Pengelolaan Majlis Taklim Konversi Diniyah Masjid Besar Cipaganti,Kecamatan Sukajadi Kota Bandung

Akhmad Fauzian Ashshiddiq, Enoh Nuroni, Helmi Aziz

Abstract


Abstract. Education is an obligation for all humans. Education is not only at a young age, but up to a lifetime Lifelong education starts with the belief that the educational process can take place as long as people live, whether formally, informally or informally. Non-formal education at this time there are a lot of Majlis Taklim, but the development in society wants Majlis Taklim to be different from before, by eliminating the monotonous or passive side of Majlis Taklim. From the existing problems, a problem called the Diniyah Conversion Taklim Assembly (MTKD) emerged. MTKD Cipaganti Grand Mosque Bandung has a vision that is, to realize students who have knowledge, believe and fear Allah SWT and have skills. With the mission, Conducting guidance and counseling (teaching and learning activities), therefore the authors are interested in conducting research into the management of the Great Mosque Cipaganti Bandung City MTKD. The purpose of this study is to find out how: (1) planning the Majlis Taklim Diniyah Conversion, (2) the implementation of the Taklim Assembly in managing the diniyah conversion model, (3) evaluation of the implementation of Majlis Taklim in managing the Diniyah Conversion model, and (4) supporting factors and inhibiting the management of Majlis Taklim Diniyah Conversion. The method used in this research is a case study research method, carried out aimed at obtaining facts, the nature of the relationship between phenomena that occur (reality), then compared with theories related to the problem under study, then finally drawn conclusion. Based on the results of the study it can be concluded that; (1) Program planning adjusts to the needs and conditions that exist in the community, plans by making a general curriculum, then deliberated with mudaris to be developed, dividing it into semesters, monthly material and each meeting. (2) MTKD is an institution whose existence is the same as non-formal education institutions. So that all existing activities, are regulated by the curriculum. (3) Curriculum supervision conducted by MTKD has two ways, namely structured and unstructured, (4) (a) Supporters: Professional resources make it easy to organize, supported directly by the ministry of religion. (b) Obstacles: managers and mudarians, who are Islamic instructors who are often busy.

Keywords: Management, Majlis Taklim, Diniyah Conversion.

Abstrak. Pendidikan adalah kewajiban bagi seluruh manusia. Pendidikan tidak hanya pada usia muda saja, akan tetapi sampai seumur hidup Pendidikan seumur hidup bertitik tolak atas keyakinan bahwa proses pendidikan dapat berlangsung selama manusia hidup, baik secara formal, nonformal ataupun informal. Pendidikan non-formal pada saat ini terdapat banyak sekali Majlis Taklim, akan tetapi perkembangan yang ada di masyarakat menginginkan Majlis Taklim yang berbeda dari sebelumnya, dengan menghilangkan sisi monoton atau sisi pasif dari Majlis Taklim. Dari permasalahan yang ada, maka muncul yang dinamakan Majelis Taklim Konversi Diniyah (MTKD). MTKD Masjid Besar Cipaganti Kota Bandung memiliki visi yaitu, mewujudkan santri yang memiliki pengetahuan, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dan memiliki keterampilan. Dengan misi, Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan (kegiatan belajar mengajar), maka dari itu  penulis tertarik melakukan penelitian pengelolaan MTKD Masjid Besar Cipaganti Kota Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana: (1)perencanaan Majlis Taklim Konversi Diniyah, (2) pelaksanaan Majelis Taklim dalam mengelola model konversi diniyah, (3) evaluasi dari pelaksanaan Majlis Taklim dalam mengelola model Konverssi Diniyah, dan (4) faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan Majlis Taklim Konversi Diniyah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian studi kasus, dilakukan bertujuan untuk memperoleh fakta-fakta, sifat-sifat hubungan antar fenomena yang terjadi (realita), lalu dibandingkan dengan teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti, kemudian pada akhirnya ditarik suatu kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa; (1)Perencanaan program menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi yang ada di masyarakat, merencanakan dengan membuat sebuah kurikulum umum, kemudian dimusyawarahkan dengan mudaris untuk dikembangkan, membaginya menjadi materi persemester, perbulan dan setiap pertemuannya. (2) MTKD adalah sebuah lembaga yang keberadaannya sama seperti lembaga pendidikan non formal. Sehingga semua kegiatan yang ada, sudah diatur oleh bidang kurikulum. (3) Pengawasan kurikulum yang dilakukan oleh MTKD memiliki dua cara, yaitu terstruktur dan tidak terstruktur, (4)(a)Pendukung: Sumber daya yang profesional memudahkan untuk pengorganisaian, didukung langsung oleh kementrian agama. (b)Penghambat: pengelola dan mudaris yaitu penyuluh Agama Islam yang kerap kali sibuk.

Kata Kunci: Pengelolaan, Majlis Taklim, Konversi Diniyah.


Keywords


Pengelolaan, Majlis Taklim, Konversi Diniyah

Full Text:

PDF

References


Hamalik ,O. 2010. Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung, PT Remaja Rosdakarya

Fattah, N.2009. Landasan manajemen pendidikan. Bandung; Remaja rosdakarya

Gani, D. (akses 6 mei 2018). Peluang dan Tangtangan Majelis Taklim dalam Mencerdaskna Kehidupan Bangsa.

Sahertin, P. 1994. Dimensi-Dimensi Admiristasi Pendidikan di Sekolah. Surabaya; Usaha Offest. Cet. Ke-1