Implikasi Pendidikan Dari Qs, Al-Isra (17) Ayat 26-29 tentang Larangan Berprilaku Boros

Muhammad Afdal Amdar

Abstract


Boros adalah perbuatan yang dilarang Allah dan dapat membawa manusia kejalan yang menyesatkan. Boros juga merupakan salah satu perbuatan tercela yang dapat menghalangi manusia kepada kebaikan karena mereka (para pemboros) menganggap apa yang mereka miliki adalah hak mereka seutuhnya dan dapat digunakan semuanya saja. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman yang mendalam tentang prilaku boros. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui pendapat para mufassir dari Q.S. Al-Isra: 26-29. (2) Mengetahui esensi pendidikan yang terkandung dalam .S. Al-Isra: 26-29. (3) Mengetahui pendapat para ahli pendidikan tentang prilaku boros. (4) Mengetahui implikasi pendidikan yang dapat diambil dari esensi Q.S. Al-Isra: 26-29 tentang larangan berlaku boros. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif analisis, dengan teknik pengumpulan data studi literature. Kegiatan ini dilakukan guna memecahkan masalah pada masa sekarang dan berupaya memberikan informasi mengenai implikasi pendidikan dari Q.S. Al-Isra ayat 26-29 tentang larangan berprilaku boros. Hasil dari penelitian ini dapat menggambarkan tentang kandungan QS, Al-Isra ayat 26-29 dengan esensi yang meliputi: 1. Allah memerintahkan hidup sederhana dan melarang prilaku boros. 2. Kufur akan nikmat dan berbuat maksiat adalah perbuatan setan. 3Membiasakan diri agar terhindar dari prilaku boros dan kikir. Adapun implikasi pendidikan: (1) Harus membudayakan hidup sederhana. (2) Harus senantiasa mensyukuri nikmat yang telah di berikan Allah. (3) Harus mampu mengendalikan diri.

 

Wasteful is one of behavior that prohibited by Allah and brings people to the deviate way. Wasteful also one of disgraceful deed prevented people to the good deed because they thought what they have is all they right and can be used by them. Hence, there should have been a deep understanding about unmannerly wasteful. The aims of the research are to find out (1) opinion of mufassir from Q.S. Al-Isra: 26-29. (2) essence of education contains in Q.S. Al-Isra: 26-29. (3) opinion of education expert about wasteful deed. (4) implication of educations has taken from the essence of Q.S. Al-Isra: 26-29 about wasteful prohibited. The research used descriptive analysis method by data collection technique the study of literature. This research is to solve the problem and to give an information about implication of education from Q.S. Al-Isra verses 26-29 about wasteful prohibited. The result of the research can accused the content  from Q.S. Al-Isra verses 26-29 with the essence that contains: 1. Allah command us to have a  simply life and prohib the wasteful deed. 2. Rejection of  grace and do the bad things is evil behaviour. 3. Self prevented  from wasteful and stingy deeds. And the implication of education are: (1) Have to civilizing simple life. (2) Have to being grateful on grace given by Allah. (3) Have to control them self. 


Keywords


Wasteful, Mufassir, Behavior

References


Abdul karim, Amrullah Abdul Malik. (1960). Tafsir Al-Azhar. Jakarta: Pustaka Panji Mas.

Al-Maraghi, Ahmad Al-Musthafa. 1992. Tarjamah Tafsir Al-Maraghi, Semarang

CV Toha Putra.

Al-Muhasibi, Harist. (2006). Sederhanah Penuh Berkah. Jakarta, Serambi Ilmu Semesta.

Al-Qorni, Uwes. (2005). 60 Penyakit Hati. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Departemen Agama RI. (1992). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Semarang: Tanjung mas inti

Departemen Pendidikan Nasional, 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.

Farhi Al-Qurthuby, Muhammad Bin Ahmad. 671 H. Tafsir Al-Qurthuby. Jami’ul huquq Makhfudhah.

Fakultas Tarbiyah Unisba. (2002). Pedoman Penyusunan Skripsi. Bandung

Imam Abul Faroj Al-Jauzi, 2002, Za’adul maasir. dar ibn hazm, beirut - lebanon

Imam An-Nawawi. W 676H. Syarah Sahih Muslim. Jakarta. Darussunnah

Imam Ismail Ibnu Katsir, 1992. Tafsir Ibnu Katsir (terjemahan). Jakarta: Gema Insani Press

Munawwir, Ahmad Warson. 1997. Al-Munawwir. Surabaya: Penerbit Pustaka Progressif.

Narbuko, Cholid dan Abu Achmadi. (1997). Metode Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.

Nazir. Mohammad. (1998). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Piliang, Yasraf Amir. 1998. Dunia Yang Dilipat. Jakarta, Mizan

Shihab Quraish. 2002. Tafsir Al-Misbah, Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati

Syaekh As Sa'di , Nashir. 2013. Tafsir As Sa’di (terj. Abu Muhammad Miftah). Yogyakarta: Buana Ilmu Islami BILI.

Tim UII, 1990. Tafsir UII. Yogyakarta, PT. Dana Bakti Wakaf.

Umarie, Barmawie. (1967). Materia Akhlak. Yogyakarta: Ramadhani

http://idehidup.com/17-ciri-ciri-hidup-sederhana-supaya-hidup-lebih-bahagia/29 april 2016 08.30

http://cewekmaniezt-unknown.blogspot.co.id/2012/05/isyrof-tabzir-ghibah-dan-fitnah.html

http://najibibra17.blogspot.co.id/2015/02/

http://beritaislamimasakini.com/penyebab-boros-tausyiah-aa-gym.htm

https://idid.facebook.com/permalink.php?story_fbid=630345050312578&id=567426959937721

http://brainly.co.id/tugas/1076480

http://wilujeng-ariyadi.blogspot.com/2012/01/hidup-hemat.html