Implikasi Pendidikan dalam QS Al-Qalam Ayat 8-15 terhadap Interaksi Edukatif dalam Pembinaan Karakter Peserta Didik

Ismia Nur Pratami, Eko Surbiantoro, Agus Halimi

Abstract


Pendidikan merupakan bimbingan secara sadar oleh pendidik kepada peserta didik terhadap perkembangan jasmani dan rohani menuju kepribadian yang lebih baikSalah satu cara guru membantu peserta didik dalam pembinaan karakter dengan adanya interaksi edukatif. Pembinaan akhlak harus didahulukan daripada pembinaan fisik. Sebab dari jiwa yang baik akan lahir perbuatan-perbuatan baik, dan pada tahap selanjutnya akan mempermudah menghasilkan kebaikan dan kebahagiaan pada seluruh kehidupan manusia, lahir maupun batin. Hal ini terbukti dari perbuatan dilakukan orang-orang musyrik yang disebabkan dari jiwa yang tidak baik. Sehingga, dengan mudah berprilaku mendustakan kebenaran. Al-Quran surat Al-Qalam ayat 8-15 secara esensial terdapat larangan mengikuti pendusta kebenaran dan berprilaku tegas terhadapnya. Untuk hal itu diperlukan pemahaman tentang interaksi edukatif dalam pembinaan karakter peserta didik.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: pendapat Mufassir tentang QS Al-Qalam ayat 8-15; esensi yang terkandung pada QS Al-Qalam ayat 8-15; dan implikasi pendidikan dalam QS Al-Qalam ayat 8-15 terhadap interaksi edukatif dalam pembinaan akhlak peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan studi literatur terhadap buku yang berkaitan dengan penelitian.Hasil penelitian dari QS Al-Qalam ayat 8-15: 1.Menurut para Mufassir, Allah melarang untuk mengikuti serta berbuat baik kepada setiap orang yang mendustakan kebenaran. Serta harus berprilaku tegas kepada mereka. Allah mengulangi larangan-Nya untuk mengikuti para pendusta yang berjiwa rendah yang merusak fitrah/jiwa mereka sendiri. 2.Esensi dari ayat tersebut adalah: Allah melarang mengikuti orang-orang yang mendustakan kebenaran. Dusta merupakan sumber kejahatan dan kemaksiatan. Akhlak tercela yang disebabkan dusta, di antaranya: suka bersumpah dan hina, suka mencela dan menghambur fitnah, yang bakhil dan melewati batas, yang tidak merasa keberatan berbuat dosa, yang kasar dan terkenal jahat. 3.Menurut para ahli pendidikan bahwa interaksi edukatif adalah hubungan dua arah antara guru dan peserta didik dengan sejumlah norma sebagai mediumnya untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan dari pendidikan adalah mencapai suatu akhlak yang sempurna. Pembinaan akhlak merupakan tumpuan perhatian pertama dalam Islam. 4.Implikasi pendidikan: (a)Guru menjadikan pribadi peserta didik yang tegas dalam pendirian akidah. (b)Guru membiasakan peserta didik mensucikan jiwa dengan berprilaku jujur. (c)Guru membina menggunakan metode teladan (uswah hasanah), melalui ekstrakulikuler serta dengan melalui nasihat-nasihat.

 

