Komunikasi Verbal dan Non Verbal Wasit dalam Pamidangan Seni Ketangkasan Domba Garut

Rizky Nugraha

Abstract


The existence of a culture pamidangan seni ketangkasan domba Garut in the speech community of Sundanese became a phenomenon. Where is in pamidangan seni ketangkasan domba Garut, the speech community of Sundanese who have a diversity of ways to communicate according to their respective areas, meet and interact.  It makes the community who involved in the culture of pamidangan seni ketangkasan domba Garut as a separate speech community. This study was conducted to understand the behavior of communication in pamidangan seni ketangkasan domba Garut verbal and nonverbal. This study uses a qualitative approach with descriptive method. Data collection techniques include participant observation, in-depth interviews and review of documents, with the number of informants 4 consists of two referees who has a certificate of HPDKI and 2 pamidangan humanist. The results showed that the approach of communication in pamidangan seni ketangkasan domba Garut can be illustrated further by describing the communication activity process that consists of a communicative situation, communicative events, communicative acts, communication components and varieties of language (verbal and nonverbal), also describe the role of the referee's verbal and nonverbal communication as well as the credibility of the referee as a factor affecting communication. . This study has concluded that the pattern of referee’s verbal and nonverbal communication in pamidangan seni ketangkasan domba Garut has a characteristic of an effective communication approach.

 

Keberadaan budaya pamidangan seni ketangkasan domba Garut domba Garut di lingkungan masyarakat tutur sunda menjadi sebuah fenomena tersendiri. Dimana di dalam pamidangan seni ketangkasan domba Garut masyarakat tutur sunda yang memiliki keragaman cara berkomunikasi sesuai dengan daerah masing-masing bertemu dan berinteraksi.  Hal tersebut menjadikan masyarakat yang melibati budaya pamidangan seni ketangkasan domba Garut sebagai suatu masyarakat tutur tersendiri. Penelitian ini dilakukan, untuk memahami perilaku komunikasi pada pamidangan seni ketangkasan domba Garut secara verbal dan nonverbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data mencakup observasi partisipan, wawancara mendalam dan telaah dokumen, dengan jumlah informan sebanyak 4 orang terdiri dari 2 wasit yang telah memiliki sertifikat dari HPDKI dan 2 budayawan pamidangan seni ketangkasan domba Garut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan komunikasi dalam pamidangan seni ketangkasan domba Garut tersebut dapat dipahami setelah menggambarkan lebih lanjut mengenai aktivitas komunikasi yang terdiri dari situasi komunikatif, peristiwa komunikatif, tindak komunikatif, komponen komunikasi dan varietas bahasa (verbal dan nonverbal), menggambarkan peran komunikasi verbal dan nonverbal wasit serta kredibilitas wasit sebagai faktor yang mempengaruhi komunikasi. Penelitian ini memiliki kesimpulan bahwa pola komunikasi verbal dan nonverbal wasit dalam pamidangan seni ketangkasan domba Garut memiliki ciri khas pendekatan komunikasi efektif.


Keywords


Verbal Communication, Nonverbal Communication, Referee, Pamidangan Seni Ketangkasan Domba Garut

References


Kuswarno, Engkus. 2011. “Metode Penelitian Komuniasi : Etnografi Komunikasi.” Bandung: Widya Padjajaran.

Rakhmat, Jalaludin. 2008. “Psikologi Komunikasi.” Bandung: Remaja Rosdakarya.

Warjita, Bambang Arum C. 2010. “Pamidangan Seni Ketangkasan Domba Garut.” Bandung: CV. Sanjaya Putra.

Chaer, Abdul. 2010. “Kesantunan Bahasa.” Jakarta: Rineka Cipta.




Flag Counter