adalah bahwa hal itu mengandung kebenaran dan manfaat. Setiap orang diwajibkan untuk mengatakan yang sebenarnya dan tidak berbohong. Kata harus berisi manfaat. Penelitian ini mencoba untuk mengungkap kewajiban untuk menjaga lisan sebagai bentuk peningkatan iman nuslim sebuah sesuai dengan Q.S.Qaaf: 16-18. Serta untuk perumusan masalah yang merupakan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: pendapat mufasir tentang isi dari QS Qaaf: 16-18 esensi yang adalah terkandung dalam QS Qaaf: 16-18, pendapat ahli pada peningkatan iman, implikasi pendidikan dari meningkatnya faithbby menjaga QS lisan Qaaf; 16-18. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi analisis, dengan mengumpulkan dan menafsirkan data. Benda yang digunakan sebagai bahan dalam interpretasi penelitian ini adalah tafsir yang .. adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, dengan cara membaca, memahami, menganalisis, dan mengatur berbagai kitab tafsir, hadis atau buku yang digunakan sebagai sumber untuk menjawab masalah penelitian. Pendapat dari mufassir di Q.S.Qaaf: 16-18 yaitu: a) Allah SWT. Mahakuasa yang HADS menciptakan manusia, ilmu pengetahuan, AllahRaises pengetahuan itu karena dialah yang menciptakannya. Kemudian Allah membedakan manusia dari makhluk lain bahwa manusia memiliki akal, pikiran, karakter, perasaan, keinginan, aspirasi dan mimpi. Dan Allah mengetahui segala sesuatu yang dibisikkan hatinya baik kebaikan atau keburukan; b) Allah SWT. lebih dekat dengan manusia daripada urat lehernya sendiri, Allah tahu tentang pembuluh darah leher, leher vena menggambarkan cengkeraman Penguasa dan pengawasan langsungnya. Itu hanya perumpamaan tentang Allah terdekat untuk manusia; c) Selain Allah yang dekat pria, yang tahu setiap gerak tubuh manusia, ada dua malaikat yang berada di tangan kanan dan kiri kita, yang bertugas untuk mencatat perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia; d) Setiap aktivitas manusia, gerakan, rumor manusia akan dicatat oleh dua malaikat duduk di sebelah kanan untuk merekam perbuatan baik dan yang duduk di sebelah kiri untuk mencatat perbuatan buruk; e) Tidak akan ada pelarian tidak ada pengawasan malaikat, dan semuanya akan dicatat oleh malaikat adalah malaikat yang mencatat perbuatan baik Raqib dan 'Atid yang mencatat praktek yang buruk. Inti dari yang terkandung dalam Q.S.Qaaf 16-18 adalah: a) setiap tindakan dan kata manusia tidak bisa lepas dari pengawasan Allah SWT. prefigured lebih dekat dari urat leher sendiri nadinya; b) Upaya setiap orang percaya dalam menjaga lidahnya, menunjukkan kualitas iman. implikasi pendidikan dari Q.S.Qaaf 16-18 adalah: a) Menjaga lisan dari setiap ucapan yang tidak berguna; b) Jangan mengabaikan bahaya lisan; c) Iman kita harus menjadi patokan dalam dirinya yang selalu mencerminkan perilaku dan kata-kata yang baik.

Keywords


Oral, Education, Faith

References


Departemen Agama. (1989). Al-qur’an dan terjemahnya. Semarang: Toha Putra.

Quthb Sayyid. (2004). Tafsir fi Zhilalil Qur’an. Jakarta: Gema Insani.

Hadits Shahih Al-Bukhari. Hadits No.6474.

Muttafaq ‘alaihi Al-Bukhari No.6018 dan Muslim No. 47.

An-Nawawi. (1984). Al-Adzkar, (terj). M. Tarsi Hawi. Bandung : Pustaka Ma’arif,

Kaelany HD,Drs.(2000). Islam dan aspek-aspek kemasyarakatan. Jakarta: Gramedia

https://muslimah.or.id/5118-bicara-baik-atau-diam.html