Implikasi Pendidikan dari QS Al-Hujurat Ayat 11 terhadap Pencegahan Perilaku Bullying

Rani Sri Anggraeni, Agus Halimi, Dinar Nur Inten

Abstract


 

Abstract. This research is motivated by the phenomenon of bullying behavior that is increasingly prevalent both at home, school and the environment so if left unchecked it will have a negative impact both for victims, perpetrators and the surrounding community. This background statement reminds and encourages the need to analyze QS. Al-Hujurat verse 11. The purpose of this study is to: (1). get the results of the commentators about QS. Al Hujurat verse 11, (2). find the essence contained in QS Al Hujurat verse 11, (3) identify theories about the forms of bullying behavior and how to prevent it, (3). find the educational implications of QS Al-Hujurat verse 11 for the prevention of bullying behavior. This research uses a qualitative approach and the method used in this research is tahlily interpretation method and literature study. This study, several conclusions are obtained, namely: that in the QS. Al-Hujurat verse 11 contains a prohibition on mocking, mocking and criticizing his own brother. First, the prohibition of making fun of a people is forbidden. People who like to make fun of are those who feel proud (proud of themselves) with themselves, even though those who can be mocked are more clean-hearted than people who make fun of. Second, the prohibition of self-deprecation both with words, deeds, and cues. Self-deprecation is meant so that we do not criticize others, because it is likened if we reproach others then we self-deprecate. Third, the prohibition of calling with a bad call. A believer must not call a brother in faith with a title that is not pleasant to hear, to make himself angry. Essence of QS. Al-Hujurat verse 11 (1). Allah created human beings as equals with more dignity than other creatures, (2). Strengths and weaknesses in humans are something that sunatullah need not be arrogant or intended, (3). Fellow humans must respect each other, love and maintain their honor, (4). Harassment, harassment and humiliation of human values is a despicable character that is forbidden by religion. Educational Implications of QS. Al-Hujurat verse 11 on the prevention of bullying behavior, namely: (1). Foster tolerance by respecting and respecting the rights and obligations of others (2). Cultivating a humble attitude, (3). Cultivating the attitude of brotherhood, (4). Devoted to Allah.

Keywords: Prevention, Bullying Behavior, Implications of Al-Hujurat verse 11

 

Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena perilaku bullying yang semakin marak baik di rumah, sekolah maupun lingkungan maka jika dibiarkan akan berdampak negatif baik untuk korban, pelaku maupun komunitas di sekitarnya. Pernyataan latar belakang ini mengingatkan dan mendorong kepada perlunya menganalisis QS. Al-Hujurat ayat 11. Tujuan Penelitian ini adalah untuk: (1). memperoleh hasil pemikiran para mufassir tentang QS. Al Hujurat ayat 11, (2). menemukan esensi yang terkandung dalam QS Al Hujurat ayat 11, (3) mengidentifikasi teori-teori tentang bentuk-bentuk perilaku bullying dan cara pencegahannya, (3).  menemukan implikasi pendidikan dari QS Al- Hujurat ayat 11 terhadap pencegahan perilaku bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan di penelitian ini adalah metode tafsir tahlily dan studi kepustakaan. Penelitian ini, diperoleh beberapa kesimpulan yaitu: bahwa di dalam QS. Al-Hujurat ayat 11 terdapat larangan mengolok-olok, mengejek dan mencela saudaranya sendiri. Pertama larangan mengolok-olok terhadap suatu kaum merupakan suatu hal yang haram. Orang yang suka mengolok-olokkan adalah orang yang merasa ujub (bangga diri) dengan dirinya, padahal boleh jadi orang yang diolok-olokkan itu lebih bersih hatinya daripada orang yang mengolok-olokkan.  Kedua, larangan mencela diri sendiri baik dengan ucapan, perbuatan, maupun isyarat. Mencela diri sendiri dimaksudkan agar kita tidak mencela orang lain, karena diibaratkan jika kita mencela orang lain maka kita mencela diri sendiri.  Ketiga, larangan memanggil dengan panggilan yang buruk. Seorang Mukmin tidak boleh memanggil saudara seiman dengan gelaran-gelaran yang tidak enak didengar, hingga membuat dirinya marah. Esensi QS. Al-Hujurat ayat 11 (1). Allah menciptakan manusia sederajat dengan martabat yang lebih dari makhluk lainnya, (2). Kelebihan dan kekurangan pada manusia adalah sesuatu yang sunatullah tidak usah di sombongkan atau direndakahkan, (3). Sesama manusia harus saling menghargai, menyayangi dan menjaga kehormatannya, (4). Pelecehan, perundungan, dan perendahan nilai-nilai kemanusiaan adalah akhlak tercela yang di larang Agama. Implikasi Pendidikan dari QS. Al-Hujurat ayat 11 terhadap pencegahan perilaku bullying yaitu: (1). Menumbuhkan sikap toleransi dengan menghormati dan menghargai hak dan kewajiban orang lain (2). Menumbuhkan sikap rendah hati, (3). Menumbuhkan sikap persaudaraan, (4). Bertaqwa kepada Allah.