Education in conciously directory by educator to the learners toward physically and spiritual goes to the better personality. One of teacher’s way to help his students in character building consruction by educative interaction. The spiritual construction should be the first thing to do before the physical construction. Because from the good soul will come the good deeds, and make easier to make a good and happiness to entire life. This is proven by musyrikin who did the bad things because their soul is not good. That make them easier to rejected the truth. In Al-Quran surah Al-Qalam verses 8-15 essentially contain about prohibited to follows a liar the truth and we should state firmly to them. According to that fact, there’s needed an understanding of educative interaction to construct students’s character. The aims of the research are to find out: Mufassir’s opinion about QS Al-Qalam versest 8-15; essence that contains QS Al-Qalam verses 8-15; and implication of education from QS Al-Qalam verses 8-15 toward educative interactionto construct student’s manner. The research used descriptive method and literature studies toward the related book. The result from the research of QS Al-Qalam verses 8-15: 1. According to Mufassir, Allah prohibited to follow and did the goog things to the liar of truthand should state firmly to them. Allah repeat His probid to follow the truth liar whose had a low soul thar destroy their fitrah/pure soul. 2. The essence of the verses is: Allah prohibited us to follow the truth liar.Liar is an evil and bad things source. Disgraceful deed causeed of liar are: false vow and contemptible, disgraceful, and did slander, stingy and over, do not feel the sins, crude, and evil. 3.Based on education expert, educative interaction is a two dimension relation between teacher and students by a norm as the medium to attain the education goals. The aims of this research is to attain a perfectly character. A character’s construction  is the main focusses in Islam. 4.Implication of education are: (a) teacher made the firm of contructing faith toward students. (b) Teacher accustomed the students to being honest (c) Teacher construct the students by give a role (uswah hasanah) through extracurricular and admonitions/advices.


Keywords


Educative Interaction, Akhlaq building, Students

References


Al-Abrasyi, M.Athiyah. (1970). Dasar-dasar Pokok Pendidikan dalam Islam. Jakarta: Bulan Bintang

Al-Mahalli, Jalaluddin. dan As-Suyuti, Imam Jalaluddin. (2012). Terjemah Tafsir Jalalain berikut Asbabun Nuzul Jilid 2. Bandung: Sinar Baru Alyensindo Offset.

Al-Maraghi, Ahmad Mustafa. (1989). Tafsir Al-Maraghi Jilid XXIX. Semarang: CV. Toha Putra.

Ar-Rifa’I, Muhammad Nasib. (2000). Kemudahan dari Allah: Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4. Jakarta: Gema Insani Pers.

Ash-Shiddieqy, Teungku Muhammad Hasbi. (2000). Tafsir Al Qur’anul Majid An Nur volume 5. Semarang: Pustaka Rizki Putra.

Ausop, Asep Zaenal. (2014). Islamic Building: Membangun Insan Kamil, Cendikia Berakhlak Qurani. Bandung: Salamadani.

Departemen Agama RI. (2010). Al-Qur’an dan Terjemahnya. Bandung: Diponegoro.

Djamarah, Syaiful Bahri. (2014). Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Jamin, Ahmad. 2014. Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Alfabeta.

Licona, Thomas. (2013). Educating for Character. Pendidikan Karakter: Panduan Lengkap Mendidik Siswa Pintar dan Baik. Terjemahan oleh Lita S. Bandung: Nusa Media.

Majid, Abdul. (2013). Strategi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Majid, Abdul. dan Andayani, Dian. (2011). Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Marzuki. (2015). Pendidikan Karakter Islam. Jakarta: Amzah.

Mulyasa, H.E. (2011). Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.

Nata, Abuddin. (2005). Filsafat Pendidikan islam. Jakarta: Gaya Media Pratama.

___________. (2009). Akhlak Tasawuf. Jakarta: Raja Grafindo Perseda.

Sardiman. (2007). Interaksidan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Shihab, Muhammad Quraish. (2000). Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat. Jakarta: Mizan.

______________________. (2002). Tafsir Al Misbah volume 14. Jakarta: Lentera Hati.

Soelaeman, M.I. (1985). Menjadi Guru (Suatu Pengantar Kepada Dunia Guru). Bandung: cv. Diponegoro.

Suryosubroto, B. (1997). Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Tim Penyusun. (2002). Pedoman Penyusunan Skripsi. Bandung: Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Bandung.

Unisba, LSIPK. (2008). Tafsir Al-Qur’an Juz XXIX Universitas Islam Bandung. Bandung: LSIPK Unisba.

Zubaedi. (2011). Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Zuhairini. (1995). Fislafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

http://hadits.stiba.ac.id/?type=hadits&bab=1789&imam=abudaud

https://almanhaj.or.id/4089-berkata-benar-jujur-dan-jangan-dusta-bohong.html