Manajemen Kepemimpinan Ketua Paguyuban Kesenian Benjang dalam Upaya Mempromosikan Kesenian Tradisional

Rachmat Fadilah Tristiantono

Abstract


Traditional art is a heritage from the elders that have to be preserved by the next successor so that can always progress on their area. Benjang Art is one of the Sunda’s traditional art from eastern of Bandung which is still not known by the Bandung people because in this era, there’s so much foreign culture that liked by young people in Indonesia. To overcome this problem, Benjang Gentra Sawargi leader needs to promote his Benjang Community in attempt to survive and to be known by the society. The purpose of this study is to knowing,  (1) leadership style, (2) management function, (3) kind of promotion, (4) the implication of Benjang community leadership with the attempt to promote his community. The result of research showed that (1) the leadership style of the leader was leaned to participative so the leader take part to help the members with their job too. (2) The Management Function of the leader is planning, organizing, actuating, controlling, and evaluating. (3) For the promotion, the leader using word of mouth. (4) The implication about the community leader in an attempt to promote his Benjang Gentra Sawargi is directly proportional with his Leadership style and his way to promote Benjang Gentra Sawargi Community.

 

Kesenian tradisional adalah warisan para leluhur yang harus dilestarikan oleh penerusnya agar bisa terus berkembang di daerahnya. Kesenian Benjang merupakan salah satu dari kesenian tradisional Sunda yang lahir di daerah Bandung Timur yang sampai saat ini masih belum banyak dikenal bahkan oleh orang-orang Bandung sendiri yang dikarenakan di era ini banyak sekali budaya luar yang dikagumi oleh para remaja Indonesia. Dalam mengatasi hal ini ketua Paguyuban Benjang Gentra Sawargi perlu melakukan promosi agar paguyubannya dapat terus bertahan dan dikenal oleh masyarakat luas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana (1) gaya kepemimpinan, (2) fungsi manajemen, (3) bentuk promosi, (4) Implikasi kepemimpinan ketua paguyuban dalam upaya promosi benjangnya. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Gaya kepemimpinan dari ketua paguyuban benjang yaitu lebih kepada peran partisipatif yaitu ketua turut aktif membantu tugas para anggotanya. (2) Fungsi manajemen yang dilakukan ketua paguyuban meliputi perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, dan pengontrolan serta evaluasi. (3) Untuk bentuk promosi yang dilakukannya, ketua paguyuban melakukan word of mouth. (4) Implikasi ketua paguyuban dalam upaya promosinya yaitu berbanding lurus antara gaya kepemimpinan dengan cara yang dilakukannya dalam mempromosikan paguyuban Benjang Gentra Sawargi.


Keywords


Management, Leadership, Benjang Art, Promotion, Implicatio

References


Kotler , Phillip dan Keller. 2007. Manajemen Pemasaran, Terjemahan Benyamin Molan. Edisi 12, Jilid 1, PT.Indeks, Jakarta.

Pace, R. Wayne dan Don F. Faules. 2006. Komunikasi Organisasi : Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan, Terjemahan Deddy Mulyana, Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Sukmadi. 2012. Dasar – dasar Manajemen: Edisi Kepemimpinan Lintas Agama.Bandung: humaniora.

Tjiptono,Fandi. 2001. Kualitas Jasa: Pengukuran, Keterbatasan dan Implikasi Manajerial, majalah Manajemen Usahawan Indonesia. Jakarta




Flag Counter