Kata Kunci: Pencegahan, Perilaku Bullying, Implikasi Al-Hujurat ayat 11

Keywords


Pencegahan, Perilaku Bullying, Implikasi Al-Hujurat ayat 11

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Muhammad Yatimin. (2007). Studi Akhlak dalam Perspektif Islam. Jakarta: Amzah.

Asmaran. (2002). Pengantar Studi Akhlak. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Chakrawati, Fitria. (2015). Bullying Siapa Takut. Solo: Tiga serangkai.

Jessi, Carina. (2019). Jokowi Perintahkan Kapolri Tegas Tangani Kasus Kekerasan Audrey di Pontianak. https://nasional.kompas.com/read/2019/04/10/19031441/jokowi-perintahkan-kapolri-tegas-tangani-kasus-kekerasan-terhadap-siswi-ad (akses tanggal 30 Oktober 2019).

Kekerasan Verbal : Akibat Orangtua Berlidah Kejam. https://lifestyle.kompas.com/read/2008/01/23/21435317/Akibat.Orangtua.Berlidah.Kejam?p (akses tanggal 30 Oktober 2019).

Kementrian Agama RI. (2010). Tafsir Al-Quran. Jakarta: Kementrian Agama RI.

Marieska, Harya Virdhani. (2006). Kisah Murid Pindahan, Korban Bullying di Sekolah. https://news.okezone.com/read/2016/05/16/65/1389683/kisah-murid-pindahan-korban-bullying-di-sekolah (akses tanggal 30 Oktober 2019).

Nata, Abuddin. (2009). Akhlak Tasawuf. Jakarta : Rajawali Pers.

Sari, Intan Kurnia. (2018). Bullying dalam Al-Qur’an (Studi tafsir Kementrian Agama Republik Indonesia). Skripsi Jurusan Ushuluddin Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung: tidak diterbitkan.

Sari, Yuli Permata. (2017). Fenomena Bullying Siswa: Studi tentang Motif Pelaku Bullying Siswa di SMP Negeri 01 Painan, Sumatera Barat. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam 10 (2).

Siswanto, Igrea (2017). Awas Bahaya Bullying Kenali dan Tolak Perbuatannya. Depok: Khalifah Mediatama.

Subianto, Jito (2013). Peran Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat Vol 8. Jawa Tengah: LPPG (Lembaga Peningkatan Profesi Guru).

Sucipto. (2012). Bullying dan Upaya meminimalisasikannya. “Jurnal Bimbingan dan konseling-PSIKOPEDAGOGIA”. Vol 1, (1).

Tamara, Hani Nurjannah. (2019) Kasus Bullying di Sekolah Meningkat di Tingkat SMA. PRFM : http://www.prfmnews.com/berita.php?detail=kasus-bullying-di-sekolah-meningkat-di-tingkat-sma (akses tanggal 30 Oktober 2019).

Zaenudiin. (2013). Hakekat manusia dan implikasinya.https://www.uin-malang.ac.id/blog/post/read/131101/hakekat-manusia-dan-implikasinya-dalam-pendidikan.html (akses tanggal 30 Oktober 2019).